
Si Alvaro minta di tabok pakai panci ya 🤣🤣
Si Serra minta di racun 🤧🤧
Happy Reading!!
Di kediaman keluarga Aryatama.
Elle mengatakan semuanya pada kedua orang tuanya.Daddy Kendrick langsung mengepalkan tangannya mendengar keselamatan puterinya yang terancam.Melihat raut muka suaminya berubah, mommy Rose langsung mengelus lengan Daddy.
"Paman mempercayakan Elle sama kamu Sean kamu harus menjaganya dan melindunginya selain itu cari tahu siapa pelakunya yang ingin mencelakai Elle. " ujar Daddy Ken dengan tegas.
"Iya Paman! Sean beranjak dari duduknya lalu berpamitan pada keluarga Elle setelah itu berlalu pergi.
Setelah kepergian Sean, Mommy Rose berpindah tempat duduk disebelah puterinya kemudian memeluk puteri kesayangannya Elle.
Mommy Rose melepaskan pelukannya dan menghembuskan nafas lega melihat keadaan Elle baik baik saja.
"Lalu siapa yang menolong kamu sayang? " tanya Mommy penasaran.
"Tadi ada seorang pria dan namanya Maxton Mom. " jawab Elle tersenyum tipis.
"Lain kali Mommy akan mengucapkan terimakasih pada pria itu sayang. " sambung Mommy Rose.
"Mom, Dad aku ke kamar dulu. " Elle bangkit dan berlalu dari hadapan orang tuanya.
Elle menaiki tangga menuju ke lantai atas lalu berbelok ke kiri kemudian meraih handle pintu lalu mendorongnya dan masuk ke dalam.Dia meletakkan tasnya ke atas meja rias setelah itu berjalan menuju ke kamar mandi.
Skip
Kini Elle terlihat fresh setelah mandi dan berganti pakaian.Dia menyambar ponselnya dari dalam tas setelah itu mencoba menghubungi nomor Alvaro.
Tak lama kemudian trrdengar suara serak di ujung sana.
"Halo Al. " sapanya.
Suara desahan terdengar diujung telepon membuat Elle syok dan langsung memutus sambungannya.Elle menitikkan air matanya mendengar suara menjijikkan saat menghubungi Alvaro barusan.
"Jadi Alvaro kini tengah bercinta dengan
Serra. " gumam Elle tersenyum getir.
Hiks hiks hiks tangis Elle pecah menerima kenyataan pahit pria yang dicintainya sejak kecil bercumbu dengan wanita lain.Dia langsung menyentuh dadanya lalu menekan rasa sesak yang menjalar ke hatinya.
"Aku kira perhatian dia dulu padaku atas dasar cinta namun nyatanya aku yang hanya mencintai dia tapi dia tidak sama sekali. " batin Elle miris.
Elle langsung memeluk kedua kakinya sambil menangis tersedu sedu.Dia menyesal kenapa dia harus merasakan sakitnya mencintai tanpa mendapat balasan.
"Kamu bodoh Elle kamu bodoh hiks. " racaunya sambil sesegukan.
30 menit berlalu
Elle menghapus air matanya lalu turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk cuci muka.
Setelah selesai Elle menguncir rambutnya asal setelah itu kembali merebahkan dirinya di ranjang.Dia menatap langit langit kamarnya dengan pandangan hampa setelah itu mengusap wajahnya kasar.
"Mungkin sebaiknya aku kubur perasaanku terhadap Alvaro. " pikir Elle.
💕💕
Di sisi lain
Alvaro meletakkan kembali ponselnya setelah sambungan terputus.Dia kembali mencumbu tubuh Serra yang membuatnya candu hingga beberapa saat kemudian mereka menyudahinya.
Di ruang tamu
Mike, Rean dan Kenan serta Sean langsung menatap datar kearah Serra yang duduk disebelah Alvaro.Serra tidak perduli dengan tatapan ketiganya terhadapnya.
