
Happy Reading!
Di luar mansion
Serra mengambil ponselnya lalu diam diam menghubungi seseorang.
"Tenang saja Alvaro berpihak padaku dan mencintaiku sepenuh hatinya. " ucap Serra di telepon.
"Baiklah lakukan rencana kita dengan pelan pelan namun pasti. "
Serra memutus sambungan teleponnya setelah itu menatap sekelilingnya dan langsung menghembuskan nafas lega.Lalu diapun kembali masuk ke dalam mansion Alvaro.
Dia melangkahkan kakinya menuju ke kamar dan mengganti pakaian setelah itu menyusul Alvaro yang tengah berenang.Serrapun melepaskan kimononya hingga tersisa bikini seksi yang melekat di tubuhnya setelah itu melompat ke dalam air.
Byur
Serra berenang menghampiri Alvaro dan langsung merapatkan tubuhnya pada tubuh kekar sang kekasih.Alvaro langsung melingkarkan tangannya di pinggang gadisnya sambil meremas bokong Serra.
"Kamu sangat seksi sayang membuatku ingin berada di dalam dirimu. " bisik Alvaro dengan nada sensual.
"Lakukan sayang aku juga menginginkanmu! jawab Serra dengan tatapan menggoda.
Alvaro tersenyum miring lalu membawa Serra ke tepian kolam renang setelah itu melepaskan celana boxernya dan menaikkan bikini sang kekasih lalu memyatukan tubuh mereka berdua.
"Engh ah. " desah Serra.
Alvaro memaju mundurkan pinggulnya dengan cepat membuat Serra kian mendesah.Serra mengalungkan kedua tangannya di leher Alvaro.Merekapun memadu kasih di tepi kolam renang tanpa ada siapapun di sana.
Satu jam kemudian
Selesai vercinta Alvaro memakai celananya lagi begitu juga dengan Serra lalu kembali berenang.Diam diam Serra tersenyum miring karena rencananya selama ini berjalan mulus dan lancar.
Alvaro membopong tubuh Serra naik ke atas lalu membawanya masuk ke dalam.Dari kejauhan Caramel mendesis dan menatap curiga pada Serra.
Skip Di kamar
Kini Alvaro dan Serra kembali menuntaskan hasrat mereka di atas meja.Serra kewalahan menghadapi betapa perkasanya Alvaro menggempur dirinya.Dua jam kemudian percintaan panas mereka baru berakhir dan Alvaro menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua.
Alvaro menatap lekat wanitanya sambil mengelus pipinya lembut.Serra terdiam menikmati sentuhan tangan Alvaro di wajahnya.
"Kamu sangat nikmat honey dan aku merasa sangat puas. " ucap Alvaro tersenyum tipis.
Serra mengulum senyumnya lalu mendusel manja ke dada bidang polos Alvaro dan dibalas Alvaro.
"Hemm sejauh mana kamu berusaha menghancurkanku honey.Lihat saja aku akan membuatmu hamil dan melupakan dendammu itu. " batin Alvaro.
Serra mengangkat wajahnya dan menatap lekat pria tampan yang menjadi kekasihnya.Dia membuang nafas pelan mengingat rencana yang telah disusunnya bersama pamannya.
Cup Alvaro memagut bibir Serra dan dibalas lembut wanitanya.Keduanya saling bertukar saliva dan menikmati rasa manis di bibir pasangannya.
"Engh. " desah Serra.
Tanpa aba aba Alvaro menyatukan milik mereka setelah membalik tubuh Serra membuatnya membelakanginya dan mulai menghentakkan pinggulnya dengan irama cepat.Serra terus mendesahkan namanya membuat gairah Alvaro kian berkobar.
Beberapa menit berlalu
Alvaro menyudahi kegiatan mereka lalu membopong tubuh wanitanya dan dibawanya ke kamar mandi. Selesai mandi dan berganti pakaian, Serra mengganti sprei dan selimutnya dengan yang baru.Setelah itu ke luar dari kamar dan menuruni tangga bergegas pergi ke dapur.
Di Dapur
Serra langsung membuat jus dan nasi goreng untuk dirinya dan juga Alvaro setelah itu membawanya ke meja makan.Tak tak tak suara langkah kaki mendekatinya dan Serra menoleh kearah Alvaro.Alvaro kini terlihat fresh dengan pakaian casualnya menarik kursi kemudian duduk.
"Ayo makan sayang. " ajak Serra dengan menampilkan senyum manisnya.
"Em tapi tidak kamu kasih racun bukan. " goda Alvaro sambil menatap kekasihnya.
Serra langsung merasa tegang mendengar ucapan sang kekasih kemudian kembali tersenyum canggung kearah Alvaro yang kini mengulum senyumnya.
"Aku bercanda honey!
Serra menghembuskan nafas lega lalu mulai menyantap nasi gorengnya begitu juga dengan Alvaro.Diam diam Alvaro memperhatikan setiap gerak gerik wanitanya dengan intens.
"Sebenarnya apa alasanmu mendekatiku setelah itu berniat menghancurkanku Serra. " pikir Alvaro dalam hatinya.
"Sayang kenapa kamu menatapku intens? " tanya Serra.
Alvaro tersentak dari lamunannya kemudian kembali melanjutkan makannya setelah itu melirik Serra sekilas.
"Enggak papa sayang! sahut Alvaro singkat.
Serra beroh ria dan melanjutkan makannya himgga habis lalu menyesap jusnya dengan lahap hingga tak bersisa.Setelah makanannya habis, Serra membawa piring kotornya ke dapur setelah itu bersantai di ruang tamu bersama Alvaro.
"Oh ya honey bagaimana kalau kita langsung mempercepat pesta pernikahan kita berdua. " ujar Alvaro tiba tiba.
Serra terdiam membeku mendengar pernyataan Alvaro barusan.Dia sebenarnya sangat muak harus berpura pura baik dan bersikap manja pada anak dari musuh orang tuanya.Alvaro tersenyum miring melihat reaksi yang ditunjukkan Serra didepannya.
"Apa tidak terlalu cepat Al. " cecar Serra menatap lekat prianya.
"Lebih cepat lebih baik sayang lagian kamu sudah mengenal keluargaku dengan baik. " rayu Alvaro tersenyum manis.
"Mungkin dengan menjadi bagian keluarga Walter aku bisa membalas dendamku pada mereka. " pikir Serra.
"Em baiklah aku setuju honey. " jawab Serra tanpa berfikir lama.
Alvaro tersenyum lebar mendengar jawaban calon istrinya.Dia langsung meraih tangan Sera lalu mengenggamnya kemudian mengecupnya berulang ulang.Hati Serra menghangat mendapat perlakuan manis dari Alvaro namun dengan cepat dia menguasai dirinya agar tidak terbuai.
TBC