Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Menyusup



Jangan lupa dukungannya ya like, vote dan komen serta hadiah.


at 07.00 malam


di Istana Ramada


Renata hanya bisa berdiri sambil menatap kearah jendela kamarnya.Dia merasa lelah karena gagal berupaya untuk kabur dari istana yang bagaikan penjara untuknya.


Cklek seorang pelayan masuk ke dalam kamar Renata.


"Permisi Nona, putera mahkota dan lainnya sudah menanti Anda di meja makan. " ucap pelayan dengan sopan.


"Aku tidak lapar. Pergilah! Renata masih berdiam diri tanpa menoleh kearah pelayan.


Pelayan memilih undur diri dan pergi setelah menutup pintunya kembali. Renata membuang nafasnya berat teringat dengan Nicholas, pria yang dia rindukan saat ini.


Di Meja makan


"Bagaimana? " tanya Arga pada pelayan istana.


"Maaf Yang Mulia, Nona Renata menolak untuk hadir karena katanya Nona tidak lapar. " Pelayan membungkukkan badannya lalu pergi dari hadapan putera mahkota.


Agra mengeraskan rahangnya mendengar pernyataan pelayannya barusan mengenai Renata.Victoria segera memegang tangan sang suami hingga membuat Agra meliriknya.


"Sebaiknya kita makan malam saja Yang Mulia biarkan gadis itu di kamarnya. " rayu puteri mahkota.


"Baiklah. "


Puteri mahkota tersenyum senang mendengar keputusan suaminya dan mereka pun makan malam bersama.


Sementara di dalam kamarnya Renata meringkuk di atas ranjang.Langit malam menjadi saksi atas kesedihan dan kerinduan yang kini bersarang di hatinya.


Brak suara jendela terbuka dengan pelan


Nicholas melompat masuk ke dalam dan langsung bergegas menghampiri Renata. Renata mengangkat kepalanya dan terkejut melihat Nicholas. Tanpa aba aba Dia turun dari ranjang dan berlari menghampirinya.


Grep Renata merengkuh erat tubuh kekar Nicholas dan dibalas Nicholas dengan tak kalah eratnya.


Rasa rindu yang membuncah di hati mereka membuat keduanya enggan melepaskan pelukan mereka berdua.Renata menjauhkan tubuhnya pelan setelah itu mengusap dada Nicholas lalu beralih di rahang Nicholas dengan mata berkaca kaca.


"Ini Nyata Nich! Kamu datang menolongku dan aku kira ini hanya mimpi. " ucap Renata dengan lirih.


"Iya Rena aku datang.Selain itu aku sangat merindukanmu honey. " ujar Nicholas dengan lembut.


Renata tertegun melihat Nicholas tersenyum dan berkata lembut padanya.Nicholas segera meraih tengkuk Renata dan menyatukan bibir mereka yang bertemu menyelami setiap rasa yang ada.Renata tentu saja syok namun dia langsung mengalungkan tangannya ke leher Nicholas sambil memejamkan matanya.



Keduanya saling ******* satu sama lain dan bertukar saliva.Lima menit kemudian Nicholas mengakhiri ciuman mereka.Dia tersenyum melihat gadisnya yang tengah menghirup oksigen sebanyak banyaknya.


Tanpa aba aba Nicholas membopongnya lalu merebahkan tubuh Renata di atas ranjang karena gairahnya tersulut akibat pakaian yang dipakai Renata.


"Bolehkah Aku! "


Mengerti dengan maksud yang hendak di ucapkan Nicholas membuat Renata menutup mulut prianya tersebut sambil menggelengkan kepalanya.


"Nich ini bukan saat yang tepat sebaiknya kita harus pergi dari sini terlebih dahulu. " ujar Renata dengan panik.


Nicholas menghela nafas kasar lalu mengangguk dan menyingkir dari atas tubuh Renata.Nicholas segera mengambil ponselnya kemudian menghubungi Hendery dan Zach.


"Sebaiknya kalian bersembunyi dulu sampai besok pagi. " ucap Nicholas.


