Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Season 2 Part 10



Di Italia



Elle berdiri menghadap ke arah jendela kamarnya dengan pandangan kosong.Grep sepasang tangan memeluknya dari belakang namun dia tak mempedulikannya.Maxton langsung membalik tubuh Elle dan menatap lekat manik cokelat wanitanya.


"Bicaralah Elle dan lampiaskan sakit hatimu padaku! pinta Max.


Elle hanya diam tak bergeming membuat Max frustrasi lalu membawanya ke dalam pelukannya.Setelah itu membawanya duduk di sofa tak jauh dari ranjang.


"Apapun yang kamu inginkan aku akan melakukannya untukmu Elle tapi bicaralah. " ucap Max.


"Aku membenci kamu dan Alvaro! "


"Alvaro menolak cintaku dan berkata kasar padaku sedangkan kau merebut sesuatu yang berharga dariku hiks hiks. " ucap Elle mengeluarkan isi Hatinya sambil menangis tersedu sedu.


Deg Max tertegun mendengar pernyataan Elle barusan.Ada rasa penyesalan hingga disudut hati kecilnya melihat sorot mata Elle yang terluka.


Max langsung meraih dagu Elle dan kembali menyatukan bibir mereka dan kali ini dia melakukannya dengan lembut.Melihat zelle diam,Max tak kehabisan akal dengan mengigit bibir bawahnya hingga Elle membuka mulutnya.


Max tak menyia nyiakan kesempatan untuk menjelajahi bibir wanitanya dan memperdalam ciuman mereka.Elle mendorong tubuh Max hingga ciuman mereka terlepas.


"Aku mohon Max aku ingin pulang bertemu orang tuaku. " ucap Elle mengulang kalimatnya untuk kesekian kali.


"Belum saatnya sayang dan maafkan aku yang merenggut kesucianmu!


Tanpa aba aba Max membopong tubuh Elle lalu merebahkannya di atas ranjang.Dia mulai melepaskan pakaian mereka hingga polos dan kini Max sudah berada di atas tubuh Elle. Elle memilih memalingkan wajahnya kearah lain.


Hiks hiks hiks


"Alvaro akan semakin jijik padaku karena aku sudah tidak suci lagi Max. " gumam Elle dengan lirih.


Max menarik kepala Elle pelan hingga tatapan mereka bertemu.Dia langsung mendaratkan kecupan diseluruh wajah Elle.Setelah itu Max mulai menjamah lekuk tubuh Elle yang membuatnya candu dan menyatukan tubuh mereka.Hanya suara erangan dan desahan terdengar dalam kamar mereka berdua.


Satu setengah jam kemudian


Max menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua lalu membawa Elle ke dalam pelukannya.Elle tersenyum getir namun berusaha tegar dengan apa yang dialami dia dan berusaha menerima takdir.


"Aku tidak pantas untuk Alvaro ataupun Sean. " pikir Elle.


Max segera mengambil sesuatu dari dalam laci setelah itu membalik tubuh wanitanya lalu meraih tangan Elle dan memasang cincin ke jari manis Elle lalu mengecupnya sekilas.


"Izinkan aku bertanggung jawab Elle dengan cara menikahimu. " ucap Max dengan serius.


Elle terkejut dan tak percaya mendengar pernyataan Max barusan.Dia tidak memiliki pilihan lain lagian pria yang dicintainya telah bersama wanita lain dan dirinya juga kotor.


"Iya Max. " jawabnya singkat.


Max langsung memberikan kecupan di kening Elle setelah itu menjauhkan wajahnya.Tak ada senyum dan tak ada raut bahagia tergambar di wajah Elle hanya ada senyum yang dipaksakan membuat Max mengerti dan itu semua disebabkan oleh dirinya.


"Aku tahu kamu hanya mencintai Alvaro, Elle. " batin Maxton.


"Lepaskan aku. " pinta Elle dengan wajah datarnya.


Max membuang nafas berat lalu meraih ponselnya dan menghubungi salah satu anak buahnya untuk mengawasi keluarga walter.


Satu jam kemudian


Elle keluar dengan memakai bathrube dan bergegas membuka lemarinya dan kini bergantian Max yang mandi.Setelah selesai berganti pakaian dan menyisir rambutnya, Elle mengganti sprei dan selimutnya dengan yang baru.


Setelah selesai dengan tugasnya, Elle memutuskan ke luar kamar dan mencari udara segar.


Elle kini duduk di sofa yang ada didepan Mansion dan menenangkan dirinya di sana.Dari kejauhan Max memperhatikan wanitanya dengan intens.


"Sepertinya Elle masih memikirkan Alvaro. " ucapnya dengan nada kesal.


Sementara Elle setelah merasa tenang diapun bangkit dan berjalan jalan di sekitaran Mansion.Max memutuskan menghampiri Elle dan meraih tangannya hingga Elle menoleh kearahnya.


."Elle jika kamu merindukan orang tuamu bicaralah sama Mereka. " Max merogoh sakunya lalu memberikan ponsel pada Elle.


Dengan ragu ragu Elle mengambilnya lalu menghubungi nomor ibunya dan melakukan panggilan video call.Max mengajak Elle kembali duduk di tempat semula dan dia membiarkan Elle menghubungi orang tuanya.


"Mommy, Elle kangen sama Mommy. " ucapnya saat videocallnya tersambung.


"Elle sayang sekarang kamu di mana nak! cecar Mommy Rose.


Elle membuang nafas berat lalu mengatakan semuanya pada sang mommy tercinta.Mommy Rose terkejut dan menatap sendu puterinya.


"Aku baik baik saja Mom dan aku akan segera menikah dengan Max. " ungkapnya tersenyum tipis.


"Mommy lega kalau kamu baik baik saja Elle meskipun mommy menyayangkan apa yang terjadi padamu nak dan kamu hati hati di sana ya. " ucap Mommy Rose.


"Iya Mommy! Elle memutus sambungan teleponnya.


Elle mengembalikan ponselnya pada Max tanpa berkata apapun. Max mengerti Elle masih marah dan membenci dirinya sampai saat ini.


"Elle ayo masuk ke dalam hari mulai larut petang. " ajak Max.


Elle bangkit dan berjalan melewati Max tanpa menunggunya. Max langsung menyusul Elle yang masuk terlebih dahulu.


Sementara di Indonesia.


Mansion Kendrick


Kendrick membuang nafas kasar setelah mendengar pernyataan istrinya mengenai puteri mereka Elle.


"Tapi Elle tidak mencintai pria itu Mom bagaimana mungkin mereka akan menikah! pikir Daddy Kendrick.


"Tapi pria itulah yang merenggut kesucian puteri kita Daddy dan kita harus merestui mereka meskipun mommy ingin sekali menampar wajah pria itu. " geram Mommy Rose menahan emosinya.


"Ya Daddy setuju daripada Elle menderita karena Alvaro meskipun begitu saat Daddy ketemu Max nanti Daddy akan membuat perhitungan dengannya. " ucap Daddy Kendrick.


TBC