
Di Balkon
Gladys berdiri di sana sambil menatap bintang dilangit yang terlihat bercahaya terang
Sejak pesta resepsi Nicholas dan Renata mulai tak henti hentinya Gladys mengulas senyumnya sambil mengelus perut buncitnya.
"Tak lama lagi kamu akan lahir sayang mommy dan daddy sangat sudah tidak sabar menanti kelahiranmu ke dunia my baby boy. " bisik Gladys dengan senyum tertahan di bibirnya.
"Sayang. " panggil Zach dari arah belakang.
Gladys menoleh dan tersenyum manis pada suaminya. Zach langsung bergegas menghampiri istrinya setelah itu mendaratkan ciuman di kening Gladys beberapa saat setelah itu menjauhkan wajahnya.
"Ayo masuk ke dalam di luar dingin sayang lebih baik kita nikmati pestanya. " rayu Zach pada istrinya.
"Baiklah ayo!
Mereka berduapun masuk ke dalam mansion dan kembali menikmati pesta resepsi pernikahan Nicholas dan Renata.
Beberapa jam telah berlalu pestapun telah usai, Zach dan Gladys langsung pulang ke mansion mereka lebih dulu begitu juga dengan lainnya.
🍁🍁
Sementara Hendery dalam perjalanan mengantarkan Clara ke mansionnya. Hari ini Dia benar benar terpikat akan kecantikan yang dimiliki Clara.Clara menundukkan matanya merasa malu ditatap sedemikian rupa oleh pria disebelahnya.
"Em Hen fokuslah menyetir jangan menoleh kearahku. " cicitnya pelan.
"Entahlah Clara kedua mataku ini seakan hanya tertuju untuk memandangmu memandang kecantikanmu malam ini. " ujarnya sambil tersenyum.
Blush kedua pipi Clara merona mendengar kalimat manis yang disampaikan Hendery padanya. Hendery terkekeh melihat rona merah dipipi Clara dan Kini dia kembali fokus menyetir mobilnya.
Skip di apartemen Clara
Hendery berjalan mendekati Clara lalu memeluk pinggangnya erat.Dia selipkan rambut Clara ke belakang telinganya setelah itu mengelus pipi Clara kemudian mendaratkan ciuman di kening gadis tersebut.
"You are so beautiful! Mulai sekarang aku akan selalu melindungi kamu Clara dari saudari kembarmu yang picik. " janji Hendery dengan tegas.
Clara merasa terharu mendengar ucapan Hendery barusan.Tanpa aba aba Diapun memeluk tubuh Hendery dengan erat dan Hendery dengan senang hati menerimanya.
"Terimakasih Hendery kamu telah peduli padaku. " ucap Clara dengan tulus.
"Sama sama Clara. " jawabnya sambil mengulas senyumnya.
Clara melepaskan pelukannya dan kembali menatap Hendery dengan rasa canggung.
Prok prok prok
Hendery dan Clara langsung menoleh dan terkejut melihat kedatangan Clarissa dan orang tua Clara juga Clarissa.
"Seperti inikah kelakuanmu hemm bersama seorang pria dan tinggal serumah. Apa jangan jangan kamu menjual tubuhmu Clara setelah aku mengusirmu dari mansion. " kelakar Clarissa dengan senyuman sinisnya.
Clara mengepalkan tangannya dan tatapannya berubah tajam kearah kakak kembarnya tersebut.
Plak Clara menampar keras pipi Clarissa dihadapan orang tua mereka.
"Jaga mulutmu itu Rissa. "bentak Clara tidak terima.
"Aku tak serendah itu. Ma, Pa maafkan aku yang telah menampar puteri kesayangan kalian itu. " Sesal Clara menatap sendu orang tuanya.
Kedua orang tua Clarissa dan Clara hanya diam menyaksikan pertengkaran puteri kembar mereka.
"Mama, Papa sebaiknya kita pulang saja jangan pedulikan wanita murahan itu. " desis Clarissa dengan tajamnya.
Clarissa mengajak pergi mama dan papanya. Mobil mewah tersebut meluncur menjauhi apartemen yang ditempati Clara.
Tes tes tes Clara menitikkan air matanya melihat kepergian orang tuanya.Dia sangat kecewa dengan mama dan papanya yang tidak menegur sikap Clarissa yang keterlaluan.
Grep Hendery langsung memeluk tubuh Clara dari belakang.Clara membalik tubuhnya dan memeluk pinggang Hendery dengan erat sambil menangis tersedu sedu.
"Sst tenanglah Sayang masih ada aku yang selalu bersama kamu. " bisik Hendery dengan lembut.
"Apakah aku tidak berharga bagi mama dan papa Hen hingga mereka diam dan tak menegur sikap Clarissa padaku. " keluh Clara.
Hendery menarik keatas dagu Clara lalu menghapus air matanya.Setelah itu Dia daratkan kecupan di kening dan berakhir bibir mungil Clara yang menggoda.
"Jangan berfikir seperti itu Clara! Kamu sangat berharga layaknya berlian yang suci sama seperti hatimu yang baik. " sambung Hendery sambil mengulum senyumnya.
"Ya sudah kamu masuklah ke dalam dan istirahat. Good Night Sweety. " ucap Hendery sambil tersenyum.
"Terimakasih Hendery dan Good Night too. " Clara melepaskan pelukannya lalu masuk ke dalam apartemen.
Hendery bergegas masuk ke mobil dan melajukannya kencang meninggalkan apartemen gadis pujaaannya.
Skip
Di dalam kamarnya
Clara membuang nafas berat mengingat sikap Clarissa padanya selama ini. Sejak kecil dia selalu mengalah dari kakak kembarnya tersebut agar mereka tidak berselisih paham.
"Rissa apa salahku padamu kenapa kamu selalu bersikap sinis dan menatapku penuh kebencian. " gumam Clara lirih.
Clara mengusap wajahnya kasar lalu mencoba melupakan kesedihannya.Teringat Hendery membuat senyum terukir di bibir mungilnya kembali merasai bagaimana bibir pria itu mengecup bibirnya sekilas.
"Terimakasih Hendery kamu telah hadir dalam hidupku. Pria yang baru aku kenal tapi mampu membuatku aman dan nyaman saat bersama dirinya. "
Setelah itu Clara memejamkan kedua matanya lalu terlelap dalam mimpi.
TBC