
Maaf Author baru up soalnya lagi sakit dan sibuk di RL
Setelah selesai menjenguk Louis di rumah sakit, Renata berniat langsung pulang ke apartemennya diantar oleh Nicholas meskipun berulang kali sudah dia tolak tawaran Nicholas.
Nicholas berdecih melihat ada gangguan kecil dari para tikus yang menganggu ketenangan nya saat ini.
"Rena kamu pegangan yang kencang. " titah Nicholas.
"Eh iya Nich. " jawabnya bingung tapi tetap menuruti ucapan Nicholas.
Brum
Nicholas melajukan mobilnya kencang sambil mengenggam pistolnya yang langsung dia arahkan ke roda mobil musuhnya tersebut.
Dor dor suara bunyi tembakan mengenai roda mobil yang mengikutinya setelah itu kembali melaju kencang menjauh dari mobil yang mengikutinya.Renata yang melihat aksi Nicholas semakin penasaran dengan pria disebelahnya tersebut.
"Cih dasar sampah tak berguna. " maki Nicholas dalam hati.
Nicholas kembali menyetir mobilnya dan sesekali melirik Renata sekilas setelah itu melajukan mobilnya kencang tanpa berkata apapun.
Beberapa menit kemudian
Nicholas telah sampai di depan apartemen Renata dan Renata langsung turun setelah mengucapkan terimakasih.Dia masuk ke dalam apartemen setelah mobil Nicholas pergi menjauh.
Renata pergi mengambil minuman di dapur lalu membawanya ke ruanng tamu dan bersantai di sana.
drt drt
Renata meraih ponselnya kemudian menggeser tombol hijau dalam layar ponselnya.
"Halo Rena ini aku Rafael? " tanya Rafael basa basi.
(.......)
"Bisakah kita bertemu sekarang di Cafe? " tanya Rafael lagi.
Renata menghela nafas kasar mendengar ajakan Rafael.
"Maaf Aku sibuk. " Renata memutus sambungan teleponnya terlebih dahulu.
"Untuk apa Rafael mengajakku bertemu cih. " batin Renata merasa tidak percaya.
Glurp glurp glurp Renata kini tengah meneguk minumannya hingga tandas.Rasa dalam hatinya terhadap Rafael tidak ada hanya ada kebencian dalam hatinya.Setelah selesai menaruh kalengnya di atas meja dan tiba tiba teringat Gladys sahabatnya.
"Apa aku kasih tahu Gladys saja tapi 'kan dia tengah hamil dan tak boleh stress. " gumam Renata bingung.
"Huft sebaiknya jangan kasih tahu dia. " putus Renata.
Tring tring tring
Renata langsung menyambar ponselnya kemudian membuka dan membaca pesan yang masuk.
Rafael : Harus kamu tahu Nicholas adalah seorang mafia dan Zach ketua leader dari Black Sword yang terkenal dengan kekejamannya.
Renata sungguh sangat syok setelah membaca pesan dari Rafael mengenai jati diri Nicholas dan Zach.Dia masih tidak percaya jika Nicholas adalah seorang mafia.
Renata menghembuskan nafasnya kasar lalu menekan tombol hijau menghubungi nomor sahabatnya Gladys namun tak kunjung di angkat Gladys.
Tok tok tok
"Maaf Kalian siapa ya? " tanya Renata dengan ragu ragu.
"Mari ikut kami Nona, seseorang ingin bertemu dengan Anda nona Renata. " ucap Roy sang penasehat kerajaan sekaligus orang kepercayaan Agra.
"Aku tidak mau. " tolak Renata.
Roy langsung menyuruh prajuritnya membawa Renata paksa.Renata tentu saja memberontak namun Roy malah memukul tengkuknya hingga dia pingsan.
"Ayo cepat bawa ke mobil dan bawa ke hadapan pangeran mahkota. " perintah Roy.
"Iya Baik Tuan. "
Sopir langsung melajukan mobilnya kencang meninggalkan apartemen Renata setelah Roy dan lainnya masuk ke mobil.
Di Mansion Zach
Gladys mengambil ponselnya di meja dan mencoba menghubungi sahabatnya balik namun tak diangkat Renata.Sontak hal itu membuatnya cemas dan khawatir terhadap Renata.
"Kenapa Rena tak bisa dihubungi balik ya? " tanya Gladys penasaran.
"Ada apa Sweety kenapa kamu terlihat khawatir? " sahut Zach yang menghampirinya di ruang tamu.
"Aku menghubungi Renata tapi tak diangkat Honey. " balas Gladys.
"Mungkin saja dia ada di kamar mandi. "
Gladys mengangguk kecil lalu duduk di sofa begitu juga dengan Zach.Keduanya beristirahat di sana setelah sibuk mengurus persiapan pernikahan mereka dan saat ini mereka kelelahan.
"Sayang jangan cemas oke sebaiknya kita fokus pada acara kita besok di Gereja. " ucap Zach dengan lembut.
"Iya Kamu benar honey. " sambung Gladys dengan senyum hangatnya.
Gladys mengusap perut ratanya setelah itu menyandarkan kepalanya di bahu sang kekasih tercinta.Entah kenapa saat ini Dia kepikiran dengan sahabat satu satunya yaitu Renata namun Gladys memilih diam saat ini.
tring
Gladys meraih ponselnya kemudian membaca pesan yang masuk.
Mr A : Sahabatmu ada bersamaku sayang jika kamu ingin bertemu dengan Renata maka temui aku.
Gladys terkejut membacanya dan langsung menunjukkannya pada Zach.
Zach membacanya namun tak lama kemudian raut wajahnya menjadi mengeras dan mengepalkan tangannya.
"Siapa yang mengirimi pesan itu padaku
Zach? " tanya Gladys.
"Cih sialan pangeran keparat itu sudah berani bertindak. " maki Zach dalam hati.
"Jangan kamu pikirkan Sweety biar aku yang mengurusnya. " Zach pergi dari ruang tamu meninggalkan wanitanya sendiri sambil menghubungi Nicholas.
Sepeninggal kekeasihnya Gladys merasakan cemas dan takut jika Renata dilukai orang yang menculiknya.
"Apa yang diinginkan orang itu. " batin Gladys.
TBC