
Sean Lucius Walter
Merupakan adik dari Alvaro Dominic Walter serta salah satu anggota inti BSG.Meskipun dirinya mengikuti jejak sang ayah dan sang kakak namun Sean selalu menggunakan logikanya untuk berfikir dan dia merupakan pria yang hangat meskipun sebenarnya juga garang saat membunuh musuh musuhnya.
❇❇❇❇.
Kini Alvaro tengah bersama dengan sepupunya Mike, putera dari Renata dan Nicholas serta ditemani para anggota inti BSG di mansionnya. Mike mematikan rokoknya kala melihat sepupunya tengah melamun hal itu membuatnya heran.
"Al Kamu kenapa melamun? " tanya Mike.
"Tidak apa Mike! jawab Alvaro singkat.
Tak lama kemudian seorang wanita cantik dan seksi datang menghampiri mereka.Mike berdecih menatap sinis kearah Serra yang merupakan kekasih Alvaro.Serra menghampiri Alvaro lalu duduk di pangkuannya.Alvaro mengulas senyumnya dan merangkul pinggang Serra.
"Honey, aku kangen sama kamu! bisiknya dengan nada manja.
"Iya Sayang aku juga. " jawab Alvaro tersenyum singkat menatap wanitanya.
Mikepun bangkit begitu juga dengan Rean dan lainnya setelah itu ke luar dari mansion Alvaro. Alvaro mengbaikan kepergian para sahabatnya dan hanya fokus pada Serra.
Serra menyandarkan kepalanya di dada Alvaro dengan nyaman namun diam diam tersenyum penuh arti tanpa sepengetahuan Alvaro tentunya.
"Bersiaplah sayang takkan lama lagi kamu akan mendapatkan kejutan dariku. " batin Serra.
Alvaro mendekap tubuh wanitanya dengan erat sambil meneguk segelas wine dan bergantian dengan Serra.Dia mencintai Serra sepenuh hati karena wanitanya yang sangat kuat dan tegar bukan seperti Elle yang manja dan cengeng.
❇❇❇
Di tempat lain
Mike, Rean, Kenan dan lainnya tengah berkumpul di markas membahas Alvaro dan juga Serra.Mike memiliki keyakinan dan menaruh curiga sejak lama pada wanitanya Alvaro itu.
"Entahlah senyum yang ditampilkan Serra sepertinya hanya dibuat buat bukan senyuman tulus. " ujar Kenan mengeluarkan pendapatan.
"Ya Ken aku juga berfikir seperti itu! sahut Mike dengan tatapan datarnya.
"Apa jangan jangan Serra adalah mata mata seseorang untuk melemahkan kita melewati Alvaro, ketua mafia dari inti BSG. " tebak Rean.
Mike terdiam dan tengah berfikir keras mendengar tebakan Rean barusan.Dia tidak bisa tinggal diam jika itu benar dan satu satunya cara adalah membuat Alvaro menjauhi Serra dan membencinya setengah mati.
"Kamu tahu sendiri 'kan Alvaro pria yang keras dan tak terbantahkan. " ujar Mike dengan lesu.
Semua terdiam dengan pemikiran masing masing.Drap drap drap suara langkah kaki memdekat kearah mereka. Mike menolehkan matanya dan tersenyum miring melihat gadis keras kepalanya telah datang.
Gadis itu adalah Caramel yang merupakan gadis mafia yang kejam dan sangat suka membunuh musuh musuhnya.Caramel berjalan mendatangi Mike lalu menodongkan pistolnya kearah Mike dengan tatapan tajamnya.
"Sekali lagi kamu menggodaku kupastikan isi pistol ini akan menembus otakmu yang tak berguna itu. " geram Caramel.
Mike terkekeh dan langsung merebut pistol dari tangan Caramel setelah itu mengangkat tubuh Caramel keatas pangkuannya.Kean dan lainnya hanya bisa mendengus keras melihat kelakuan usil Mike.
"Turunkan aku Mike. " ucap Caramel memberontak dalam pangkuan Mike.
"Diamlah Caramel sayang jika tidak ingin rudalku masuk ke sarangmu dan kita akan berakhir di atas ranjang dengan penuh
keringat. " bisik Mike sensual di telinga Caramel.
Caramel langsung menutupi pipinya yang merona dan memilih diam daripada berakhir diatas ranjang dengan si mesum Mike. Rean dan lainnya hanya bisa tersenyum geli melihat keduanya.
"Sweety berhentilah membunuh musuh musuhmu ingatlah kamu ini seorang gadis. " rayu Mikel berusaha membujuk Caramel.
"Aku tidak bisa Mike! Aku menyukai pekerjaanku saat ini. " tegas Caramel.
Mike menghembuskan nafas berat melihat sikap keras kepala Caramel.Caramel memaksa turun dan Mike membiarkannya.Caramel menyambar pistolnya setelah itu menyimpannya kembali ke dalam saku jaketnya.
"Aku harus mengawasi wanita rubah itu. " ucap Caramel berlalu pergi dari sana.
Mike bangkit dan bergegas menyusul Caramel yang telah pergi lebih dulu.Sementara Rean dan Kenan tengah disibukkan dengan laptop mereka karena mengawasi para musuh inti BSG.
"Ck harusnya Alvaro lebih gesit bukannya malah mengurus wanita rubah itu. " gumam Rean kesal.
"Sudahlah sebaiknya kita fokus pada pengawasan musuh musuh kita dan mungiin saja ada musuh dalam selimut di antara Kita. " seru Kenan.
Sret Mike menarik lengan Caramel membuat Caramel berhenti dan menoleh kearahnya.Dia langsung menatap tajam kearah Mike yang menahan Tangannya.
"Apalagi Mike aku sedang sibuk. " desak Caramel dengan nada tak bersahabatnya.
"Aku tidak mau kau terluka Caramel. " tegas Mike dengan sorot datarnya.
Caramel langsung menepis kasar tangan Mike setelah itu kembali menatapnya dengan pandangan menajam.
"Aku tidak peduli. " Caramel berbalik dan mengambil langkah seribu menghindari dsri Mike.
Mike mengusap wajahnya kasar melihat kepergian Caramel.
TBC