
Dua hari berikutnya
Saat ini Erick pergi membeli buah untuk kakak iparnya.Setelah selesai membayar, Diapun langsung pergi dari toko buah tersebut.
Saat di perjalanan pulang,Dia merasa curiga dengan motor dibelakangnya yang mengikuti dirinya.
"Ck seharusnya menjadi masa tenang karena belum ada musuh tapi ternyata ada cecunguk yang mencari masalah denganku. " seringai menghiasi wajah tampannya tersebut.
Ckit Erick menghentikan mobilnya lalu turun begitu juga dengan motor di belakangnya.Erick bergegas menghampiri seseorang yang membuntutinya tersebut.
"Cepat buka helmmu. " pinta Erick dengan sorot mata tajamnya.
"Tidak!
Erick berdecih dengan tak sabar melepaskan helm dengan kasar.Dia terkejut melihat seorang wanita di balik helm yang dia buka paksa tersebut.
"Katakan apa alasanmu mengikutiku sejak tadi Nona. " cecar Erick.
...Nadira Marcella Prameswari...
Nadira hanya diam enggan menjawab pertanyaan Erick.Erick merasa kesal langsung duduk di motor gadia tersebut setelah itu tanpa aba aba mengunci pergerakan Nadira.
Erick diam diam terpesona dengan kecantikan yang dimiliki Nadira.Wajah yang cantik, bibir seksi yang tipis menggoda untuk minta dikecup serta hidung mancung Nadira.
"Jawablah Nona cantik sebelum aku ******* bibirmu yang membuatku tergoda ini. " ancam Erick sambil menyentuh bibir Nadira.
"Katakan di mana Henry sekarang? " tanya Nadira tanpa basa basi.
Erick mengerutkan dahinya dan menatap Nadira dengan pandangan menyelidik.Nadira hanya diam dan membalas tatapan pria di depannya.
"Henry, pria yang membeli adikku dan menjadi ayah dari anaknya Rose. " terang Nadira dengan singkat.
"Oh begitu! Henry sudah tewas beberapa minggu yang lalu dan mayatnya sudah aku lempar ke kandang buaya. " ujar Erick dengan santai sambil memperhatikan bibir Nadira.
Nadira tercengang dengan pernyataan Erick barusan.Tanpa menyiakan kesempatan, Dia langsung menerjang bibir tipis menggoda Nadira dan ********** rakus.Nadira terkejut namun tetap diam tapi Erick tidak tinggal diam.
Dia gigit bibir bawah Nadira hingga Nadira membuka mulutnya membuatnya memiliki ruang untuk menyesap segala rasa manis dan bertukar saliva.Lambat laun Nadira ikut hanyut dalam ciuman pertamanya yang telah direbut pria yang tak dikenalnya.
Tak lama kemudian ciuman mereka terlepas, Nsdirs menghirup oksigen sebanyak banyaknya dan langsung melirik sinis kearah Erick.Erick tersenyum puas lalu mengelus paha Nadira dengan lembut setelah itu tanpa aba aba membopongnya menaruhnya dalam mobil miliknya.
Erick melajukan mobilnya meninggalkan motor milik Nadira.
"Hei tuan bagaimana dengan motorku. " protes Nadira.
"Ck biarkan saja nanti aku belikan kamu dengan yang baru. " balas Erick dengan sombong.
"Namaku Erick Alterio Russell bagaimana dengan kamu Nona? " Erick melirik kearah Nadira dengan perasaan penasaran.
"Aku Nadira Marcella Prameswari. "
Setelah itu tak ada percakapan lagi diantara mereka hingga tiba di kediaman Zach. Erick langsung turun dan mengambil beberapa kantong plastiknya di susul Nadira yang mengekorinya dari belakang.
"Nyonya Zachary ini buah buahannya. " panggil Erick pada istri bossnya tersebut.
"Eh Rick terimakasih ya dan siapa gadis cantik disebelahmu. " Gladys menatap lekat kearah Nadira.
