Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Merebut



Mentari pagi menghangatkan sinarnya di setiap sudut ruangan pasangan calon pengantin tersebut.Zach terbangun terlebih sahulu dan menatap wanitanya sambil tersenyum.


senyumnya


tawanya


*kebahagiaannya merupakan prolioritas utama


yang harus aku utamakan diatas segalanya*.


Cup Zach mencium bibir wanitanya membuat Gladys melenguh dan terbangun.pandangan mata mereka bertemu dan saling melempar senyum satu sama lain.


"Selamat pagi Sweety. " ucap Zach sambil tersenyum tipis.


"Pagi juga. " balas Gladys tersenyum kearah calon suaminya.


Gladys bangun dan meregangkan otot ototnya setelah itu pergi ke kamar mandi bersama dengan Zach.Satu jam kemudian mereka langsung berganti pakaian setelah selesai berolahraga dan mandi.


Drt drt suara ponsel menghentikan Zach yang hendak menuruni tangga.Dia langsung meraihnya kemudian langsung mengangkat nya.


"Halo Hen ada apa? " tanya Zach penasaran.


"Begini boss pemerintah dari negara X mengirimkan ultimatum pada kita agar kita segera membebaskan Henry. " ungkap Hendery.


"Ultimatumnya adalah boss harus memberikan nona Gladys pada mereka sebagai gantinya jika kita ingin membunuh Henry. " cetus Hendery pelan.


Zach mengeraskan rahangnya mendengar pernyataan Hendery.Dia bergegas menuruni tangga bersama dengan Gladys yang langgsung pergi ke meja makan terlebih dahulu.


"Bagaimana mereka bisa tahu jika Henry disekap oleh Black Sword? " tanya Zach.


"Mungkin saja anggota Red Knight yang memberitahu mereka boss. " sambung Hendery.


"Baiklah Hendery kamu awasi dan laporkan padaku pergerakan dari pemerintah Itali. "


Zach mengakhiri percakapannya dengan Hendery setelah itu menemui wanitanya di meja makan.Gladys mengerutkan dahinya melihat raut wajah sang kekasih yang terlihat dingin.


"Sepertinya terjadi sesuatu makanya raut wajah Zach berubah. " pikir Gladys merasa penasaran.



Zachary menoleh kearah wanitanya dan tatapannya berubah lembut.Gladys merasa ada ketakutan dan keresahan di kedua mata kekasihnya meskipun Zach tak mengatakan hal itu.Gladys beranjak dari duduknya kemudian merangkul bahu sang kekasih dari samping.


"Honey ada apa kenapa kamu diam saja sedari tadi apa ada yang menganggu pikiranmu? " tanya Gladys dengan suara lembutnya.


Zach merengkuh pinggang wanitanya lalu dia kecup perut rata calon istrinya dengan lembut lalu menatapnya kembali.


"Takkan kubiarkan siapapun memisahkanmu dariku Sweety. " tegas Zach.


Gladys mengusap rahang kokoh sang kekasih dengan lembut setelah itu Dia dekap kepala Zach ke dadanya.Zach menenggelamkan wajahnya di dua gunung kembar Gladys yang terbalut dress.


"Kita sarapan dulu ya sayang. " bujuk Gladys.


Gladys hanya pasrah membiarkan Zach memeluknya dan kini dia mengusap rambut hitam prianya.Zach melepaskan dekapannya dan mendudukkan wanitanya di atas pangkuannya.Gladys mengalungkan kedua tangannya ke leher pria yang dicintainya.


"Sweety sebaiknya kita percepat pernikahan kita berdua. " putus Zach.


"Iya Sayang aku setuju dengan keputusanmu. " balas Gladys tersenyum manis.


"Namun sebelum itu bukankah kamu mau mengajakku menemui paman dan bibimu honey. " ujar Gladys.


"Iya ayo sarapan dulu setelah itu kita temui paman dan bibi. "


Mereka sarapan bersama dengan saling menyuapi satu sama lain. Setelah selesai keduanya meninggalkan meja makan setelah Glsdys mengambil tasnya dan langsung ke luar. Zach mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan.


Satu jam kemudian akhirnya mereka sampai di sebuah mansion mewah.Zach turun dari mobil begitu juga dengan Gladys setelah itu mengajaknya masuk ke dalam.


Gladys menatap sekelilingnya dengan takjub akan desain interior ruangan yang terlihat sangat elegan dan berkelas.Setelah itu berjalan menuju ke ruangan tengah dimana pasangan paruh baya berada.


"Paman, Bibi. " sapa Zach pada keluarganya tersebut.


"Akhirnya nak kamu datang kemari lagi dasar mafia nakal. " cibir Bibi Melly.


"Maaf Bi! Oh ya Bi ini Gladys calon istriku sekaligus calon ibu dari anak kami yang kini dia kandung. " ujar Zach.


"Kamu cantik sekali nak Gladys.Ayo sayang duduk dulu kamu 'kan lagi hamil. " sambung bibi Melly dengan senyuman hangatnya.


"Iya Bibi. "


Bibi Melly menatap tajam kearah keponakannya setelah itu kembali menatap Gladys.


"Hei mafia tengik berani beraninya kamu membobol anak orang sebelum menikah. " geram sang bibi.


"Ck ayolah Bi kami melakukannya karena sama sama cinta dan bibi harusnya senang akhirnya punya cucu dariku. " protes Zach.


Paman Leon terkekeh melihat perdebatan istri dan keponakannya.Sedangkan Gladys hanya bisa tersenyum simpul melihat keduanya yang berdebat.Bibi Melly menghela nafas panjang setelah itu kembali menatap Zach dan Gladys secara bergantian.


"Bibi, Aku dan Gladys akan mempercepat pernikahan kami karena musuh mulai mengincar calon istriku. " ucap Zach sambil melirik Gladys sekilas.


"Baiklah nak kami setuju lebih cepat lebih baik demi keselamatan Gladys dan calon anak kalian. " terang Bibi.


Gladys tersenyum manis memdengar persetujuan dari bibi Melly dan hal itu membuatnya semakin menautkan tangannya pada tangan Zach.Sedangkan paman dan bibi ikut merasakan kebahagiaan yang di rasakan oleh pasangan muda didepan mereka tersebut.


"Sepertinya ada seseorang yang menginginkan Gladys dan aku tak akan biarkan hal itu terjadi karena Gladys hanya milikku. " tekad Zach dalam hati.


Sementara di Negara X


Seorang pria misterius tengah duduk di atas singgasananya sambil menatap foto dalam gengamannya dengan seringai miringnya.


"Sebentar lagi kamu menjadi milikku My Wife. " gumamnya pelan menatap foto Gladys dengan pandangan lekat.


TBC