Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Season 2 Part 5



Di season 2 ini akan kembali terjadi pertumpahan darah lagi namun lebih sadis daripada season 1 🤣🤣


Jangan nebak nebak Elleanor endingnya bakal sama siapa soalnya kalau tidak sesuai harapan kalian mungkin saja kalian kecewa terus neror author 😂😂😝😝


Ketika Dendam menguasai diri akal sehatpun kalah dan langsung lenyap seketika kala kebencian yang menyelimuti hati kian membesar seiring sejalannya waktu.


Happy Reading!!


Seorang pria kini berdiri menghadap lurus pada pemandangan dari balik kaca balkon sambil menyesap cerutunya.


"Sebentar lagi dendamku akan terbalas melewati wanita tak berguna itu. " gumam pria itu dengan seringainya yang menakutkan.


Maxton Antonio Weil, salah satu pria yang terjun dalam mafia sama seperti halnya Alvaro dan Sean.Kini Dia tengah merencanakan membalaskan dendam paman dan bibinya yang telah tewas ditangan keluarga Walter.


Tap tap tap suara langkah kaki mendekat kearahnya.


"Boss, kapal yang membawa persenjataan kita dua hari lagi akan sampai. " ujar Rafka, asistennya.


"Suruh anak buahmu berjaga jaga dipelabuhan jangan sampai inti BSG mengacaukan dan merebutnya. " perintah Max dengan raut datarnya.


"Iya Boss. " Rafka langsung ke luar meninggalkan Max sendiri.


Membuang puntung rokoknya, Max keluar dari kamar dan menuruni tangga.Dia bergegas pergi ke dapur mengambil sebotol minuman dingin lalu membukanya setelah itu meneguknya.


Setelah puas melepaskan dahaganya Maxton langsung pergi ke ruangan rahasianya.Dia menempelkan sidik jarinya dan secara ototkatis pintunya terbuka,Maxpun langsung masuk ke dalam.


Dia langsung menyeringai menatap foto keluarga Walter yang terpajang di dinding sudut ruangan.Maxton telah mengetahui siapa saja yang berhubungan dengan keluarga Walter akan menjadi musuhnya juga.


"Pertama tama aku akan menghancurkan sang ketua mafia dari inti BSG, Alvaro Dominic Walter. " gumam Max dengan sorot tajamnya.


"Lihat saja kehancuran akan segera menghampirimu Alvaro dan takkan aku biarkan kau hidup dengan tenang setelah dulu ayahmu melenyapkan paman dan bibiku. " desis Maxton sambil menatap foto Alvaro dengan sorot membunuhnya.


Maxton memutuskan keluar dan kembali menutupnya dari luar setelah itu berlalu pergi menuju ke ruang tamu.Namun tiba tiba pandangannya teringat dengan sosok Elle sontak hal itu membuatnya tersenyum miring.


"Sepertinya aku bisa menggunakan gadis itu untuk menghancurkan saudara Alvaro yaitu Sean. " batin Maxton.


Maxpun bergegas ke luar dari mansion megahnya setelah itu masuk ke dalam mobil lamborghininya dan melajukannya kencang menuju ke kampus Elle.


Selama dalam perjalanan, Max menyuruh anak buahnya untuk mengawasi Elle sampai dia datang ke sana.


Max memarkirkan mobilnya tak jauh dari kampus Elle. Tak lama kemudian keluarlah mobil Elle yang melaju meninggalkan kampus dan Max mengikuti mobil gadis incarannya dari belakang.


Dengan liciknya Max menghubungi anak buahnya agar menabrak mobil Elle dari belakang.


Brak suara tabrakan mobil


Anak buah Max langsung pergi setepah menyelesaikan tugasnya.Max tersenyum puas lalu melajukan mobilnya mendekat kearah mobil Elle.Max langsung turun dan langsung menghampiri Elle.


Ellepun turun dari mobil dan terlihat masih syok dengan kejadian yang baru dialaminya.Tap tap tap suara langkah kaki membuatnya menoleh.


"Apa yang terjadi padamu Nona? " tanya Maxton dengan memasang wajah pura pura terkejutnya.


"Entahlah Tuan tadi ada mobil yang tiba tiba menabrakku dari belakang. " ungkap Elle dengan nada gemetar.


Elle mengangguk tanpa ada rasa curiga lalu masuk ke mobil Max.Max tersenyum miring lalu masuk dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh meninggalkan tempat kejadian tabrakan.


Selama di dalam mobil Elle mengatur nafasnya memburu akibat masih syok dengan kejadian barusan.Dia berkali kali membuang nafas berat melupakan kejadian tadi yang berputar di kepalanya.


"Kalau boleh tahu siapa nama kamu Nona? " tanya Max.


"Aku Elleanor biasa Dipanggil Elle Tuan. " balas Elle setelah merasa sedikit tenang.


"Aku Maxton. " sahutnya singkat.


Setelah itu keheningan kembali melanda keduanya.Elle mengambil ponselnya setelah itu menghubungi Sean.


( sambungan terhubung)


"Halo Sean. " sapanya dengan nada gemetar.


"Elle ada apa kenapa suara kamu seperti orang ketakutan. " sahut Sean dengan panik diujung sana.


"Datanglah ke Mansionku nanti aku ceritakan di sana. " terang Elle.


"Oke. "


Elle memutus sambungan teleponnya lalu memasukkan ponselnya dalam tas.Diapun menoleh kearah Max yang tengah fokus menyetir.


"Tolong antarkan aku ke jln xxx no 10 Tuan Max. " pinta Elle.


"Baiklah Elle. "


Max langsung melajukan mobilnya menuju ke mansion keluarga Kendrick.Setibanya di sana merekapun turun dari mobil.Elle langsung berlari dan berhambur kendalam pelukan Sean. Sean membalas pelukan Elle sambil mengerutkan dahinya bingung dan terdengar isakan kecil di dadanya.


"Elle katakan ada apa kenapa kamu ketakutan! cecar Sean.


Elle melepaskan pelukannya dan menatap Sean dengan raut ketakutan lalu diapun langsung menceritakan kejadian yang dialaminya pada Sean.Sean tentu saja terkejut dan melirik kearah Max yang terdiam menatap mereka setelah itu kembali menatap Elle.


"Baiklah biar aku yang akan menyelidikinya Elle.Kamu tenang saja oke jangan khawatir. " ucap Sean dengan tulus.


"Iya dan untungnya Tuan Max menolongku Sean. " ujar Elle sambil menoleh kearah Max.


Sean menoleh dan menatap kearah Sean.Max menjulurkan tangannya dan dibalas oleh Sean yang menyambut perkenalan mereka.


"Maxton. "


"Sean. " Sean melepaskan jabatan mereka berdua.


"Baiklah aku pergi dulu Elle, Sean. " pamit Max basa basi.


"Iya Hati hati tuan. "


Max mengangguk lalu masuk ke mobil dan mslaju meninggalkan kediaman Elle.Merwka berdua menatap kepergian Max setelah itu Elle mengajak Sean masuk ke dalam dan Seanpun menurutinya.


TBC