Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Season 2 Part 15



Happy Reading!!


Maxton terdiam dan menatap lekat istrinya yang tengah melepas rindu bersama orang tuanya.Egois ya dia merasa egois karena dulu membawa kabur Elle dari kedua orang tuanya.


"Nak apa kamu bahagia bersama Max suamimu. " cecar Daddy Kendrick menatap puterinya tersebut.


"Bahagia Daddy aku sudah menerima Max sebagai suamiku dan menyesali sikapku kemarin yang mengabaikan dia. " jawab Elle tersenyum tipis.


"Mom,Dad jenis kelamin calon anak kami yaitu laki dan perempuan. " ungkap Elle.


"Wah selamat sayang kamu mendapatkan anak kembar laki laki dan perempuan. " ucap Mommy Rose dengan senyum bahagianya.


Elle mengangguk dan mengusap perut buncitnya dengan lembut.Tiba tiba dia teringat dengan orang tua Alvaro dan juga Sean.


"Mom, Aku kangen sama bibi Gladys dan ingin makan masakannya. " ucap Elle pelan.


Mommy Rose menoleh kearah menantunya lalu memberinya kode. Maxpun mengangguk dan membantu istrinya berdiri dan berjalan meninggalkan mansion mertuanya.Kedua orang tua Elle menyusul dan masuk ke mobil masing masing.


Selama di dalam perjalanan Elle menoleh dan memperhatikan suaminya yang terdiam.Diapun merasa bersalah karena membuat Max merasa tidak nyaman dengan permintaannya.


"Hubby sebaiknya kita balik saja jika permintaanku tidak membuatmu nyaman. " ujarnya lirih.


"Enggak papa sayang sebentar lagi sampai dikediaman Walter. " seru Max tersenyum tipis.


30 menit berlalu


Setelah memarkirkan mobilnya, Max membantu istrinya turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam mansion diikuti orang tua Elle seyelah pelayan membukakan pintu untuk mereka.


"Siang paman, siang bibi. " sapa Elle dengan senyum manisnya.


"Elle sayang. " Ibu Gladys bangkit dan langsung menghampiri keponakan tersayangnya.


Gladys memeluk tubuh Elle setelah itu melepaskannya lalu mengelus perut buncit Elle lembut.


"Bibi seneng akhirnya kamu kemari lagi Elle. " serunya.


"Aku juga bibi. " balasnya.


Elle dan Max langsung duduk di sofa begitu juga dengan orang tua Elle.Sean menuruni tangga dan menemui orang tuanya.Tatapannya beradu dengan tatapan Elle namun Elle segera memalingkan wajahnya kearah sang suami.


Max mengepalkan tangannya melihat tatapan kerinduan dari bola mata Sean pada Elle istrinya.Daddy Kendrick yang menyadarinya segera menepuk pelan pundak menantunya membuat Max menoleh.


"Tahan emosimu nak. " tegur Daddy Ken.


"Iya Dad aku tahu! sahutnya.


"Elle bagaimana kabarmu? " tanya Sean basa basi.


"Aku baik Sean. "


Tatapan Sean beralih pada perut buncit Elle yang membuatnya tersenyum getir.Max tersenyum menyeringai melihat wajah frustrasi dari rivalnya tersebut dan dengan sengaja merengkuh pinggul Elle dihadapan Sean.Sean berdecih kesal melihat kelakuan Max yang membuatnya terbakar api cemburu.


"Tuan Max yang terhormat bisakah aku berbicara dengan istrimu sebentar. " ujar Sean tanpa tahu malu.


Max melirik istrinya yang tengah mengenggam tangan dirinya.Dia mengecup kening dan bibir Elle dihadapan Sean dan lainnya.


"Bicaralah dengan mafia busuk itu sayang kalau ada apa apa panggil aku. " ucapnya lembut.


"Iya Hubby. " jawabnya sambil tersenyum manis.


Ellepun bangkit dan berjalan mengikuti Sean menuju ke teras samping mansion.Max menatap kepergian istrinya dengan lekat setelah itu beralih pada kedua mertuanya.


💔💔


Di teras


Tanpa ragu Sean membawa Elle ke dalam pelukannya melepaskan segala kerinduan pada wanita dalam pelukannya tersebut.Elle terdiam membeku terkejut dengan apa yang dilakukan Sean.Diapun segera mendorong pelan tubuh Sean hingga pelukannya terlepas.



"Maaf Sean tak seharusnya kamu memelukku karena aku wanita bersuami. " ujar Elle sambil mengusap perutnya.