"Ada apa kenapa kalian meminta berkumpul di mansionku? " ujar Alvaro tanpa basa basi.
"Ini mengenai Elle kak, tadi dia nyawanya terancam ada mobil yang menabraknya dari belakang.Aku pikir itu pasti ulah dari salah satu musuh kita. " ungkap Sean.
"Kamu saja yang mengurus masalah Elle aku tidak peduli. " sahut Alvaro dengan acuh tak acuh.
Semua orang terkejut mendengar pernyataan Alvaro barusan.Sean merasa tidak terima dan trrsulut emosinya lalu bangkit dan menghampiri Kakaknya
buagh satu pukulan mendarat di wajah Alvaro.Serra terkejut dan langsung memeriaki Sean agar berhenti.
"Diam kamu ja*****g. " maki Sean emosi.
Alvaro emosi mendengar Sean memaki Sera dan diapun berdiri dan meraih kerah adiknya.
buagh Diapun membalas pukulan adiknya.Mike bangkit dan langsung melerai kedua sepupunya yang tengah berkelahi di bantu Rean dan Kenan.Serra diam diam tersenyum miring melihat pertengkaran Alvaro dan Sean.
"Hentikan Al, Sean. " teriak Mike.
Keduanya tidak menggubrisnya membuat Mike frustrasi lalu meraih ponselnya kemudian menghubungi paman dan bibinya.
"Halo paman Zach datanglah kemansion Alvaro, Alvaro dan Sean terlibat berkelahi. " ujar Mike.
Mike memutus sambungan teleponnya lalu menyimpan kembali ponselnya dalam saku. Lima belas menit kemudian suara langkah kaki mendekati mereka semua.Zachary langsung menatap tajam kedua puteranya yang masih berkelahi.
"Alvaro, Sean. " suara paruh baya tersebut menggelegar dalam mansion.
Alvaro dan Sean menghentikan aksi mereka dan menoleh kearah ayah mereka.Zachary memasang wajah dinginnya menatap kedua puteranya dengan aura membunuh.
"Katakan kenapa kalian bertengkar. " geram Zachary dengan emosi menggebu.
"Aku mengatakan bahwa Elle nyawanya terancam dan aku tebak itu ulah musuh kita ayah tapi Alvaro mengabaikan dan seakan mengganggap remeh nyawa Elle. " jawab Sean.
Zachary langsung melirik tajam kearah putera sulungnya meminta penjelasan.
"Sean benar ayah!
Zachary emosi dan buagh dia langsung memukul putranya sontak membuat semua orang tercengang.
"Jika Ibumu tahu hal ini dia akan sangat kecewa padamu Alvaro karena tidak menghargai nyawa orang lain yang tidak bersalah. " bentak Zachary dengan nada tinggi.
"Apalagi Ibumu sangat menyayangi Elle. " lanjutnya sambil membuang nafas kasar.
Zachary langsung berlalu pergi meninggalkan kedua puteranya. Sean langsung menyusul sang ayah begitu juga dengan Mike, rean dan kenan menyusul paman dan sepupu mereka.
Alvaro kembali duduk di sofa dan membiarkan Serra mengobati luka di wajahnya.Dia kini mengusap wajahnya kasar mengingat wajah sang ayah yang terlihat sangat kecewa padanya.
Serra PoV
Senang tentu saja! Aku sangat bahagia melihat pertengkaran kedua pria kakak adik di hadapanku.Rencanaku berjalan mulus dan dipastikan keluarga Walter sebentar lagi akan hancur.
Setelah mengobati luka di wajah Alvaro, Serra kembali memasang wajah bersalahnya dihadapan Alvaro.
"Honey maafkan aku karena aku kamu bertengkar dengan sean. " sesal Serra.
"Ini bukan kesalahanmu sayang. " balas Alvaro sambil memeluk tubuh Serra.
Tbc