Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Season 2 Part 9



Jangan emosi okey ☺☺🤣🤣


Happy Reading!!!


Cahaya pagi tampak bersinar terang pertanda pagi telah tiba.Elle nampak rapi setelah pelayan suruhan max memberikannya dress.Dia berjalan mondar mandir karena keluarganya sampai saat ini belum menolongnya.


"Tidak aku tidak mau berakhir di sini dan menjadi budak se*** pria itu. " gumam Elle.


Cklek pintu di buka dan masuklah Max berjalan pelan mendekati Elle.


Elle dengan sigap mundur ke belakang melihat kehadiran Max yang menurutnya sangat berbahaya.


"Kau takut padaku honey! Max kini berdiri di hadapan Elle dengan senyum miring dibibirnya.


"Jangan mendekat tuan. " pekik Elle panik.


Grep sekali sentak Elle berada dalam pelukan Max.Elle memberontak dan memukuli dada Max namun tak berarti apa apa bagi pria itu.


Maxton merasa geram dan menarik tengkuk Elle dan menyatukan bibir mereka.Elle terkejut dan mencoba mendorong Max namun Max mempererat pelukannya dan memperdalam ciuman mereka berdua.


Max menyudahi ciumannya setelah dirasa Elle kehabisan nafas.Elle langsung menghirup oksigen sebanyak banyaknya setelah itu menatap tajam Maxton.


"Aku tidak punya masalah denganmu kenapa kamu menculikku. "


"Karena aku tertarik padamu honey makanya aku membawamu kemari. " ujar Max dengan entengnya.


Elle mendorong Max dengan sekuat tenaga hingga pelukan Max terlepas.Setelah itu diapun berlari ke luar dari kamar.Max mengeram kesal dan langsung mengejar Elle yang kabur.


Di luar mansion Elle berlari sekuat tenaga dari kejaran Max dan anak buahnya.Grep Maxton berhasil mencengkeram tangan Elle namun Elle terus memberontak membuat Max semakin emosi.


"Kamu menguji emosiku sayang maka terimalah hukumanmu dariku. " Max memanggul tubuh Elle dan mengabaikan Elle yang memberontak.


Skip


Max menghempaskan tubuh Elle di atas ranjang setelah itu membuka kemejanya hingga menampilkan tubuh kekarnya.Lalu dia berjalan mendekati Elle dan langsung merobek gaun Elle dengan kasar.Elle terkejut dan bergetar ketakutan dengan sikap Max terhadapnya.


"Kumohon lepaskan aku tuan aku mohon. " pinta Elle dengan raut ketakutan.


Max mengabaikan permintaan Elle dan tetap membuka pakaian mereka hingga polos.Max menahan tangan Elle dan mulai menjamah lekuk tubuh Elle.Setelah itu menyatukan tubuh mereka dan suara teriakan serta jeritan menggema dalam kamar.


Tak lama kemudiam erangan dan desahan terus bersahutan di dalam kamar yang dilapisi alat kedap suara.


Tiga jam kemudian kegiatan merekapun berakhir.Elle menarik selimutnya dan langsung melorotkan tubuhnya ke lantai sambil menangis histeris dengan apa yang dialaminya barusan.Max memakai kembali boxernya setelah itu mendekati Elle.


Hiks hiks hiks


"Sudah puas 'kan kamu menghancurkanku. " teriak Elle dengan wajah sembabnya.


Max terdiam menatap lekat kearah Elle yang berantakan.Rambut acak acakan, seluruh tubuhnya penuh bercak keunguan dan bagian bawahnya terasa sakit namun Elle abaikan semua itu.


Max hendak menyentuhnya namun Elle menepisnya dengan kasar.Dia menatap penuh kebencian pria yang ada di hadapannya.


Hancur.Itulah yang dirasakan Elle saat ini. Kesucian yang dia jaga selama ini demi pria yang dicintainya kini telah direnggut pria asing yang baru dikenalnya.


Maxpun bangkit dan memilih ke luar setelah memakai kembali pakaiannya.Dia membiarkan Elle tenang terlebih dahulu.Sementara Elle kembali menangis tersedu sedu mengingat hidupnya telah hancur.


"Sean hiks hiks tolong aku Sean. " racau Elle ditengah tangisan pilunya.


Dari balik pintu Max mendengar racauan Elle membuatnya mengepalkan tangannya lalu pergi dari sana menuju ke kamarnya.


"Cepat beritahu di mana boss kalian. " ucap Sean dengan emosi meluap.


Sean merasa tidak sabaran lalu menodongkan pistolnya lalu menembak satu persatu anak buah Max.


Dor dor dor


Suara tembakan menggema salam halaman mansion di bantu Rean dan Kenan.


Di Mansion


Max mendapat kabar dari salah satu anak buahnya bahwa inti BSG telah datang.Dia merasa geram dan segera berganti pakaian setelah itu menghampiri Elle di kamarnya.


Brak Max membanting pintunya kasar membuat Max menoleh.


Elle telah mengganti pakaiannya sambil menahan rasa sakit di bagian in*****nya. Diapun menatap datar kearah Max yang kini tengah menghampirinya.


"Aku akan bertanggung jawab padamu dan sebaiknya kamu ikut aku. " ujar Max datar sambil membopong tubuh Elle.


Mereka keluar dari kamar dan melewati jalan rahasia yang hanya di ketahui oleh Max.Mereka berdua masuk ke mobil yang telah disiapkan dan setelah itu menghubungi anak buahnya untuk menyingkir dan pergi dari sana.


"Ayo jalan kita pergi ke bandara sekarang juga Arlan. " perintah Max.


"Ya boss. " Arlan melajukan mobilnya dan melesat menjauh dari mansion.


Max merangkul Elle yang terus menerus menangis dalam pelukannya.Diapun menoleh dan membuang nafas kasar lalu menatap Elle.


"Diamlah Elle. " pinta Max dengan tegas.


"Lepaskan aku tuan kumohon. " ucap Elle dengan nada serak.


Lagi dan lagi Max mengabaikan ucapan Elle yang memohon padanya.Sesekali Elle meringis kesakitan pada guanya karena Max bermain kasar tadi sontak hal itu tak luput dari pandangan Max yang langsung menenangkannya.


Di Mansion Elle


Alvaro dan Sean masuk ke dalam mansion lalu memeriksa setiap sudut ruangan.Sean menaiki tangga dan langsung masuk ke dalam kamar Max namun kosong.


"Elle kamu di mana sekarang. " teriak Sean.


Sean menoleh ke samping dan terkejut melihat noda darah di seprei.Dia mengepalkan tangannya karena gagal menjaga Elle hingga kecolongan.


"Sial pria itu kabur sambil membawa Elle. " geramnya langsung keluar kamar dane menuruni tangga.


Di luar Mansion


Setelah Sean menembaki anak buah Max kini dia menghampiri Alvaro dan lainnya.


"Max kabur membawa Elle. " ucapnya di hadapan ayah serta paman dan lainnya.


"Elle puteriku dan ini semua karena kalian semua Elle jadi menanggung akibatnya. " bentak Kendrick dengan penuh amarah.


"Maafkan aku paman. " sesal Sean pada Daddynya Elle.


Kendrick berlalu pergi meninggalkan Sean dan anggotanya diliputi dengan amarah. Sean mengusap wajahnya kasar merutuki kebodohannya.


TBC