Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Season 2 Part 4



Happy Reading!!


Malam itu petir menyambar disertai hujan deras menambah suasana kian menjadi dingin menusuk permukaan kulit Elle.Elle langsung menutup jendela kamarnya setelah itu kembali berbaring di atas ranjang dan bergelung dalam selimut.


Drt drt drt suara ponsel berbunyi


Elle menjulurkan tangannya lalu meraih ponselnya dan menekan tombol hijau setelah tahu Seanlah yang menghubungi dirinya.


"Ya Sean ada apa? " tanya Elle dengan lirih.


"Tidak hanya saja memastikan keadaanmu apalagi ini petir menyambar disertai hujan deras Elle. " sahut Sean dengan ramah.


Hati Elle menghangat mendapat perhatian kecil dari Sean.Dia merasa sangat beruntung bisa mengenal pria sebaik Sean.


"Elle tidurlah hari sudah larut malam. " ucap Sean dengan lembut.


"Aku takut sama petir Sean. " ucap Elle dengan lirih.


"Pejamkan matamu secara pelan Elle dan anggap saja petirnya enggak ada. "


Elle meletakkan ponselnya di sebelahnya setelah itu memejamkan kedua matanya.Sean memutus sambungan teleponnya setelah Elle tertidur pulas.


🍁🍁


Cahaya matahari menyinari setiap sudut kamar Elle. Elle terusik lalu terbangun dan duduk sambil menguap.Dia meregangkan otot ototnya sekilas setelah itu turun dari ranjang.Setelah itu Elle langsung berjalan menuju ke kamar mandi.


Selesai mandi dan berganti pakaian, Elle memutuskan ke luar dan menuruni tangga.Dia bergegas menghampiri keluarganya di meja makan.


"Pagi Mom, Pagi Dad. " sapa Elle dengan senyum manisnya.


"Pagi juga sayang. " balas Mommy Rose dengan senyuman hangatnya.


Seperti biasa mereka sarapan dengan tenang hanya suara dentingan sendok beradu yang menemani mereka.Setelah selesai Elle berpamitan pada orang tuanya.


"Mom, Dad aku ke kampus dulu. " pamit Elle.


"Ya sayang dan ingat jangan kerumah pria arogan itu. " tegur Daddy Kendrick.


Elle mendengus mendengar ucapan Daddynya. Dia bangkit dan berlalu pergi dari meja makan.


Sementara Mommy Rose berdecak kesal dengan tingkah suaminya dan memilih pergi ke ruang tamu setelah memanggil pelayan.


Daddy Kendrick segera menyusul istri tercinta lalu duduk disebelah Mommy Rose. Mommy mengabaikannya memilih membolak balik majalahnya.


"Maafkan Daddy Mom hanya saja Daddy tidak ingin Elle berurusan dengan keluarga mafia


"Tapi jangan mengekang Elle dengan sikap protectifmu itu Daddy hal itu akan membuat Elle tak tahan dan akhirnya memberontak. " tegur Mommy Rose memberi pengertian pada suaminya.


"Ya baiklah Mom aku akan mengalah membiarkan Elle dekat dengan putera si mafia tengik itu. " ujar Daddy Ken pasrah.


"Nah gitu dong Dad. " Mommy Rose tersenyum lega melihat suaminya mengalah demi puteri mereka.


Di Kampus


Setelah memarkirkan mobilnya seorang pria dan wanita menghampiri Elle.Elle tersenyum melihat kehadiran kedua sahabatnya Nino dan Kanaya.


"Mentang mentang pacaran, kalian lengket banget kayak lem. " gurau Elle.


"Iya dong Elle kamu cepat cari pacar sana biar gak jomblo. " goda Kanaya.


"Masuk kelas yuk. " ajak Elle mengalihkan pembicaraan.


"Oke ayo. "


Mereka bertiga bersama sama menuju ke kelas mereka yang ternyata satu ruangan.Sampai di sana mereka langsung duduk di kursi masing masing.


"Haruskah aku melupakan cintaku pada


Alvaro. " gumam Elle dengan raut bingungnya.


Elle membuang nafas berat mengingat kenangannya dengan Alvaro saat mereka kecil.Segera dia tepis dan berusaha melupakan hal indah itu agar dadanya tidak terasa sesak mengingat sikap Alvaro sekarang telah berbeda.


Tak lama kemudian Dosen masuk ke ruangan. Elle memilih fokus pada jam mata kuliahnya daripada memikirkan Alvaro.Kanaya melieik kearah sahabatnya dan sebenarnya dia merasa kasihan dengan Elle namun tak bisa berbuat banyak.


Dua jam kemudian


Setelah jam makul berakhir, Elle dan kedua sahabatnya memutuskan pergi ke kantin dan mengobrol di sana.Mereka kini fokus pada makanan masing masing namun tidak dengan Elle yang hanya mengaduknya.


"Elle kamu enggak selera makan? " tanya Kanaya penasaran.


"Ya sejak tadi pikiranku hanya terfokus pada sosok Alvaro, Nay. " gumamnya pelan.


"Lupakan dia Elle dan cari pria yang pantas untukmu. " tegur Kanaya memberi masukkan pada sahabatnya.


Nino hanya diam mendengarkan pembicaraan antara Elle dan kekasihnya Kanaya.Setelah menghabiskan makanannya Nino memilih bermain game.


TBC