Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Rencana yang matang



Di penthouse Nicholas


Renata menghampiri kekasihnya yang berada di balkon lantai atas.Grep Diapun memeluk tubuh tegap dan kekar pria yang dicintainya tersebut.Cup Dia cium sekilas tubuh sang kekasih dengan lembut setelah itu kembali bersandar di punggung Nicholas.


"Sayang apakah kamu masih marah? " cicit Renata dengan pelan.


Nicholas membuang nafas berat mengusap tangan wanitanya lalu berbalik dan merengkuh posesif pinggang ramping Renata.Kini tatapan mereka bertemu saling mengunci dan menyelami satu sama lain.


"Aku tidak marah Honey! Hanya saja aku ingin sekali melenyapkan pangeran sialan itu agar tidak menganggumu lagi. "geram Nicholas dengan emosi tertahan.


Renata mengusap rahang prianya dengan lembut supaya Nicholas tak terbawa emosi setelah itu menatapnya dengan tatapan penuh cinta.


"Kamu harus tahan emosi kamu sayang jangan terpancing dengan apa yang dikatakan pria itu pada kita. " ujar Renata dengan lembut.


Nicholas tersenyum tipis lalu mendaratkan ciuman dikening Renata setelah itu membawa wanitanya kedalam dekapannya.Renata membalas pelukan prianya yang sangat jyaman dan hangat menurutnya.


"Aku tetap akan melenyapkan pria sialan itu dari hidup kita. " ucap Nicholas dengan tegas.


"Iya sayang terserah kamu tapi kamu harus hati hati. " tegur Renata mengusap dada Nicholas dengan lembut.


Nicholas melepaskan dekapannya lalu menyambar bibir Renata dan ********** dengan rakus setelah itu menyudahi ciuman nya.Renata dan Nicholas pergi ke kamar mereka berdua.Renata kini mengambil gaun yang di belinya lalu mencobanya di kamar mandi dan tentu saja Nicholas membiarkannya.


Sementara Nicholas menuangkan wine ke gelasnya kemudian meneguknya tanpa tersisa. Lalu melepaskan kancing kemejanya satu persatu hingga terlihat tubuh sixpacknya.


Tap tap tap suara langkah kaki membuat Nicholas menoleh.Dia tersenyum penuh arti melihat penampilan wanitanya lalu kembali berdiri sambil membawa dua gelas Wine setelah itu memberikannya pada Renata.



Renata menerima gelas berisi wine dari sang kekasih.Nicholas meraih pinggang wanitanya dan tersenyum nakal kearah Renata sambil meneguk wine begitu juga dengan Renata. Setelah habis, mereka meletakkan gelasnya di atas meja kemudian tangan nakal Renata mengusap perut sixpack sang kekasih.


Nicholas menggeram merasakan sentuhan tangan kekasihnya pada perutnya hal itu membuat gairahnya naik.Diapun melepaskan kemejanya hingga bertelanjang dada setelah itu merangkul pinggul Renata lalu kembali menyatukan bibir mereka yang kini saling membelit dan ******* satu sama lain.


Renata mengalungkan tangannya dengan mata terpejam merasakan bibir Nicholas kini berganti mencium dan mengigit lehernya hingga meninggalkan bercak roam roam kemerahan.


"Oh emm ah. " desah Renata.


Setelah puas memberi tanda di leher wanitanya, kini Nicholas beralih melepaskan gaun yang di pakai Renata kemudian meremas dua gundukan yang tak terbalut bra hal itu membuatnya terkejut dan tersenyum kearah Renata.


"Sweety kamu benar benar nakal ya. " ucap Nicholas tersenyum mesum.


"Ceh bukannya kamu suka sayang. " sindir Renata tersenyum nakal.


"Sangat suka. " Nicholas membopong tubuh wanitanya lalu membaringkannya di ranjang.


Nicholas langsung melahap dan meremas dua gundukan favoritnya yang kenyal padat dan berisi.Renata mengelus kepala prianya dan dia membiarkan kekasihnya melakukan apa yang di inginkan kekasihnya tersebut.


Setelah puas bermain, Nicholas kembali menatap Renata yang membenahi gaunnya. Setelah selesai, Renata menduselkan wajahnya di dada bidang pujaan hatinya.Nicholas terkekeh geli melihat tingkah manja wanitanya barusan.


Meskipun sedikit heran namun dia tetap suka dengan sikap Renata yang bermanja padanya.


"Sayang Aku sudah telat datang bulan selama dua minggu jangan jangan.. " ucap Renata pelan.


Renata langsung menunduk ke bawah dan menyentuh perut ratanya lalu mengusapnya hal itu membuat Nicholas merasa bingung.


"Ada apa sayang jelaskan padaku? " cecar Nicholas.


"Aku menduga kalau aku hamil sayang karena sudah telat dua minggu aku tak datang bulan. " ujar Renata.


"Benarkah sayang ayo kita ke dokter sekarang juga. " sahut Nicholas dengan penuh semangat.


"Iya ayo tapi ganti baju dulu honey. "


Nicholas mengangguk lalu mereka bangkit dari ranjang dan segera berganti pakaian masing masing.


(┛❍ᴥ❍)┛彡┻━┻


Di Villa GoldRose Ramada


Agra langsung menerima ramuan dari tabib istana.Diapun tersenyum penuh arti menatap botol kecil dalam genggamannya tersebut.


"Adakah Efek samping dari obat ini jika menggunakan dosis yang melebihi yang disarankan. " ucap Agra penasaran.


"Tentu saja ada Yang Mulia dan efek sampingnya cukup berbahaya. " jawab tabib Han dengan sopan dan ramah.


"Baiklah kamu boleh pergi Tabib. "


"Saya permisi Yang Mulia. " tabib langsung membungkukan tubuhnya pertanda hormat lalu pergi dari hadapan Agra.


Agra memasukkan botol tersebut dalam sakunya kemudian menghubungi orang suruhannya yang mengawasi Nicholas dan Renata.


"Mereka berdua saat ini tengah berada di rumah sakit Yang Mulia. "


"Untuk apa mereka ke sana! Kamu terus awasi mereka lalu laporkan semuanya padaku. "


"Baik Yang Mulia. "


Agra mengakhiri pembicaraannya dengan anak buahnya setelah itu memasukkan ponselnya dalam saku.


TBC



jangan lupa like vote dan komen novel baru author ya hehe


Serta Rate bintang 5 ⭐⭐⭐⭐⭐