"Elle aku sangat mencintaimu. " ucap Sean sambil menatap manik cokelat wanita yang dicintainya sejak kecil.


Diapun menghembuskan nafas berat setelah itu kembali menatap Sean.Sebenarnya Elle tidak tega melihat raut kecewa Sean tapi tak dipungkiri hatinya kini dimiliki Max suaminya.


"Tapi sejak dulu aku hanya menganggapmu teman Sean. " ucap Elle dengan lembut.


"Lalu bagaimana dengan si brengsek itu yang merenggut kesucianmu tapi kamu malah memaafkannya dengan mudah Elle. " desak Sean.


Raut kecewa terpancar di wajah Sean kala menatap Elle sontak membuat Elle merasa bersalah padanya.


"Dari awal pernikahan aku dan Max, aku selalu bersikap dingin padanya dan tak pernah menganggapnya ada. " Elle menjeda ucapannya dan menetralkan nada suaranya.


"Baru tiga bulan aku menyadari kesalahanku padanya dan memutuskan menerimanya karena segala perhatian Max padaku dan calon anak kami. " terang Elle.


"Tapi Elle. " protes Sean.


"Stop Sean jangan menjelekkan suamiku lagi dan kumohon lupakan aku karena aku tidak pantas untukmu. " Elle berbalik dan hendak pergi namun Sean menahan tangannya.


Elle berbalik dan memcoba melepaskan cekalan tangan Sean.Dari kejauhan tatapan Max menajam dan bergegas menghampiri istrinya dan Sean.


Dia menepis kasar tangan Sean lalu membawa istrinya menjauh setelah itu menghampiri Sean.


Bug bugh pukulan bertubi tubi Max layangkan ke wajah Sean.Elle terkejut melihat suaminya bertengkar dengan Sean.


"Max hentikan. " teriak Elle memanggil suaminya namun tak dihiraukan Max.


Para orang tuapun datang dan langsung menghampiri Max dan Sean.Daddy Ken menghentikan menantunya sementara Ayah Zach menahan tubuh putera bungsunya.


"Aku takkan membiarkanmu mengganggu istriku sialan. " geram Max dengan emosi menggebu


"Aku akan merebut Elle darimu Max. " bentak Sean diliputi amarah.


"Sean cukup! bentak Ayah Zachary.


Elle kini menangis sesegukan melihat wajah suaminya yang babak belur dan ini semua karena dirinya yang menjadi penyebabnya.


"Max lebih baik kamu hampiri istrimu. " tegur Daddy Ken.


Max berjalan menghampiri Elle yang menangis. Elle langsung berhambur ke dalam pelukan suaminya dengan pelan dan tangisnya langsung pecah.Sementara para orang tua hanya bisa menghela nafas berat.Ayah Zach segera menyeret Sean pergi dari sana agar tidak terjadi kekacauan lagi.


"Sayang kita pulang ya. " ajak Max pada istrinya.


"Huum. " Max menuntun istrinya ke luar dari kediaman keluarga walter.


Gladys merasa tidak enak dengan Rose dan juga Kendrick atas kekacauan yang di sebabkan Sean.Mommy Rose memberi kode tidak papa setelah itu pergi dari sana.


Saat di luar Elle dan Max berpapasan dengan Alvaro dan juga Serra.Elle hanya memalingkan wajahnya dan tak peduli pada keduanya.Max langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan mansion keluarga Walter.


Alvaro dan Serra menatap kepergian mereka dengan penuh tanda tanya.Keduanyapun langsung masuk ke dalam menemui orang tua Alvaro.


"Bu sebenarnya apa yang terjadi


barusan? " tanya Alvaro.


Gladys memgatakan semuanya pada putera sulungnya tersebut.Alvaro berdecak kesal dengan tingkah adiknya itu dan kebenciannya pada Elle kian membara.


"Hanya karena wanita itu Sean membelanya mati matian cih. " dengus Alvaro.


"Cukup nak jangan hina Elle dengan ucapan kotormu itu. " tegas Ibu.


Gladys berlalu pergi meninggalkan putera dan calon menantunya.Serra segera menenangkan empsi calon suaminya.


"Kenapa Bibi Gladys membela Elle segitunya


Al. " cetus Serra.


"Entahlah aku tidak tahu! Jangan bahas wqnita itu lagi didepanku aku muak. " Alvaro merangkul Serra dan membawanya ke ruang tamu.


Serra memilih diam tak ingin berdebat dengan calon suaminya tersebut.


TBC