Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Merebut



Mentari pagi menghangatkan sinarnya menembus kesetiap sudut ruangan kamar pasangan kekasih tersebut. Setelah menghabiskan waktu satu jam untuk berolah raga pagi kini keduanya pergi ke kamar mandi.


Selesai mandi dan berpakaian Gladys langsung menggulung dan mengganti selimut dan sprei dengan yang baru. Grep sepasang tangan memeluk pinggangnya dari belakang.


"Sayang ada apa hemm? " tanya Gladys dengan suara lembutnya.


Zach hanya diam dan terus mengecupi leher wanitanya dan sesekali menggigitnya. Gladys merasa geli dan langsung membalikkan tubuhnya kemudian mengalungkan tangannya ke leher Zach.


"Ayo honey kita ke luar dari kamar. " ajaknya sambil menatap manik kelam kekasihnya.


"Tidak Mau. Aku maunya bergumul denganmu di atas ranjang sayang. " bisiknya sensual tepat di depan wajah Gladys.


"Nanti malam lagi sayang Aku capek oke. " rayunya.


Zach tersenyum dan mencuri ciuman dibibir wanitanya kemudian mereka ke luar dari kamar dan menuruni tangga.


Di meja makan


Zach dan Gladys duduk bersebelahan.Mereka berdua memperhatikan Matthew dan Yuri secara bergantian.


"Matt, Bagaimana ada pergerakan dari


Henry? " tanya Zach dengan wajah datarnya.


"Emh boss sepertinya Henry mulai curiga dengan Louis. " ucap Matt dengan hati hati.


"Lalu dimana Louis sekarang? " Zach mengertakkan giginya namun setelah itu kembali tenang.


"Dari semalam dia langsung kembali ke markas Red Knight dan kini Louis sampai sekarang belum kembali. "


Yuri merasakan gelisah karena kakaknya belum juga kembali ke sini. Entah kenapa dia khawatir kalau terjadi sesuatu dengan sang kakak. Matthew segera meraih tangan gadisnya guna untuk menenangkan Yuri.


"Tenanglah sayang Louis akan baik baik


saja. " seru Matt.


Mereka pun sarapan bersama di meja makan. Namun tak lama kemudian dikejutkan kedatangan Erick dan Tomy yang memapah tubuh Louis yang babak belur lalu membawanya ke kamar atas.


"Kak Louis hiks hiks. " Yuri beranjak dari duduknya dan pergi ke lantai atas diikuti Matthew dan lainnya.


Cklek mereka semua masuk ke dalam kamar dan Yuri langsung duduk di sebelah sang kakak yang terbaring.


"Apa yang terjadi kak Louis kenapa kakak jadi seperti ini? " tanya Yuri dengan panik.


"Zach maafkan Aku, Henry mengetahui segalanya karena dia mengirimkan mata mata untuk mengawasiku uhuk. " ungkap Louis.


"Sebaiknya kamu tinggal di sini dulu Louis karena di mansionmu sangatlah tidak aman. " terang Zach.


"Ayo sayang kita ke luar biarkan Yuri dan Matt menjaga Louis. " ucapnya pada Gladys.


Gladys mengangguk menuruti perintah kekasihnya lalu keduanya ke luar dari kamar yang ditempati Louis.


😈😈


Sementara di Markas Red Knight, Henry kini tengah menyusun rencana membalas Zach yang menjadikan sepupunya sebagai


pengkhianat.


"Sial seandainya Louis tidak berhasil lolos maka Aku akan menghabisinya karena telah mengkhianatiku. " geram Henry.


Henry meraih ponselnya kemudian menghubungi nomor Rafael.


"Aku ada tugas untukmu Rafael yaitu culik wanitanya Zach dan bawa kemari bagaimanapun caranya. " titah Henry.


"Jika rencana ini masih gagal maka aku harus menggunakan Plan B. " batinnya.


Henry menyimpan kembali ponselnya dalam saku kemudian mengeluarkan selembar foto yang diberikan oleh anggota Red Knight yang dia suruh kemarin.


"Ternyata sangat cantik wanita Zach pantas saja membuat si bedebah itu jatuh cinta. " Henry tersenyum miring menatap foto Gladys yang tengah tersenyum.


"Ini Akan semakin menarik jika aku merebut Gladys dari Zach dan Rafael hanya akan menjadi alat untukku menghabisi Zachary. " batin Henry.


Henry langsung duduk sambil memandangi foto milik Gladys dengan seringai miringnya. Dari belakang Alan hanya diam memperhatikan bossnya tersebut sambil menunggu perintah dari Henry.


"Alan. " panggil Henry.


"Ya bos ada perintah apa Bos? " tanya Alan.


"Kamu suruh orang untuk mencari tahu tentang apa yang dilakukan Gladys sekarang juga. " titahnya.


"Siap Bos. " Alan langsung pergi dari hadapan Henry.


Henry mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang untuk menyiapkan obat. Setelah selesai Dia kembali tersenyum miring berharap kali ini rencananya akan berhasil.


"Sebentar lagi kamu akan kehilangan wanitamu untuk selamanya. Zach. " cetus Henry merasa sudah tidak sabar akan hal itu.


Sementara itu Nicholas kini tengah menjemput Renata di apartemen gadis itu. Setelah Renata masuk ke mobil Nicholas kembali melajukan mobilnya meninggalkan apartemen.


"Sebenarnya kita mau ke mana Nich? " tanya Renata bingung.


"Ke Mansion Zach untuk sementara kamu tinggal di sana bersama Aku, Zach dan lainnya karena musuh pasti akan mengintaimu Rena. " ujar Nicholas sambil menyetir.


"Musuh siapa Nich lagian aku enggak punya musuh. " Renata benar benar tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Nicholas padanya.


Nicholas hanya diam dan fokus menyetir mobilnya dengan kencang hingga tak lama kemudian mereka sampai di mansion Zach. Keduanya keluar dari mobil lalu masuk ke dalam dan menemui Zach di ruang tamu.


"Nich, Rena kalian sudah sampai rupanya. " seru Gladys sambil tersenyum manis.


"Ck sayang jangan tersenyum pada


Nicholas. " protes Zach tak terima.


Nicholas mendengus keras melihat tingkah posesif kakaknya dan diapun mendaratkan bokongnya di sofa begitu juga dengan Renata.


Sementara Gladys hanya bisa memutar bola matanya malas melihat kelakuan kekasihnya.


"Lagian Nicho 'kan adikmu Zach sayang. " pekik Gladys kesal.


Zach merasa kesal lalu tanpa aba aba diapun langsung mengangkat tubuh kekasihnya di atas pangkuannya.Gladys hanya bisa pasrah dan menyandarkan kepalanya di dada Zach.


"Siap siap terimalah hukumanmu sayang. " bisik Zach di telinga Gladys lalu mengigitnya sekilas.


Gladya sedikit mengeliat dan menahan desahannya lalu kembali menatap kearah sahabatnya Renata.


"Dasar maniak s**. " cibir Nicholas pada sang kakak.


"Kalau kamu pengen lakukan saja sama Renata. " sembur Zach dengan santainya.


Kedua pipi Renata langsung merona mendengar ucapan Zach.Sementara Nicholas berdecak sebal kearah Zach kemudian melirik Renata sambil tersenyum penuh arti.


"Baiklah bisa di coba. " seringai Nicholas tertuju kearah Renata.


TBC