Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Season 2 Part 13



Ikutin saja alurnya ini masih belum baku hantam masih uwu uwuan tapi tak lama lagi kok jedor jedorannya wkwkw πŸ€—πŸ€—πŸ˜³πŸ˜†πŸ€ΈπŸ”«


Akan ada pengorbanan diantara salah satu dari Alvaro, Elle, Max, Sean dan Serra πŸ€—πŸ€—πŸ˜³


Happy Reading!!


Di Markas BSG


brak bruk bruk


Sean melampiaskan amarahnya meninju samsak yang ada di dalam ruangan latihan mereka.Dia masih tidak terima dengan kenyataan Elle telah dimiliki pria lain.


"Elle aku mencintaimu. " teriak Sean kembali meninju samsak yang ada di depannya.


Hosh hos hosh Sean menetralkan nafasnya yang memburu.Mike yang melihatnyapun hanya bisa menghela nafas berat.Diapun segera mendatangi sepupunya tersebut.


"Sean sebaiknya lupakan Elle dia sudah menikah dan sebentar lagi memiliki anak. " ucap Mike dengan hati hati.


Sean membalikkan tubuhnya dan menatap tajam kearah Mike sepupunya lalu berdecih.Dia melepaskan sarungnya dan melemparnya ke sembarang arah.


"Kamu sangat mudah mengatakannya Mike karena kamu tidak berada di posisiku. " desis Sean nada sinisnya.


"Ck masih banyak gadis lain Sean tapi bukan Elle. " bujuk Mike.


Sean mencengkeram kaos Mike dan tatapannya mematikan menunjukkan ketidak sukaan atas ucapan Mike barusan.


"Aku tidak peduli hanya Elle yang aku cintai. " Sean melepaskan cengkeramannya dan berlalu pergi meninggalkan Mike sepupunya.


"Dasar bodoh! umpatnya.


πŸ’•πŸ’•


Sementara Alvaro kini menatap sendu wanita yang dicintainya yang beberapa bulan ini menghindarinya.Serra juga enggan menerima lamarannya sontak membuat Alvaro sangat frustrasi.


"Aku ingin setelah anak ini lahir biarkan aku pergi dan kamu bisa merawatnya. " ucap Serra dengan tenang.


Alvaro mengepalkan tangannya dan wajahnya nampak mengeras mendengar pernyataan Serra barusan.


"Apa kamu sudah gila hah di mana otak kamu Serra.Kamu berniat meninggalkan anak kita sendiri tanpa kamu mau rawat begitu. " bentak Alvaro dengan emosi yang meledak ledak.


"Keputusanku sudah bulat Alvaro. " tegas Serra.


Sret Alvaro mencengkeram tangan Serra lalu membopongnya menuju ke kamar mereka berdua.


Dia letakkan tubuh wanitanya di ranjang lalu menyobek dress yang dipakai Serra dan melepaskan pakaian mereka hingga polos.


Tanpa aba aba Alvaro langsung menjamah tubuh Serra dengan kasar namun tetap berhati hati mengingat Serra hamil.Setelah itu menyatukan tubuh mereka dan bergumul di atas ranjang.


Dua jam kemudian kegiatan mereka berakhir, Serra menitikkan air matanya melihat perlakuan kasar Alvaro dalam menjamah tubuhnya namun dia memilih diam menahannya. Serra menarik selimut menutupi tubuh polosnya dan tak lupa mengusap perut buncitnya.


Alvaro berbalik memungungi Serra dan mengabaikannya.Serra menyibak selimutnya lalu bangkit dan mengambil pakaiannya setelah itu memakainya.Diapun menarik handle pintunya lalu ke luar dan menuju ke kamar sebelah.


Alvaro bangun dan menatap kosong sebelahnya hal itu membuatnya merasa frustrasi.Dia berulang kali membujuk Serra namun Serra menolaknya dan hanya kekerasan yang bisa dia lakukan saat ini.


Dia bangkit dan pergi ke kamar mandi setelah selesai segera berganti pakaian dan memgganti spreinya.


Di Kamar Serra


Setelah mengganti pakaiannya Serra duduk di tepi ranjang.Dug dug Serra meringis merasakan tendangan dari dalam perutnya.Dia tersenyum tipis dan segera mengelusnya dengan lembut.


"Mama sayang sama kamu nak dan saat kamu lahir nanti kamu harus tumbuh jadi anak yang patuh dan sayang sama Papamu ya sayang saat Mama tidak ada disisimu. " gumam Serra dengan lirih.


Brak Alvaro membuka pintunya kasar membuat Serra tersentak dan langsung memalingkan wajahnya.Alvaro segera menghampiri ibu dari calon anaknya lalu menatapnya intens.


Serra hanya diam dan memilih berbaring di atas ranjangnya mengabaikan kehadiran Alvaro didekatnya.Alvaro mencoba meraih tangan Serra namun Serra menepisnya kasar.


"Jangan sentuh aku! tegasnya.


"Aku tahu kamu masih marah atas kematian orang tuamu dan kenyataan yang kamu terima Serra.Tapi biarkan aku menikahimu memberikan orang tua lengkap bagi calon anak kita dan aku bisa memberi kebahagiakan untukmu. " ujar Alvaro panjang lebar.


Bulir bulir bening menetes menelusuri pipi halusnya sontak dengan sigap Alvaro menghapus air mata wanitanya.Diapun menyatukan kening mereka dan tatapan mereka saling mengunci satu sama lain.


"Lepaskan egomu sayang demi buah hati kita. " pinta Alvaro.


Tanpa ragu Serra berhambur dalam pelukan prianya dan dengan senang hati Alvaro membalas pelukannya.Tak lama kemudian Serra melepaskan pelukannya dan mengangguk kearah Alvaro.


"Aku mau menikah denganmu Alvaro. " ucap Serra tersenyum tipis.


Raut bahagia terpancar di wajah tampannya mendengar persetujuan Serra.Dia segera memagut bibir Serra dan Serra membalasnya dengan lembut.Alvaropun mengakhiri ciuman mereka berdua dan terlihat keduanya nampak bahagia.


"Sebaiknya kita istirahat hari sudah larut malam sayang. " Alvaro memposisikan dirinya berbaring di sebelah Serra.


"Iya Al. " Serra memejamkan kedua matanya dan tak lama langsung terlelap.


Alvaro tersenyum namun mengingat ucapan dan perilakunya tadi membuatnya merasa bersalah pada Serra.


"Maafkan atas sikap dan ucapan kasarku padamu.Aku harap kita selalu bersama sampai anak kita dewasa dan mita menua bersama. " bisiknya.


Alvaro memejamkan matanya dan terlelap ke alam mimpi menyusul Serra.Namun Serra kembali membuka matanya dan dia masih mendengar apa yang dibisikkan Alvaro padanya.


"Entahlah Alvaro hanya takdirlah yang menentukan apakah kita bisa bersama atau sebaliknya.Mungkin aku akan semakin jahat karena merebutmu dari Elle karena alasan utamaku dulu balas dendam padamu. " Serra menjeda kalimatnya.


"Tapi sekarang berbeda Al, Aku akan mengembalikanmu pada Elle meskipun aku sadar itu akan menyakitiku tapi aku rela melakukannya demi buah hati kita. " batin Serra.


Setelah mengatakan hal itu Serra kembali memejamkan kedua matanya lalu tertidur lelap.


TBC