Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Ngidam



Zach kini tengah mengumpulkan para anggota BS di ruang tamu. Erick dan Matthew saling melirik satu sama lain dengan raut bingung.


"Ada apa Boss kenapa boss mengumpulkan kami di sini? " tanya Hendery penasaran.


"Kekasihku Gladys tengah hamil calon anakku jadi kalian semua harus melindungi mereka apapun yang terjadi. " tegas Zach dengan mimik muka serius.


"Woaah boss selamat! Akhirnya kamu akan menjadi seorang Daddy. " pekik Erick dengan heboh.


Nicholas tengah mencibir melihat kelakuan sahabatnya yang super heboh tersebut namun dia turut senang mendengar kabar bahagia dari kakaknya.


"Baiklah kami akan melindungi calon nyonya muda Zach itulah janji kami boss. " sambung Matthew tersenyum tipis.


Zach mengangguk sekaligus lega mendengar pernyataan Matt setelah itu Dia kembali duduk di sebelah Gladys.Gladys langsung menatap kearah kekasihnya dengan lekat.


"Apa ini tidak berlebihan sayang? " cicit Gladys merasa tidak enak hati dengan anggota BS lainnya.


"Tentu saja tidak Sweety. " sahut Zach tersenyum simpul menatap wanitanya.


"Tidak apa apa kakak ipar lagian kami semua sangat senang bisa menjaga calon keponakan kami yang ada dalam perutmu. " seru Hendery sambil tersenyum tipis.


"Terimakasih ya semuanya. " balas Gladys tersenyum tulus.


Senyum tak henti hentinya merekah di bibirnya kala mendapatkan kebahagiaan.Dia usap perut ratanya dengan lembut setelah itu menyandarkan kepalanya di dada Zach yang terbalut kaos.



Zach menoleh dan merangkulnya dari samping lalu mengecup hidung wanitanya membuat Gladys langsung tersenyum. Sementara para anggota BS hanya bisa melongo dan mengelus dada mereka dengan sabar melihat kemesraan boss dan calon nyonya mereka.


"Jomblo mah cuma bisa jadi nyamuk diantara sepasang kekasih. "seru Erick dengan nada melasnya.


"Sebaiknya kita pergi sajalah. " ajak Hendery.


Hendery dan anggota lain langsung pergi dan ke luar meninggalkan sepasang kekasih yang tengah bermesraan.



Tatapan mereka kini bertemu dan saling mengunci satu sama lain.Gladys menatap lekat wajah pria pujaan hatinya sekaligus daddy dari calon anak mereka.


Sementara Zach kini kembali mencium kening, mata, pipi dan berakhir di bibir wanitanya dengan lembut setelah itu tersenyum hangat kearahnya.


"Sweety kamu lapar tidak? " tanya Zach dengan lembut.


"Aku ingin makan spaghetti bolognese dan lychee Ice Tea. " pinta Gladys pada sang kekasih.


"Baiklah kamu tunggu di sini aku akan membuatkannya untukmu. " ucap Zach dengan penuh semangat.


Gladys mengangguk membiarkan Zach meninggalkan dirinya.Sambil menunggu kekasihnya kembali, Gladys memilih membaca majalah yang ada di meja.


Satu jam kemudian Zach kembali dan langsung menaruh makanan dan minuman yang dia bawa di atas meja.



...Spaghetti Bolognese...



Gladys meneguk ludahnya kasar melihat makanan dan minuman didepannya yang sangat menggiurkan.


*Author jadi lapar wkwk 🤣🤣🙂😋


Tanpa aba aba Gladys langsung mencicipi spaghetti buatan sang kekasih.Sedangkan Zach diam memperhatikan wanitanya dengan lekat. Gladys mengunyahnya dalam mulut setelah itu langsung menatap Zach sambil tersenyum.


"Bibi yang mengajariku sayang. " jawab Zach sambil tersenyum tipis.


Gladys manggut manggut setelah itu kembali melahap spaghetinya hingga habis.Lalu meneguk es lecinya hingga tersisa setengah. Zach tersenyum melihat betapa lahapnya kekasihnya.


"Akhirnya kenyang juga. " ucap Gladys sambil mengusap perutnya.


"Oh ya Sweety besok kita akan menemui paman dan bibiku oke bagaimana? " tanya Zach.


"Ya sayang aku setuju. "


💕💕


Sementara itu Henry tengah selesai bercumbu dengan gadis yang dia bawa ke mansionnya guna menyalurkan gairahnya.Seorang gadis meringkuk di atas ranjang sambil mengenggam selimut yang menutupi tubuh polosnya dan memalingkan wajahnya ke samping.


"Segeralah mandi dan berganti pakaian setelah itu temui aku di ruang tamu. " ujar Henry dengan wajah datarnya.


Henry berlalu ke luar kamar meninggalkan seorang gadis yang berubah menjadi wanita yang ada di ranjang.Setelah kepergian Henry, Rose langsung menghapus air matanya kasar mengingat kesuciannya di renggut oleh pria yang membelinya dari Club.


Dia bangkit dan berjalan tertatih menuju ke kamar mandi.Beberapa menit kemudian selesai mandi dan berpakaian, Rose ke luar kamar dan menuruni tangga.


Di ruang tamu


Rose menundukkan kepalanya kala tatapan tajam Henry menghunus kearahnya.


"Mulai sekarang kamu pemuas nafsuku dan kapanpun aku mau kamu harus siap melayaniku di atas ranjang. " tegas Henry.


"Iya Tuan. " cicit Rose dengan pelan.


"Bagus.sekarang kemarilah dan duduk disebelahku Rose. " perintah Henry.


Rose menurut dan langsung duduk di sebelah Henry.Henry merengkuhnya dari samping lalu mengambil ponselnya kemudian menghubungi Alan.


"Alan bagaimana apakah ada pergerakan dari Zach dan anggota Black Sword? " tanya Henry tanpa basa basi.


"Belum ada Tuan. " jawab Alan.


"Ya sudah kamu terus awasi mereka dan laporkan padaku jika mereka bergerak. " ujar Henry.


Henry mengakhiri percakapannya dengan Alan setelah itu menyimpan ponselnya dalam saku. Kemudian beralih melirik wanita dalam pelukannya tersebut.


"Tuan bisakah saya kembali ke kamar saja. " ucap Rose dengan hati hati.


"Di sini saja temani aku Rose.Tadi aku memadu kasih denganmu tanpa menggunakan pengaman karena aku sengaja agar kamu segera mengandung benihku. " terang Henry.


Rose tertegun mendengar pernyataan Henry barusan dan dengan sedikit keberanian Dia menatap kearah Henry.


"Apapun yang terjadi jika kepak kamu hamil kamu harus menjaga calon anakku Rose dan satu lagi jangan panggil aku tuan tapi Henry. " sambung Henry.


"Em iya Tu eh Henry. " ralat Rose dengan terbata bata.


Henry tersenyum kecil melihat sikap Rose yang takut padanya.Dia rengkuh posesif tubuh wanitanya tersebut sesekali dia cium puncak kepala Rose. Sedangkan Rose hanya diam mendapatkan perlakuan dari pria yang membelinya.


TBC



Jangan lupa beri hadiah atau Vote ya hehe biar author semangat