Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Pusing



Pagi harinya Gladys terbangun terlebih dahulu karena merasakan silau cahaya matahari.Dia menoleh ke samping melihat pujaan hatinya masih tertidur.


Cup Dia mencium sekilas bibir Zach setelah itu mengusap pipinya lembut.Diapun menjadi salah tingkah kala manik kelam Zach terbuka dan kini menatapnya intens.


Zach mendekatkan wajahnya dan mengecup sekilas bibir wanitanya setelah itu menjauhkan wajahnya.


"Morning Kiss. " ucapnya santai.


"Sebaiknya kita mandi dulu honey. " ajak Gladys tanpa sadar.


Zach tersenyum miring mendengarnya lalu membopong tubuh wanitanya dan masuk ke dalam kamar mandi.Tak lama kemudian suara desahan dan geraman terdengar dari dalam kamar mandi hingga satu jam kemudian baru selesai.


Kini selesai berganti pakaian, Gladys mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Dia mencebikkan bibirnya kesal dengan tingkah mesum kekasihnya. Zach tersenyum geli melihat raut wanitanya tersebut.


"Sebaiknya kita keluar sayang. " ajak Zach dengan senyum dibibirnya.


Gladys meletakkan hairdryernya lalu kembali berdiri dan keluar dari kamar diikuti Zach. mereka berdua menuruni tangga bersama sama menuju ke ruang tamu.


Di meja makan


"Akhirnya kalian keluar juga dari kamar memangnya enggak bosen apa making love mulu. " sindir Nicholas


"Ck kamu bisa praktekkan dengan Renata Nich. " jengah Zach.


uhuk uhuk Renata tersedak makanannya mendengar perkataan Zach lalu segera mengambil dan meneguk segelas air hingga tandas. Sedangkan Nicholas hanya memasang tampang datarnya kearah sang kakak.


Mereka sarapan bersama di meja makan dalam keadaan hening hanya ada suara dentingan sendok yang beradu.


Selesai sarapan Zach mengusap bibirnya dengan tisu setelah itu menatap wanitanya sambil tersenyum.


"Sweety Aku pergi dulu. " pamit Zach pada wanitanya tercinta.


"Kamu mau ke mana Zach pagi pagi seperti ini? " tanya Gladys dengan raut herannya.


"Ada satu hal yang ingin aku lakukan Sweety. " jawabnya dengan meyakinkan wanitanya.


"Oh ya sudah kamu hati hati. "


Zach mengangguk lalu bangkit dari duduknya diikuti Nicholas lalu pergi meninggalkan meja makan dan keluar dari mansion. Kini hanya tersisa Gladys, Renata dan Yuri yang bergegas mencuci piring di dapur.


Setelah selesai Gladys meraih ponselnya yang bergetar dan terdiam setelah tahu mommy asuhnya yang menghubungi dirinya.


Dia menggeser tombol hijau dalam layar ponselnya.


"Halo Mommy ada apa? " tanya Gladys tanpa basa basi.


"Nak mommy kangen sekali sama kamu kenapa kamu enggak pulang ke mansion kita sayang? " tanya Mommy.


suara lembut terdengar diujung telepon membuat Gladys merasa sedikit menyesal karena jarang pulang ke kediaman orang tua angkatnya.Namun ketidak pulangannya karena ada alasannya yaitu Rafael.


"Baiklah Mom aku akan ke sana sekarang. " putus Gladys.


"Ya sudah sayang mommy tunggu ya. " mommy memutus sambungannya terlebih dahulu.


Gladys mengambil tasnya di kamar setelah itu menghampiri kedua sahabatnya di ruang tamu.


"Rena, Yuri aku pergi dulu ya mau ke mansion keluarga Whitney. " tukasnya.


"Mau kami temani Dys ke sana. " tawar Renata.


"Enggak usah deh kayaknya aku pergi


sendiri. " tolak Gladys.


Gladys mengangguk dan melangkahkan kakinya menuju ke depan lalu ke luar dari mansion Zach.


