Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Berlebihan



Lima bulan kemudian setelah perceraian Kendrick dan Sarah.Kendrick melakukan berbagai cara untuk membujuk Rose agar mau menikah dengannya termasuk meminta bantuan pada orang tuanya.


Di Mansion megah milik Kendrick


Rose kini berhadapan dengan kedua orang tua Kendrick. Mami Rinda meraih tangan Rose lalu mengenggamnya erat.


"Apakah kamu ingin Elle dicap anak haram oleh orang orang. " ucap Mommy.


"Enggak tante. "


"Nah makanya nak menikahlah dengan Kendrick dan berbahagialah dengannya serta puteri kalian Elle. " rayu Mommy Rena dengan sisi lembutnya.


Rose langsung bungkam memikirkan perkataan mommy Rinda barusan.Dia merasa egois karena mementingkan dirinya sendiri daripada kebahagiaan Elle.Kendrick hanya pasrah dengan keputusan Rose yang membuatnya berdebar.


"Pikirkan baik baik Rose dan turunkan egomu. " tegur Mommy Rinda.


Bibi Inah membawa baby Elle yang sudah mulai lincah kehadapan Rose dan Rose langsung meraihnya ke dalam gendongannya.Dia kini menatap sendu kearah puteri kecilnya tersebut setelah itu bergantian menatap Kendrick.


"Baiklah aku setuju menikah dengan mas Ken. " jelas Rose sambil tersenyum.


Kendrick memekik senang dengan keputusan Rose.Diapun bangkit dan menghampirinya setelah sang mommy beralih tempat.Dia daraykan kecupan dikening Rose dengan lembut setelah itu beralih mencium pipi Elle.


"Terimakasih sayang terimakasih telah menerimaku dan mau menikah denganku. " ucap Kendrick dengan tulus.


"Iya Mas sama sama dan maafkan aku yang telah egois!


Kedua orang tua Kendrick ikut terharu melihat kedekatan puteranya dengan calon menantu mereka.Merekapun membahas persiapan acara pernikahan Rose dan Kendrick.


(๑・ω-)~♥”


Sementara di mansion Nicholas


Zach terbahak melihat adiknya yang frustrasi menghadapi Renata yang merajuk.Kini usia kandungan Renata telah mencapai lima bulan dan perutnya kini telah membuncit.


"Wanita hamil itu sensitif jadi jangan mengatai istrimu gendut ataupun yang lainnya kalau kamu tidak mau tidur di luar. " tegur Zach sambil terkekeh pelan.


Nicholas membuang nafas berat dan kembali merangkul istrinya sambil mengusap perut buncit wanitanya.


"Sayang bukan maksudku mengataimu gendut tapi kamu semakin seksi saat kamu hamil seperti ini di mataku dan tubuhmu membuatku bergairah. " rayu Nicholas sambil berbisik.


Pipi Renata langsung merona memdengar bisikkan suaminya.Diapun langsung memdusel manja di dada bidang Nicholas melupakan kekesalannya.Zach langsung tercengang melihat perubahan mood tiba tiba adik iparnya tersebut.


Gladys memilih duduk di karpet bawah membiarkan putera kecilnya yang kini sering belajar merangkak dan tengkurap meskipun sudah lancar tapi tetap dia mengawasi Alvaro.


Zach tersenyum melihat tingkah putera kecilnya yang sangat lincah dalam merangkak dan tengkurap.


"Oh ya Nich, Rena apakah kalian sudah menyiapkan nama untuk anak kalian kelak. " cecar Gladys.


"Belum sih Dys lagian kami belum check up ke dokter untuk memeriksakan jenis kelaminnya. " seru Renata mengulum senyumnya.


Drt drt drt


( sambungan terhubung )


"Ada apa Hendery kenapa kamu menghubungi aku? " tanya Zach dengan ramah.


"Begini Boss besok kami bertiga akan pulang ke indonesia karena waktu honeymoon kami semua sudah selesai. " ucap Hendery.


"Okey aku tunggu kepulangan kalian. "


Zach memutus sambungan teleponnya lalu menyimpan kembali ponselnya dalam saku. Ya beberapa bulan lalu Hendery - Clara, Erick -Nadira dan Matthew - Yuri melangsungkan pernikahan mereka secara bersamaan dan honeymoon merekapun juga bersama sama.


"Bagaimana kalau kita adakan pesta BBQ setelah ketiga pasangan itu pulang. " cetus Gladys memberikan saran.


"Iya Dys aku setuju. " sambung Renata dengan antusias.


Para suami hanya diam melihat para istri mereka yang begitu antusias mempersiapkan pesta.Setelah itu fokus Gladys kembali tertuju pada Alvaro yang sibuk merangkak menuju kearah Zach.Zach tersenyum lalu duduk di bawah kemudian menggendong puteranya.


"Pintarnya anak Daddy yang lancar


merangkak. " puji Zach sambil mencium pipi gembul puteranya.


Alvaro tertawa khas bayi sambil tangan kecilnya melambai kearah Zach.Zach menyentuhnya kemudian mengecup tangan mungil putera kesayangannya.


"Cepatlah besar boy dan kita bertarung di ring tinju. " gurau Zachary sambil tertawa kecil.


Gladys menggelengkan kepalanya mendengar gurauan sang suami. Renata semakin tidak sabar menanti buah hatinya lahir.Dia usap perut buncitnya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Alvaro sangat menggemaskan! Aku harap anak kita akan lucu dan pintar seperti Alvaro. " seru Renata.


"Iya sayang kamu benar! balas Nicholas menimpali ucapan istrinya.


Mereka kini telah menemukan kebahagiaan masing masing.Gladys berharap puteranya kelak tidak mengikuti jejak ayahnya yang terjun dalam mafia.Dia hanya ingin melihat Alvaro seperti anak lainnya yang menjalani hidup normal tanpa dikejar musuh ataupun terjadi pertumpahan darah.


Zach menoleh memperhatikan sang istri yang tengah melamun.Dia cium pipi istrinya sekilas membuat Gladys tersentak dan menoleh kearahnya.


"Kamu sedang memikirkan apa sayang? "tanya Zach dengan lembut.


"Em enggak ada Hubby! Hanya saja aku mengkhawatirkan masa depan Alvaro kelak saat dia dewasa. " ungkap Gladys yang langsung mengeluarkan isi hatinya.


Zach menghembuskan nafas berat mengerti dengan kekhawatiran yang dirasakan istrinya pada masa depan putera mereka kelak.


"Kekhawatiranmu itu berlebihan sayang. " tegur Zach pada istrinya.


"Iya Hubby kamu benar. " Gladys beralih memperhatikan putera kecilnya yang mulai belajar berbicara.


Gladys segera menepis kekhawatirannya yang tak beralasan.Dia kembali mengajak bermain puteranya bersama Zach.Renata dan Nicholas mengulas senyum mereka melihat kebahagiaan yang ada di keluarga kecil Zachary.


TBC