"Panggil aku aja Gladys biar lebih akrab dan silakan duduk. "
Nadira mengangguk lalu duduk di sofa begitu juga dengan Erick.Gladys mengulas senyumnya kearah Nadira dan Erick secara bergantian sambil mengelus perut buncitnya.
"Si boss ke mana kakak ipar? " tanya Erick penasaran.
"Zach ke luar sebentar katanya bentar lagi juga pulang. "
Nadira membisikkan sesuatu ke telinga Erick begitu juga sebaliknya.Gladys hanya memandang keduanya dengan raut wajah bingung.
Beberapa menit kemudian
Zach kembali pulang dan langsung duduk di sebelah istrinya.Tanpa malu dia cium istrinya di hadapan Erick dan Nadira.Kedua pipi Gladys merona dan langsung menepuk dada suaminya kesal.
"Dilihatin Erick dan Nadira ish. " protesnya.
Nadira hanya menyunggingkan senyum tipisnya melihat kemesraan pasangan suami istri tersebut.
"Boss, Nadira adalah adiknya Rose, wanita yang dihamili Henry dan kini Nadira mencari Henry. " jelas Erick.
Zach menatap Nadira dengan tatapan datar dan dinginnya.Dia membuang nafas berat setelah itu melirik kearah Nadira.
"Bukankah kamu sudah tahu kabar mengenai Henry dari Erick. " ujar Zach datar.
"Iya Tuan. Tapi bagaimana dengan adikku yang saat ini hamil besar tanpa ada sosok suami dan ayah dari janinnya. " ucap Nadira dengan tegas tanpa ada rasa takut.
"Itu bukan urusanku. "
Nadira mengepalkan tangannya mendengar jawaban santai dari Zachary.Gladys mengusap lengan tangan suaminya tersebut agar tidak terpancing emosinya.
"Mudah sekali anda berbicara tuan. " sengitnya tak terima.
Brak Zach memukul meja di depannya membuat semua orang di sana terlonjak kaget. Gladys segera mengusap perut buncitnya agar tidak terkejut setelah itu menenangkan suaminya.Sorot mata Zach berubah dingin san datar memandang Nadira. Auranya membuat Nadira bergidik ngeri namun tak membuatnya menciut.
"Apa kamu tahu Henry adalah musuh besarku sejak dulu jadi jangan salahkan aku kalau aku membunuhnya. " geram Zach emosi.
"Erick kamu carikan adik wanitamu itu ke sebuah apartemen.Perketat penjagaannya agar keamanannya terjaga sampai Rose
melahirkan. " perintah Zach.
"Siap bos. "
Erick melirik sinis kearah Nadira setelah itu menyeretnya ke luar dari mansion Zach. Setelah kepergian keduanya, Zach langsung menyandarkan tubuhnya di sofa.
"Dasar wanita menyebalkan. " dengusnya.
"Sst hubby tenanglah. Bukannya aku mau membela tapi jika aku diposisinya aku akan melakukan hal yang sama sayang. "
"Mengandung dan melahirkan tanpa ada sosok suami itu sangatlah berat apalagi mereka yatim piatu. " tegur Gladys dengan bijak.
Zach menoleh dan menatap kedua bola mata cokelat istrinya dengan tatapan lekat.Dia mencium kening istrinya sekilas setelah itu kembali memandangnya.
"Ya kamu benar honey dan maafkan aku tadi yang terbawa emosi jika mengingat apa yang dilakukan Henry di masa lalu. "
"Enggak papa Hubby. " Gladys mengusap wajah sang suami.
Zach memeluk pinggang istrinya dari depan lalu membuka kancing daster lalu segera menenggelamkan wajahnya di dua gundukan besar sang istri yang tertutup pakaian dalam.
Gladys mengelus kepala suaminya dengan lembut serta membiarkan sang suami berada di atas dadanya dan kini Zach tengah menyusu seperti bayi.
Tbc