
Happy Reading!!
Suasana nampak hening kala dokter ke luar dari ruangan operasi.Dokter Eze membuang nafas berat setelah itu menggelengkan kepalanya.
"Dokter jelaskan apa maksudnya. " desak Elle tidak sabaran.
"Mengenai keadaan tuan Sean terdapat keretakan pada tulang kakinya tapi sudah dioperasi dan kami juga sudah mengeluarkan pelurunya dan hanya menunggu dia sadar. " ujar Dokter Eze.
"Bagaimana keadaan suamiku dokter. " sahut Elle dengan jantung berdebar kencang.
"Maaf Nyonya tuan Maxton saat ini koma dan kemungkinan terburuknya dia akan amnesia mengingat banyak bekas pukulan di wajah dan
kepalanya. " ujar Dokter panjang lebar.
Elle menutup mulutnya tak percaya mendengar penjelasan dokter dan terdengar isak tangis kembali terdengar dibibirnya.Mommy Rose segera merengkuh puterinya yang saat ini tengah rapuh. "Sabarlah sayang kamu banyak banyak berdoa demi kesembuhan suamimu. "
"Kami akan pindahkan kedua pasien ke ruangan VIP saya permisi. " dokter Eze berlalu pergi meninggalkan mereka.
Hiks hiks hiks
Elle melepaskan pelukan mommynya dan bergegas menuju ke ruangan sang suami. Mommy Rose langsung menyusul Elle begitu juga dengan lainnya.
Di ruangan rawat Max
Air mata Elle terus mengalir dengar melihat tubuh gagah suaminya terbaring lemah di atas bangsal rumah sakit.Dia berjalan pelan menghampiri suaminya lalu mengenggam sebelah tangan Max lalu mengecupnya lembut.
"Kenapa kamu tetap pergi padahal aku sudah melarangmu hubby dan semua ini tidak akan terjadi jika kamu tidak pergi. " gumam Elle dengan tatapan sendunya.
Dia raih tangan suaminya lalu diletakkannya diatas perut buncitnya dengan pelan.Setelah itu kembali memperhatikan Max yang masih setia memejamkan kedua matanya. "Kamu dengar 'kan kedua anak kita menendang perutku sepertinya mereka ingin disapa olehmu sayang. " ucapnya tersenyum getir.
Hiks hiks hiks Elle terus menangis melihat suaminya yang masih belum membuka matanya.Dia sangat merindukan sentuhan dan sikap hangat Max terhadapnya serta segala bentuk perhatian kecil Max padanya.
"Aku akan marah padamu jika kamu tidak segera membuka mata kamu Max. " cetus Elle.
Cklek Mommy Rose masuk ke dalam dan mendekati Elle.Dia merasa kasihan dengan puterinya yang sejak tadi terus menerus menangis.
"Nak kita duduk dulu yuk sayang ingat kamu tengah hamil. " rayu Mommy Rose.
Mommy Rose membawa Elle duduk di sofa dan menenangkan dirinya di sana.Elle menghapus air matanya lalu mengusap perut buncitnya.Elle menoleh kearah wanita paruh baya yang disayanginya tersebut.
"Mom apa benar aku wanita pembawa sial seperti ucapan Alvaro karena membuat orang orang disekitarku celaka. " ucap Elle dengan lirih.
"Sayang kamu jangan berfikir seperti itu nak itu tidak baik apalagi kamu tengah hamil! Mommy Rose membuang nafas kasar lalu merapikan rambut puterinya dengan lembut.
Elle terdiam dan kini pandangannya lurus kearah tubuh sang suami yang berbaring diatas bangsalnya.Dia menekan segala rasa sesak yang membelenggu di dadanya.
"Aku enggak mau ke mana mana Mommy. " balas Elle singkat.
💔💔
Cklek pintu di buka lalu masuklah Akvaro mendorong kursi roda Sean.Elle hanya memasang wajah datarnya kearah dua pria keturunan Walter tersebut.
"Elle bagaimana keadaan Max suamimu? " tanya Sean dengan nada pelannya.
"Dia koma sekarang dan tak tahu kapan suamiku akan bangun! Ini semua karena kamu Sean karena ajakanmu untuk bertemu dengan suamiku hingga dia berakhir seperti ini. " ujar Elle dengan nada tinggi.
"Elle tenang nak ingat kamu sedang hamil tahan emosi kamu. " tegur Mommy Rose.
Ellepun bangkit dengan pelan pelan lalu berjalan mendekati suaminya Max disusul Alvaro yang mendorong kursi roda adiknya.Elle kembali menitikkan air matanya melihat keadaan suaminya yang masih dalam keadaan koma.
"Kalian bisa lihat 'kan bagaimana keadaan suamiku saat ini.Jika terjadi sesuatu pada suamiku,aku akan membencimu seumur hidupku Sean. " ujar Elle dengan sorot mata tajamnya.
Deg hati Sean terasa hancur melihat tatapan penuh kebencian terlihat dari sorot mata wanita yang dicintainya.Elle mengusap perut buncitnya dengan lembut sambil menetralkan emosinya.
"Sayang maafkan mommy tadi yang terbawa emosi.Mommy harap kalian berdua selalu sehat didalam perut mommy sampai Daddy kalian bangun dan bisa berkumpul bersama kita. " gumam Elle.
Apa yang dilakukan Elle tak luput dari tatapan Sean yang sedari tadi terfokus padanya.Sean merasa bersalah membuat pria yang berarti dalam hidup Elle celaka karena dirinya.
Sean POV
Elle ingin sekali aku merengkuhmu memberi semangat agar kamu tidak rapuh atas keadaan suamimu meskipun itu membuatku cemburu melihat bagaimana kamu sangat takut kehilangan sosok Maxton.
"Maafkan aku Elle. " ujar Sean dengan tulus.
"Kalian berdua sebaiknya ke luar dari sini. " usir Elle tanpa menatap kearah Sean dan Alvaro.
Alvaro membuang nafas kasar lalu mendorong kursi Sean lalu ke luar dari ruangan rawat Maxton.Setelah kepergian keduanya lagi lagi Elle kembali mengenggam tangan suaminya lalu mengecupnya berulang ulang.
"Sayang sampai kapan kamu akan tertidur apa kamu tidak merindukanku dan calon anak kita berdua. " bujuk Elle memaksakan senyumnya.
"Bukankah kamu ingin memberikan nama buat kedua calon anak kita hubby. " sambungnya.
Daddy Ken masuk ke dalam membawa makanan untuk istri dan anaknya.Mommy Rose membujuk puterinya untuk makan karena hari sudah sore.
"Aku makan dulu hubby cepatlah bangun! Elle melepaskan genggaman tangannya pada tangan sang suami lalu dia duduk di sofa.
Mommy Rose menyuapi puterinya makan dan Elle makan dengan lahap demi dua janin dalam perutnya.Daddy Ken merasa kasihan dengan puterinya yang terlihat tersiksa melihat keadaan Max.
TBC