Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Berubah Pikiran



Jangan lupa beri vote dan hadiah ya hehe


🍁🍁


Istana Ramada, Negara X


Kini Puteri mahkota Victoria memperhatikan Renata dari atas sampai bawah sontak membuat Renata merasa jengah sekaligus risih.


"Aku tebak sahabat kamu pasti rakyat jelata sepertimu hmm tapi aku tak habis fikir dengan Agra yang tertarik padanya. " ucap Victoria dengan tenang namun kata katanya penuh sindiran.


"Cih memangnya kenapa kalau rakyat jelata. Nyatanya rakyat jelata lebih menggoda daripada kamu Tuan Puteri. " balas Renata sambil menyeringai.


"Tutup mulutmu Nona. Apa kamu tidak sadar tengah berhadapan dengan siapa! Victoria menatap tajam kearah Renata yang tidak takut padanya.


Renata mendengus keras memilih diam karena malas menghadapi wanita didepannya yang sombong dan angkuh.Victoria merasa tersinggung dan sakit hati dengan ucapan Renata barusan.


Renata bangkit dan pergi meninggalkan Victoria tanpa berkata apaun.


"Dasar gadis tidak punya etika. " geram Victoria menatap kepergian Renata.


Di kediaman putera mahkota


Agra membuka map yang berisi informasi tentang Renata dan juga Gladys.Setelah selesai membacanya terlihat senyuman terpampang di bibirnya namun tak lama kemudian dering ponselnya membuyarkan angannya.


"Halo ada apa? " tanya Agra tanpa basa basi.


"Begini Yang Mulia.." Roy memberitahu semuanya tentang Renata termasuk mengenai tanda lahir itu.


Agra menutup sambungannya lalu berpikir keras mengenai kenyataan yang baru diterimanya.Dia menyandarkan tubuhnya di kursi sambil menopang dagu.


"Tidak! Aku tetap menginginkan Gladys bukan Renata ataupun lainnya meskipun tanda itu bukan di bahu calon selirku. " tegasnya.



Agra ke luar dari kediamannya dan melirik puteri mahkota yang datang memghampiri dirinya.


"Ada apa puteri mahkota? " tanya Agra penasaran.


"Gadis sialan itu menghinaku Yang Mulia. "adu Victoria dengan tatapan sedihnya.


Agra segera memeluk istrinya tersebut dan menenangkannya setelah itu mereka pergi ke kamar Renata.


Brak Agra membuka pintu kamar Renata dengan kasar membuat Renata yang berbaring seketika terlonjak kaget dan memegangi dadanya.


"Ck Tidak bisakah kalian masuk dengan mengetuk pintu dulu. " gerutu Renata jengkel.


"Diam kamu Rena! Lebih baik kamu minta maaf pada Puteri mahkota Victoria sekarang juga. " bentak Agra dengan sorot mata tajamnya.


"Tidak Mau. " tolak Renata dengan ketus.


Agra semakin murka mendengar penolakan Renata.Tanpa babibu Dia memdorongnya kasar ke atas ranjang setelah itu menyuruh Victoria ke luar dan Victoria menurutinya.


Dia cengkeram kedua tangan Renata lalu menciumnya dengan kasar hal itu membuat Renata kaget dan memberontak.Renata mendorkngnya sekuat tenaga setelah itu menatapnya sinis.


Plak suara tamparan mengenai pipi kiri Agra menggema dalam kamar.


"Dasar pria brengsek. " umpat Renata penuh emosi.


Agra berdecih namun tak lama kemudian tersenyum sinis kearah Renata sambil memegangi pipinya yang terasa perih. Sementara Renata mengusap kasar bibirnya lalu melirik Arga dengan tatapan penuh kebencian.


"Mulai sekarang kamu adalah calon istriku menggantikan Gladys dan merupakan calon ibu dari calon pewarisku kelak. " putus Agra tersenyum licik.


Renata terbelalak dan syok mendengar keputusan Agra padanya.Sedangkan Agra tersenyum penuh kemenangan melihat raut Pucat Renata.


"Mulai sekarang kamu tinggal selamanya di istana ini sampai kamu menikah denganku dan memiliki anak. " terang Agra.


"Tidak Aku tidak mau. " teriak Renata menolak mentah mentah.


Agra langsung ke luar dari kamar Renata mengabaikan suara teriakan gadis itu.Renata menitikkan air matanya dan tubuhnya luruh ke lantai.


Hiks hiks hiks


"Nicholas, Tolong aku Nich hiks. " gumamnya lirih sambil menangis.


Renata memeluk kedua kakinya terngiang ucapan Agra barusan padanya.Dia benar benar tidak ingin menikah dengan Agra apalagi memiliki anak darinya.


Di luar pintu Agra mendengar ucapan Renata dan hal itu membuatnya mengepalkan kedua tangannya.Agra segera menuruni tangga berlalu dari sana membiarkan Renata sendiri setelah dia mengunci pintunya dari luar.


💕💕🍂


...


Renata bangkit dan mendekat kearah pintu lalu berusaha membukanya namun tidak bisa.Dia terus menerus berteriak memanggil manggil nama Agra hingga akhirnya dia kelelahan dan terjatuh ke lantai kembali.


"Nicho Aku mohon datang dan selamatkan aku hiks. " ucapnya penuh ketakutan.



Di Indonesia


Nicholas terlihat tidak tenang dalam memantau musuh musuhnya apalagi saat ini dia mengincar kerajaan Ramada.Tiba tiba dirinya teringat dengan Renata dan ada perasaan asing dalam hatinya ketika Renata tidak ada dalam jangkauannya.


"Renata, Aku harap kamu baik baik saja di sana dan sabarlah aku akan segera menolongmu. " ucap Nicholas dengan nada serius.


"Jika pangeran busuk itu menyakitimu maka aku akan melenyapkannya langsung meskipun banyak musuh memghadangku. " Nicholas mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


Nicholas membuang nafasnya berat setelah itu menatap dalam foto Renata dalam ponselnya. Dia mengambilnya secara diam diam tanpa diketahui Renata.


"Aku merindukanmu. " batin Nicholas.


Tap tap tap suara langkah kaki mendekat


"Nich, Aku sudah tahu di mana keberadaan Renata sekarang. " seru Hendery.


"Di mana? " tanya Nicholas singkat.


"Di Kerajaan Ramada yang ada di negara X. " balas Hendery.


Nicholas langsung tersenyum mendengarnya lalu bangkit dan berdiri setelah itu kembali melirik Hendery.


"Siapkan para anggota BS kita hari ini berangkat ke sana sekarang. " titah Nicholas.


"Oke. " Hendery langsung pergi menemui anggota BS yang lain.


Sementara Nicholas sedikit lega setelah mengetahui lokasi di mana Renata berada sekarang.


TBC