Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Season 2 Part 25



Ngomong ngomong kalau novel ini Author tamatkan diepisode 100 bagaimana???


Satu minggu kemudian


Hari ini hari di mana Sean akan pergi ke Italia. Sebelum pergi ke bandara, Sean berkunjung ke mansion Max untuk berpamitan pada Elle dan Maxton. Sampai di sana seperti biasa dia disambut tatapan tajam dari Max namun Sean hanya membalasnya dengan senyuman tengilnya.


"Aku datang ke mari ingin pamit. Elle terlihat bingung dengan ucapan sahabatnya itu. Tanpa ragu Sean membawa Elle kedalam pelukannya, Max hendak protes namun dia mengurungkan niatnya.


Sean menghirup aroma lavender dari tubuh wanita yang dicintainya untuk terakhir kalinya setelah itu mendaratkan kecupan di kening Elle sekilas. Tak lama kemudian melepaskan tubuh Elle, Elle nampak terkejut dengan tindakan Sean barusan. "Aku akan pergi ke Italia hari ini, Kamu Max jaga Elle dan bahagiakan dia. Jika aku tahu kamu menyakitinya maka aku akan kembali merebutnya darimu. " ujar Sean.


"Tanpa kamu minta aku akan lakukan itu. Max terlihat mengubah tatapan tajamnya memjadi tatapan hangatnya. Sean datang kearahnya dan mereka saling berpelukan sekilas. Elle merasa terharu melihat suami dan sahabatnya kini akur dan damai.


Sean kembali melirik Elle, tatapannya jatuh pada perut buncitnya. Dia nampak sangat bahagia melihatnya tanpa ada niat apapun, "Aku kelak akan mengajari putera sulung kalian menggunakan pistol saat dia sudah dewasa. " serunya.


"Tentu saja boleh lagian mereka berdua calon keponakanmu Sean. " sahut Max dengan tulus.


Elle mendekati Sean, mengambil tangannya lalu mengenggamnya sambil berkata. "Kamu berhak bahagia Sean. Di sana temukan gadis cantik yang memikat hatimu dan jadikanlah dia pasanganmu. " imbuh Elle.


"Entahlah Elle apa aku bisa jatuh cinta lagi mengingat hatiku dimiliki olehmu. " Elle terdiam membeku.Sean mengulas senyumnya melihat reaksi dari Elle.


"Kalau begitu selamat tinggal Elle, Maxton. Sean berbalik dan berlalu dari sana membawa cinta sepihaknya terhadap Elleanor. Elle dan Max menatap kepergian Sean dengan raut sedih sekaligus penuh harap.


Elle mendekati suaminya. Max merengkuh tubuh berisi Elle kedalam rengkuhan dada bidangnya. Berulang ulang dia daratkan kecupan di kening dan bibi istrinya. "Aku harap di italia Sean menemukan gadis yang lebih baik dariku. " gumam Elle.


"Lebih baik kita duduk sayang. " Ellepun mengangguk membiarkan suaminya menuntunnya ke ruang tamu.


Tak lama kemudian Caramel dan Mike datang berkunjung ke kediaman. Max nampak menyambut kedatangan mereka dengan tangan terbuka.


Elle mengulas senyumnya kearah Caramel yang menyodorkan selembar undangan padanya. Elle meraihnya dan terkejut membaca undangan tersebut sambil berkata, "Akhirnya dua orang layaknya kucing dan tikus bersatu juga akhirnya dalam ikatan pernikahan. " gurau Elle dengan senyuman gelinya dibibir mungilnya.


Caramel tergelak mendengar cibiran dari Elle, sahabat yang baru dikenalnya namun sudah sangat akrab layaknya saudara sendiri. "Si pria mesum selalu mengancamku dengan cara dia akan membuatku hamil jika aku menolak lagi. " seru Caramel sambil melirik Mike yang terkekeh.


"Kalian pasangan lucu ya. " tawa merdu Elle menggema dalam mansion. Max mengulum senyumnya melihat tawa istrinya yang begitu lepas tanpa ada beban.


"Oh ya Elle kapan kamu melahirkan. " Caramel nampak sangat tidak sabar menanti ke dua anak Elle dan Max lahir.


"Kata dokter hplnya 2 minggu lagi Caramel. " Elle nampak tersenyum merekah mengatakan waktu melahirkan kedua bayinya.Caramel manggut manggut mendengar penjelasan Elle.


Elle terdiam sejenak. Dia nampak ragu dan sungkan menanyakan sesuatu pada Mike dan Caramel.Diapun membuang nafas pelan lalu kembali melirik kedua temannya, "Bagaimana kabar dari Alvaro sekarang? " cetusnya pelan.


Caramel melirik Mike sekilas. Lalu kembali menatap Elle sambil mendesah berat, "Dia masih terpuruk Elle tapi masih ada baby Rion yang menjadi penyemangatnya. " Mike nampak menghela nafas mendengar pertanyaan dari istrinya barusan.


Suasana nampak awkard kali ini. Elle melirik suaminya yang menekuk wajahnya, sontak membuatnya merasa bersalah dan tak enak hati. Dia genggam tangan Max hingga membuatnya menoleh kearahnya dan Max terpaksa menampilkan senyumnya hal itu disadari oleh Elle.


"Eh ya sudah aku ke dapur kalian ya soalnya kami haus. Caramel mencoba mencairkan suasana tegang saat ini. Elle menatapnya sambil mengangguk menatap kepergian Caramel.


Mike yang melihat tingkah Maxton hanya menahan tawanya dan berkata. "Sudahlah Max jangan cemburu pada istrimu. Percayalah Elle hanya mencintaimu dan janganlah bersikap kekanakan. " tandasnya. Max tak bergeming. masih menampilkan raut datarnya dihadapan istrinya serta sahabatnya.


Tak lama kemudian Caramel kembali menaruh minumannya di meja. Elle tengah merutuki kebodohannya yang kembali membahas Alvaro saat mereka mengobrol. Melihat sikap diam suaminya Elle memilih bungkam dan tak ingin menegurnya yang akan berdampak Maxton semakin marah pada dirinya.


"Kami pasti akan datang ke pesta bahagia kalian! Tatapan Maxton terus tertuju pada wanita yang dicintainya tersebut. Entah kenapa dia merasa bersalah karena membuat istrinya itu tertekan dan tidak nyaman dengan sikap cemburunya yang berlebihan itu.


"Elle kita ngobrol di teras yuk. " Caramel mencoba membuat sahabatnya rilex dan tak tertekan dengan keadaan. Elleanor sempat beradu pandang dengan manik kelam Max.


Setelah itu mengangguk pada Caramel lalu bangkit dari sofa dan langsung dipapah Caramel meninggalkan para pria mereka masing masing di ruang tamu. Mike berdecak kesal melihat raut datar dan tatapan sulit diartikan di wajah Maxton.


"Sama menyebalkannya seperti Alvaro. " rutuknya dalam hati.


"Minta maaflah pada Elle. Hiburlah istrimu itu Max dan jangan sampai dia tertekan lalu berakhir stress hingga menganggu kehamilannya yang sudah tua. " ujar Mike memberi nasihat.


Helaan nafas terdengar dari bibir Max. Max nampak memijit pelipisnya pelan lalu mengusap wajahnya kasar.


TBC