"Oke kamu harus hati hati. " tegur Hendery.


Tut Nicholas menutup sambungannya setelah itu menyimpannya kembali dalam saku. Keduanya kembali berbaring di atas ranjang dengam saling bertatap muka.


"Nicho astaga pria mesum. " desis Renata kesal.


Nicholas tidak peduli dengan tatapan tajam gadisnya. Dia tetap melancarkan aksinya yang kini tengah membuka pakaian dalam Renata lalu melemparnya ke bawah.


Kini Renata polos tanpa sehelai benang membuat gairah Nicholas semakin memburu membuatnya membuka pakaiannya dengan cepat.


Cup cup cup Nicholas menciumi seluruh lekukan tubuh Renata hingga meninggalkan roam roam merah di sana.


"Emm aah. " desah Renata.


Setelah puas menjamah tubuh gadisnya kini saatnya dia mulai masukkan senjatanya ke dalam gua Renata.


Bless sekali hentak milik Nicjolas sepenuhnya masuk ke dalam guanya.Renata menjerit kesakitan dan langsung menitikkan air mata merasakan perih dan sakit pada bagian bawahnya.


"Hiks hiks sakit. " gumamnya pelan.


"Sakitnya cuma sebentar honey. " bisik Nicholas mencium kembali bibir wanitanya.


Setelah merasa tenang, Nicholas mempercepat gerakannya hingga suara desahan wanitanya terngiang dalam kamar.Hingga beberapa jam kemudian baru selesai dan keduanya langsung jatuh tertidur karena kelelahan setelah Nicholas menutup tubuh mereka dengan selimut.


😈😈


Mentari pagi menyapa setiap sudut ruangan kamar yang ada di istana.Renata dan Nicholas sudah terbangun dan telah selesai mandi serta berganti pakaian.


tok tok tok


"Nona Renata Yang Mulia memanggil anda sekarang. " ucap Pelayan dari balik pintu.


"Ya aku akan turun dan jangan kunci pintunya. " teriak Renata.


Renata melirik kearah Nicholas yang mengangguk.Lalu mereka bergandengan tangan setelah itu ke luar kamar dan menuruni tangga.Nicholas berganti memeluk pinggang wanitanya karena merasa bersalah membuat Renata hampir tak bisa berjalan.


💕💕


Agra menatap tajam kearah Renata karena datang bersama dengan Nicholas.


"Sejak kapan kamu ada di istanaku hah. " geram Agra.


"Cih tidak penting aku menjawabnya! Aku datang ke sini ingin menjemput wanitaku ini. " ucap Nicholas tersenyum kearah Renata.


Agra bergegas menghampirinya lalu mencekal tangan Renata dan menariknya kasar namun Nicholas jelas menahannya dan melindungi wanitanya.


"Jangan sentuh wanitaku brengsek. " maki Nicholas sambil mengeluarkan pistol lalu ditodongkannya kearah Agra.


"Jika kamu masih nekat maka peluru dari pistol ini yang akan berbicara! Suara tajam dan aura membunuh keluar dari wajah Nicholas yang mengerikan.


Agra melepaskan cekalan tangannya lalu pandangannya kearah Nicholas dengan tatapan penuh permusuhan.Sedangkan Renata berada di belakang tubuh prianya.


Para prajurit istana segera mendekat dan menodongkannya pistol namun tak membuat Nicholas gentar.


Dor dor suara tembakan mengenai dua prajurit istana membuat Agra geram dan diapun maju ke depan.


"Suruh pasukanmu mundur dan biarkan kami lewat jika tidak aku akan merobohkan istanamu seperti gubuk ini. " ujar Nicholas dingin.


Agra terpaksa memneri kode pada prajuritnya agar menyingkir dan mereka menurutinya. Nicholas dan Renata berjalan melewati mereka lalu ke luar dari istana.


Melihat kepergian keduanya Agra tentu sana tidak terima dan kini mengepalkan tangannya menahan emosi.


"Sialan. " maki Agra.


TBC