Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Season 2 Part 7



Sementara di Mansion mewahnya


Max tersenyum miring mendengar kabar pertengkaran antara Alvaro dan Sean yang disampaikan Serra padanya.Sambil meneguk winenya dia bersandar di sofa balkon sambil menikmati senja yang ada diperaduannya.


Drt drt


Max meletakkan gelasnya lalu meraih ponselnya.


"Halo ada apa? " tanya Max.


"Seorang wanita bernama Caramel sepertinya mencurigai Serra boss. " sambung Ares.


"Tetap awasi dia atau perlu habisi dia


sekalian. " ujar Max dengan nada sinisnya.


Max memutus sambungannya lalu menyimpan ponselnya dalam saku.Diapun kembali menegak winenya sambil memikirkan cara lain agar penderitaan keluarga Walter bertambah.


❇❇❇


Di kediaman Walter


Ibu mengerutkan dahi melihat memar di wajah putera bungsunya.


"Sean wajah kamu kenapa nak? " cecar Ibu dengan raut cemasnya.


Sean langsung melirik ayahnya dan Zach membuang nafas berat lalu menatap istri terintanya.


"Ada kesalahpahaman antara Sean dan


Alvaro tapi sudah selesai kok. " ujar Zachary.


Gladys menghembuskan nafas lega lalu mengambil kotak p3k lalu mengobati luka di wajah puteranya.Mike,Rean dan lainnya memperhatikan keluarga paman dan bibi mereka.


Setelah selesai Nicholas dan Renata datang berkunjung dan keduanya langsung duduk di sofa tak jauh dari tempat putera mereka Mike berada.


"Mike, kapan kamu bawa kekasihmu kehadapan mami dan papi. " cerca Renata dengan penuh pengharapan.


"Ck apa Mami lupa calon kekasihku itu macan betina makanya aku belum berani bawa dia kehadapan kalian. " decak Mike sambil mendengus keras.


"Hahaha kasihan putera mami yang tampan ini yang katanya mafia tapi takut sama seorang gadis ck. " ujar Renata dengan senyum meledeknya.


Mike mendelik mendengar ucapan maminya dan hendak membalasnya namun Papi Nicho memberi alarm berbahaya sontak Mike berdecih.


"Dasar Papi bucin. " gumam Mike kesal.


"Papi dengar ucapanmu Mike. " Sahut Nicholas memasang wajah datarnya.


Reaksi Rean dan Kenan tentu saja tertawa terpingkal pingkal melihat Mike yang diejek ibunya.Gladys mengulum senyumnya melihat keponakannya diledek habis habisan.


Mike memilih diam dan mengumpati maminya dalam hati.Nicholas memqndang puteranya dengan sorot mematikan.


"Jangan mengumpati mamimu dikepalamu nak atau Papi akan memotong masa depanmu. " ujar Nicholas.


Mike melotot mendengar ucapan sang papi tercinta dan semakin kesal saat para sahabatnya menertawakan dirinya begitu juga dengan para paman dan bibinya yang lain.


"Nicholas, Hendery dan lainnya ikut aku. " ujar Zachary.


Para pria paruh baya langsung pergi dan mengobrol di tempat lain menyisakan para wanita dan putera mereka.Gladys langsung menatap putera bungsunya dengan intens.


"Oh ya Sean di mana kakakmu Alvaro? " tanya Gladys, wanita paruh baya yang masih cukup cantik dan anggun diusianya.


"Ibu sangat merindukan Alvaro dan entah kenapa dia memilih tinggal di mansionnya daripada di mansion ayahmu ini Sean. " gumam Gladys dengan lirih.


Sean dan Mike saling melirik satu sama lain dan keduanya membuang nafas kasar.Tak lama kemudian Caramel datang bersama dengan paman Tomy. Mike membulatkan matanya melihat lengan kanan gadisnya yang tersayat. Diapun bangkit dan langsung menggendong tubuh Caramel lalu menaruhnya di sofa.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Caramel paman Tomy? " tanya Mike khawatir.


"Sepertinya ada yang berniat melenyapkan gadismu Mike. " jawab paman Tomy.


"Sudahlah Mike aku tidak apa apa. " sergah Caramel sambil mengobati lengan tangannya.


Gladys langsung menyerahkan kotak p3knya pada Sean.Sean mengambilnya lalu mengobati lengan Caramel yang mengeluarkan darah terus menerus. Setelah selesai menhobati Mike langsung menatap tajam kearah Caramel.


"Aku sudah bilang berulang kali Caramel untuk berhenti membunuh orang karena taruhannya nyawamu. " geram Mike menahan emosinya.


"Aku tidak peduli Mike!


Mike mendengus keras melihat sikap Caramel yang keras kepala. Mami Renata mengulas senyumnya melihat sikap puteranya pada Caramel.


"Mike jadi gadis ini yang akan jadi calon istri kamu kelak. " ucap Mami Renata.


"Eh bukan tante saya cuma temannya Mike. " bantah Caramel sambil melirik sinis Mike.


Mike terkekeh melupakan kekesalannya pada Caramel.Tanpa aba aba dia bopong tubuh gadisnya lalu membawanya ke kamar.


"Mike kamu mau bawa aku ke mana. " pekik Caramel panik.


"Mulai sekarang tinggal di mansion keluarga Walter dan tidak ada bantahan. " tegas Mike pada Caramel.


Caramel terdiam mendengar nada tegas dari MikeMike tersenyum tipis lalu pergi meninggalkan keluarganya.Renata dan Gladys menatap kepergian Mike dengan raut bahagianya.


"Akhirnya puteraku menemukan pawangnya. " ucap Renata sambil terkekeh.


Clara merasa iri langsung melirik kearah puteranya Rean.Rean meneguk ludahnya kasar melihat tatapan mommynya yang memelas.


"Aku belum ingin menikah mommy. " gumam Rean dengan pelan.


Clara mendesah kecewa mendengar jawaban puteranya namun berbeda dengan Yuri yang hanya tersenyum kearah putera dan puterinya yaitu Dexter dan Adelia.Sean hanya bisa menahan tawanya melihat expresi para sepupu sekaligus dan sahabatnya yang tertekan karena permintaan sama dari ibu mereka masing masing.


Drt drt drt.


Sean merasakan getaran dalam sakunya langsung saja meraih ponselnya dan memeriksa pesan yang masuk.


from 085 xxx xxx


Lihat saja sebentar lagi keluargamu akan hancur Sean haha


Sean menggeram emosi sambil mengenggam erat ponselnya.Dexter yang melihat raut wajah Sean yang tidak biasa segera merebut ponsel Sean lalu membacanya.Dia terkejut dan ikut mengepalkan tangannya membaca pesan dari seseorang tidak mereka kenal.


"Kenan cepat selidiki siapa pemilik nomor itu. " ujarnya dengan diselimuti amarah.


"Baiklah Sean. " Kenan mengambil ponsel Sean dari tangan Dexter lalu membawanya ke ruang kerja pamannya.


"Harusnya Alvaro ikut memikirkan cara agar sistem keamanan inti BSG semakin sulit ditembus tapi dia sekarang bersama wanita jal**ngnya itu. " batin Sean emosi.


Para wanita paruh baya hanya diam memperhatikan anak anak mereka yang tengah sibuk.


TBC