Tomy menghampiri Gladys lalu membuka pintunya dan Gladys masuk ke dalam setelah itu Tommy melajukan mobilnya meninggalkan mansion dan membelah jalanan.


"Tomy kenapa kamu harus mengantarku? " tanya Gladys.


"Zach yang menyuruhku untuk mengantarkan kamu ke manapun serta memastikan kamu baik baik saja dan aman saat Zach tak ada di sampingmu Dys. " sahut Tomy.


Setelah itu tak ada percakapan lagi diantara mereka berdua hingga tak lama kemudian sampai di mansion keluarga Whitney.


Gladys ke luar dari mobil dan bergegas masuk ke dalam mansion yang dibuka oleh pelayan.


Dia bergegas menemui orang tua asuhnya yang berada di ruang tamu.


"Mom, Dad, " panggil Gladys debgan lembut.


Mommy menoleh dan terenyum lebar melihat kedatangan puterinya. Diapun beranjak dari duduknya lalu menghampiri Gladys dan langsung memeluknya.Beberapa menit berlalu mommypun melepaskan pelukannya dan menatap Gladys dengan tatapan rindunya.


"Yuk nak kita duduk dulu. " ajak Mommy.


"Huum. " Gladys langsung duduk di sofa begitu juga dengan mommy.


"Gladys bagaimana kabarmu nak dan apakah kamu betah tinggal bersama Zach hingga melupakan kami? " sindir Daddy Hendra pada puteri asuhnya tersebut.


"Ya seperti yang Daddy lihat sekarang. Aku baik baik saja dan sangat betah tinggal bersama kekasihku. " ujar Gladys dengan santai.


"Aku jarang ke sini karena aku tidak mau melihat pria sialan itu yaitu Rafael. " ungkap Gladys to the poin.


"Kenapa sayang kenapa kamu membenci kakakmu? " tanya Mommy tak habis fikir.


"Tanyakan saja pada putera kesayangan kalian itu permisi. " Gladys kembali berdiri dan pergi meninggalkan ruang tamu dan ke luar.


mommy dan Daddy saling melirik satu sama lain setelah kepergian Gladys.Keduanyapun sama sama membuang nafasnya berat.


"Dad, sepertinya ada yang di sembunyikan Rafael dari kita dan ini berhubungan dengan Gladys. " tebak Mommy.


"Iya Mommy benar. "


Sementara diluar Mansion, Gladys memasang wajah datarnya menatap kearah kakak angkatnya tersebut. Rafael berjalan pelan menghampiri adik angkatnya sekaligus gadis yang dia cintai tersebut.


"Dys tinggallah kembali di sini karena mansion ini terasa sepi tanpa adanya ocehan dan teriakan kamu. " bujuk Rafael.


"Maaf kak Aku enggak bisa karena mansion Zach adalah rumahku sekarang. " ujar Gladys.


"Dengar Dys Zach bukan pria baik yang seperri kamu fikirkan karena dia adalah seorang mafia. " terang Rafael.


"Iya Aku tahu kak siapa Zach sebenarnya namun aku tetap mencintai dia. " sambung Gladys sambil tersenyum.


Rafael mengepalkan tangannya mendengar penuturan Gladys barusan. Pemikirannya selama ini salah jika Gladys akan menjauhi Zach jika tahu siapa Zach sebenarnya namum nyatanya tidak.


Gladys berjalan melewati Rafael namun tiba tiba kepalanya terasa pusing dan juga berat hampir terjatuh jika tidak Rafael menopangnya.


Tomy langsung menepis kasar tangan Rafael dari kekasih bosnya lalu mengajak Gladys pergi dari sana dan masuk ke mobil setelah itu melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Rafael.


Merasa khawatir dengan kondisi gadis yang dicintainya namun hanya bisa memandang nya dari kejauhan.


"Sebenarnya kamu sakit apa Sayang. " pikir Rafael.


TBc