Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Season 2 Part 27



Di Mansion Max


Siang itu pukul 01.00


Mommy Rose membantu Elle mengurus kedua bayinya. Setelah selesai, Mommy Rose memilih ke puar dari kamar puterinya dengan menantunya. Elle tersenyum haru melihat putera puterinya terlelap dalam box bayi mereka setelah diberinya asi. "Cepat besar ya sayang Mommy ingin bermain dengan Kaisar dan Kanaya. "


Grep sepasang tangan melingkar dipinggang rampingnya. Elle tersenyum tipis, merasakan geli kala suaminya mencium lehernya secara beruntun. Elle segera membalikkan tubuhnya, mengulas senyumnya menatap pria yang dicintainya itu. "Yank kalau Kaisar dan Kanaya udah berumur lima tahun, kita buatin adik untuk mereka ya dua lagi. " pinta Maxton.


"Astaga Dad kebanyakan. " Elle menatap tajam suaminya. raut muka Max langsung berubah masam, Elle tersenyum geli melihatnya. Elle mengusap lembut dada bidang suaminya, memberinya kecupan di rahang kokohnya lalu berkata. "Iya Daddy Max setelah putera puteri kita berumur lima tahun tapi tidak sekarang. "


Max mengangguk. Senyuman merekah terpatri di bibirnya, Max segera memeluk istrinya merasa bersyukur memiliki keluarga kecil yang lengkap. Elle membalas memeluk punggung kekar suaminya dengan erat. Beberapa menit berlalu mereka saling membebaskan diri, Maxton membawa istrinya duduk di tepi ranjang.


Maxton bangkit, mengambil sesuatu dari dalam laci setelah itu kembali duduk disebelah Elle. Elle menaikkan sebelah alisnya bingung melihat sebuah kotak berisi kalung. "Mommy, ini kalung milik mendiang mommyku yang diberikan oleh Daddy dulu dan sekarang jadi milikmu sayang. " ucapnya.


"Tapi Daddy! Maxton memberi kode jangan menolak. Elle menghembuskan nafas pelan lalu mengangguk. Maxton segera memakaikan kalungnya di leher sang istri.



Kalung cantik dengan berlian berbentuk hati dan diatasnya terdapat mahkota, kini telah bertengger indah di leher jenjang Elle. Maxton nampak puas karena kalungnya sangat cocok di leher wanitanya. "Terimakasih sayang, kamu telah mau berjuang mengandung dan melahirkan dua penerus keluarga Weil. "


"Itu tugasku, bukankah sejak awal aku telah dipilih olehmu untuk mengandung benihmu Dad meski dengan jalan yang berliku tapi aku menikmatinya sekarang. " Elle menaruh kedua tangannya disisi wajah suaminya, menyatukan bibirnya dan menciumnya lembut. Maxton terbuai dengan kelembutan bibir istrinya yang membuatnya candu,segera membalas kecupannya dengan tak kalah lembutnya.


Max nampak tersanjung dengan pengungkapan istrinya. Dia sangat senang pilihannya tidak salah, menjadikan Elle sebagai istri serta ibu dari kedua anak anaknya yang lucu dan menggemaskan. "Daddy mau minum apa biar aku buatin. "


Seringai terbit dibibir Max, dia menatap lurus kearah istrinya dengan senyuman nakal. "Aku ingin minum ini saja Mom. " serunya menangkup salah satu buah persik wanitanya.


"Hei Daddy mesum ih. Elle berdecak kesal, menurunkan tangan suaminya itu. Maxton tertawa melihat raut wajah istrinya yang sangat menggemaskan menurutnya.


Dasar Daddy bucin 😌😌


Beberapa menit berlalu


Elle dan Max masing masing menggendong buah hatinya yang terbangun. Mereka membawanya ke luar, keduanya kini berada di ruang tamu.



"Mom, Dad sejak kapan kalian datang! Elle sambil menimang baby Kaisar,nampak terkejut melihat kedatangan orang tuanya.


"Baru saja sayang, ini mommy bawakan mainan untuk cucu tampan dan cucu cantik mommy. " Mommy Rose tampak sangat antusias dan bersemangat. Daddy Kendrick menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku istrinya tersebut.


"Mommy kamu nak dari kemarin merengek sama Daddy agar segera beli mainan. " ledek Daddy pada Mommy. Mommy Rose berdecak, melirik tajam kearah paruh baya tersebut.


Elle dan Max tertawa pelan melihat tingkah keduanya yang saling mengejek satu sama lain. Elle menciumi wajah Kaisar berulang ulang membuat bayi tampan itu tertawa khas bayi pada umumnya.


Mommy Rose tersenyum merekah melihat kedua cucunya yang sangat sehat setiap harinya. "Mom ingin gendong baby Kaisar. " tawar Elle.


"Iya Nak. " Elle mendekat, memberikan baby Kaisar pada neneknya. Mommy Rose langsung menggendongnya dengan hati hati sesekali mengajaknya bercanda. Elle beralih menciumi puteri kecilnya. Max mengulum senyumnya, melihat interaksi istrinya dengan pureri bungsu mereka. "Kanaya kelak akan menjadi gadis yang manis, mandiri dan tegar seperti kamu Elle. " seru Maxton tersenyum tipis.


Elle mengangguk mengiyakan ucapan sang suami. Kedua orang tua Elle tersenyum bahagia melihat puterinya bahagia.


"Ehem. Daddy Kendrick menghentikan menantu dan puterinya yang hampir berciuman. Elle menunduk malu, sedangkan Max tersenyum canggung.


"Baby Naya lihat lho kelakuan mommy dan daddynya. " ledek Mommy Rose sambil tersenyum. Elle merasa malu kepergok orang tuanya, dia segera menciumi puteri kecilnya tersebut.


Elle segera melirik Max dan menatapnya tajam. Maxton menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan menghela nafas pelan.


TBC