
Sementara Rafael merasa gelisah karena Gladys benar benar membuktikan ucapannya bahwa dia tidak pulang. Kini Dia semakin membenci Zach karena menurutnya Zachlah yang membuat hubungannya dengan Gladys menjadi renggang.
"Gladys pulanglah kakak merindukanmu sayang. " batin Rafael resah.
Mommy dan Daddy memilih diam dan mereka kini tengah memperhatikan putera mereka yang terlihat sangat cemas.
"Nak jangan cemas mommy yakin Zach bisa melindungi adikmu Gladys. " sambung Mommy sambil tersenyum.
"Ck Mom Aku tidak akan rela jika Gladys tinggal bersama pria itu. " sergahnya.
Drt drt suara bunyi ponsel
Rafael langsung meraih ponselnya karena dia merasakan getaran di saku celananya. Diapun mengerutkan dahinya melihat nomor tidak di kenal menghubunginya. Rafael segera pergi dari ruang tamu dan menaiki tangga menuju ke kamarnya.
Di kamar Rafael
"Halo siapa ini? " tanya Rafael penasaran.
"Kamu ingin tahu siapa Zach sebenarnya 'kan Aku bisa memberitahumu soal hal itu tapi ada syaratnya. " Henry mengabaikan pertanyaam Rafael barusan.
"Apa syaratnya cepat katakan. " Rafael merasa tidak sabar mendengar identitas Zach sebenarnya.
"Datanglah ke markas Red Knight sekarang juga nanti aku akan memberitahu siapa Zach sebenarnya. " Henry langsung mematikan sambungannya terlebih dahulu.
Rafael menyimpan ponselnya dalam saku kemudian mengambil jaketnya lalu memakainya dan ke luar dari kamar. Lalu Rafael menuruni tangga dan berjalan cepat melewati ruang tamu.
"Mom, Dad aku pergi sebentar. " Setelah berpamitan Rafael langsung ke luar dari Mansion dan melajukan mobilnya dengan kencang meninggalkan halaman Mansion.
Selama di dalam mobil dia membuka pesan dari nomor yang tak dikenalnya berisi alamat markas yang disebutkan. Hingga beberapa menit berlalu akhirnya Rafael sampai di markas milik salah satu mafia terkenal Red Knight.
Rafael ke luar dari mobilnya setelah memyimpan ponselnya dalam saku. Dia berjalan mendekat ke arah Markas yang di jaga oleh para anggota Red Knight. Henry ke luar dari markas dan tersenyum miring melihat kedatangan Rafael.
"Selamat datang di markasku Rafael Ardeo Whitney. " sapa Henry sambil tersenyum miring.
"Sebenarnya siapa kamu kenapa kamu menyuruhku datang ke sini? " tanya Rafael bingung.
"Aku Henry Dominic Wyatt, ketua Mafia Red Knight dan ini adalah markasku. " sambut Henry.
Rafael terkejut mendengar pengakuan dari Henry namun dia segera menetralkan keterkejutannya dan kembali menatap Henry.
"Katakan siapa sebenarnya Zach, pria yang disukai adik angkatku? " cerca Rafael.
"Ayo masuk ke dalam dulu Raf. " tawarnya.
Rafael menghela nafas berjalan mengikuti Henry dari belakang lalu mereka masuk kedalam markas dan keduanya langsung duduk di kursi masing masing.
"Zachary Jamie Walter, Dia merupakan ketua mafia Black Sword yang memiliki berbagai macam senjata dan merupaka rivalku. " terang Henry dengan wajah seriusnya.
"Jadi Zach adalah mafia. Cih sialan pria itu telah merebut Gladys dariku menggunakan kuasanya. " geram Rafael sambil mengepalkan tangannya.
Henry tersenyum miring melihat amarah terpancar di kedua mata pria didepannya. Rafael menghela nafas kasar lalu kembali menatap Henry.
"Karena aku sudah memberitahumu maka kamu harus mengikuti kemauanku. "
"Baiklah Aku setuju dan kamu harus membantuku merebut Gladys dari tangan Zach apapun caranya. "
Dari kejauhan Louis kini telah selesai merekam percakapan Henry dengan Rafael dan diapun segera pergi dari sana tanpa ada yang curiga karena dia memberikan alasan pada anggota Red Knight.
Louis melajukan mobilnya pergi dari markas Red Knight menuju ke mansion Zachary untuk menemui Zachary.
Skip
Di mansion Zach
Louis langsung duduk di sofa dan langsung mengirimkan videonya ke nomor Zach. Nicholas dan lainnya memilih diam memperhatikan boss mereka.
Drt drt Suara ponsel berbunyi
Zach membuka Videonya dan langsung menggeram emosi mendengar percakapan Rafael dan Henry setelah selesai dia menutupnya kembali. Gladys yang ada si sebelahnya merasa shock melihat kakak angkatnya berbuat nekat.
Zach segera menenangkan wanitanya setelah itu kembali menatap Louis dengan nada serius.
"Thanks atas infonya Louis. " seru Zach dengan wajah datarnya.
"Ya sama sama ngomong ngomong dimana adikku Yuri? " tanya Louis cemas.
"Adikmu tengah berduaan dengan Matthew. " sahut Nicholas sambil tersenyum miring kearah Louis yang berdecak kesal.
Louis berdecak kesal dan diapun meneguk wine di depannya sontak membuat yang lainnya terkekeh. Sementara Zach tengah bermesraan dengan wanitanya mengabaikan para anggota Black Sword yang mendengus kearahnya.
"Ck mentang mentang sudah membobol gawang kakak ipar, Si bos selalu berduaan dan selalu lengket dengan wanitanya. " dengus Nicholas.
"Sebaiknya ajak saja si Renata dan gasak langsung daripada mengurusiku. " skak Zach tersenyum remeh kearah adiknya.
Nicholas ikut meneguk segelas wine merasa kalah telak dengan ucapan Zach barusan. Gladys hanya bisa tertawa melihat perdebatan kakak beradik di depannya tersebut. Zach menoleh tersenyum tipis melihat wanitanya tertawa.
Tanpa basa basi diapun mengecup bibir wanitanya yang sangat menggoda. Para anggota BS hanya bisa melongo dan merutuki kelakuan leader mereka yang tak tahu malu tersebut.
"Honey, Aku malu tahu. " rengeknya mendusel kedada bidang kekasihnya.
Zach tersenyum geli lalu merengkuh tubuh Gladys dari samping. Setelah itu kembali menatap para anggotanya sambil tersenyum menyeringai.
"Menyebalkan. " gerutu Hendery dengan wajah masamnya.
"Dasar boss tak punya otak. " Celetuk Erick tanpa sadar.
Aura Zach langsung menggelap dan kini tatapannya bagaikan singa yang siap menerkam. Sontak membuat buluk kuduk Erick berdiri dan langsung menatap kearah Zach sambil menelan ludahnya gugup.
"Maaf boss Aku hanya bercanda. " imbuhnya.
"Kasihan Erick honey jangan kamu tatap seperti itu. " ucap Gladys dengan lembut sambil mengusap lengan Zach.
Zach kembali menoleh kearah Gladys dan tatapannya berubah lembut membuat semua orang merasa lega terutama Erick.
"Baiklah sayang Aku memaafkan Erick kali ini namun tidak lain kali. " cetusnya.
TBC