Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Bayi besar



Sementara Nicholas dan Renata memilih pulang ke mansion mereka sendiri.Turun dari mobil mereka langsung masuk ke dalam dan pergi ke ruang tamu mengistirahatkan tubuh mereka berdua.


Nicholas menoleh kearah sang istri dan menatapnya lekat.


"Sayang bagaimana kalau kita pergi honeymoon 'kan rencana kita kemarin tertunda karena kejadian itu. " seru Nicholas.


Renata merapatkan tubuhnya ke tubuh sang suami lalu mendusel manja di dada Nicholas dan Nicholas mendekapnya.


"Sepertinya enggak usah jauh jauh deh hubby honeymoonnya. " balas Renata sambil tersenyum.


"Aku enggak setuju sayang! Sekarang kamu pilih negara mana yang ingin kamu jadikan tempat honeymoon kita sekaligus tempat kita berlibur. "


"Em bagaimana kalau Venesia. " balas Renata menimpali pertanyaan suaminya.


"Yes that Right. "


Setelah itu keheningan menyelimuti keduanya. Renata meletakkan sebelah tangannya di atas perutnya dan tersenyum getir.Nicholas menghela nafas pelan mengerti dengan apa yang dirasakan istrinya saat ini.


"Tak lama lagi kita akan memilikinya lagi dan aku akan bekerja keras agar kamu segera hamil kembali honey. " bisiknya lembut.


Tanpa aba aba Nicholas langsung membopong tubuh istrinya membuat Renata memekik dan mengalungkan tangannya ke leher sang suami. kemudian membawanya ke kamar mereka untuk memadu kasih.


💕💕


Berbeda dengan keluarga kecil Zachary di kediamannya yang tengah dikerumuni para anggota BS.Gladys menggendong baby Al sambil mengulas senyumnya melihat mansionnya terlihat ramai.


"Matthew kapan kamu dan Yuri melangsungkan pernikahan kalian? " tanya Gladys penasaran.


"Em sepertinya satu minggu lagi Nona. " jawab Matthew tersenyum canggung.


"Bagaimana kalau bareng pernikahan Hendery dan Clara. " ucap Gladys memberi saran.


Hendery dan Clara saling melirik satu sama lain setelah itu melirik kearah Gladys sambil tersenyum kikuk.


"Maaf Nona tapi kami berdua hanya teman. " jawab Clara.


Gladys pun memilih diam dan tak bertanya lagi. Tatapannya kini beralih pada baby Al yang berada dalam gendongannya.


Oek oek oek


suara tangis baby Al menggema dalam ruangan.Gladys langsung berdiri dan mengajak putera kecilnya ke luar.


"Sayang kamu pasti bosan ya berada di dalam hemm. " ucap Gladys pada baby Al.


Gladys memutuskan duduk di Gazebo sambil menimang baby Alvaro.Di ruang tamu Zach kenyesap kopinya sambil menatap Matthew dan Hendery secara bergantian.


"Baiklah boss kami semua izin pulang dulu dan hendak kencan dengan pasangan masing masing. " celetuk Hendery.


"Ya bersenang senanglah atau perlu kalian berlibur biar aku yang membayarnya. " tawar Zachary tersenyum tipis.


"Wah boss terimakasih. " sahut Erick dengan mata bersinar.


"Ya. "


"Sayang jika baby Al haus harusnya kamu membawanya ke kamar kalau ada pria lain yang melihat dadamu bagaimana. " decak Zach dengan kesal.


Gladys memutar bola matanya malas melihat sikap posesif suaminya namun tetap saja membuatnya senang.


pluk Baby Al menyudahi kegiatannya dan Gladys membenahi kancing dasternya kembali setelah itu menatap suaminya lekat.


"Sayang sudahlah jangan marah marah okey lagian tidak ada siapapun disini hanya ada kamu dan aku serta pelayan. " rayu Gladys sambil tersenyum.


Zach langsung luluh mendengar rayuan istrinya.Dia berikan kecupan di kening dan bibir Gladys sekilas setelah itu memandangnya penuh pemujaan.


"I love you sayang dan putera kita baby Alvaro. " ucap Zach dengan tulus.


"Me too Hubby. Aku juga cinta kamu dan putera kecil kita Alvaro. " balas Gladys tersenyum manis.


Zachary POV


Mommy, Daddy tenanglah di atas sana karena aku berhasil membalaskan dendam kalian. Sekarang semuanya berakhir damai dan tenang.Aku harap selamanya akan seperti dan aku sangat bahagia memiliki istri seperti Gladys dan buah hati kami Alvaro.Doakan aku agar mampu melindungi anak dan istriku Mom, Dad.


"Yuk sayang masuk ke dalam hari sudah sore dan putera kecil kita saatnya mandi. " ajak Zachary.


"Iya Hubby ayo. "


Merekapun masuk kembali ke dalam mansion dan bergegas pergi ke kamar mereka di atas.


Di dalam kamar



Gladys dengan cekatan memandikan putera kecilnya dengan hati hati di bantu oleh Zach suaminya.Beberapa menit kemudian setelah selesai memandikan dan memakaikan baju pada baby Al.Zach segera menggendongnya lalu menidurkan puteranya dalam box bayi.


"Wah putera Daddy sudah harum ya sayang. " ucap Zach tersenyum menatap puteranya.


"Iya Daddy. " balas Gladys menirukan suara anak kecil.


Zachary segera mengajak istrinya pergi ke balkon setelah itu mendekapnya dari belakang. Gladys mengusap lembut tangan suaminya yang memeluk dirinya.


"Sayang bagaimana kalau kita buat adik untuk Alvaro. " goda Zach pada istrinya.


"Hubby baby Al masih bayi kalau mau punya adik ya baby Al nya harus umur lima tahun dulu dong. " ujar Gladys.


"Ah lamanya. " keluh Zachary menyandarkan dagunya dipundak istrinya.


Gladys tersenyum geli mendengar keluhan dari suaminya tersebut.Dia membalik tubuhnya dan memeluk tubuh kekar suaminya.Zach langsung mendusel dengan nyamannya di dada istrinya yang besar.


"My big baby. " ledek Gladys.


Zach mengabaikan ledekan istrinya lalu membawa istrinya ke atas ranjang dan merekapun berbaring di sana.


TBC