
Dokter Ezekhielpun ke luar dari ruangan UGD dengan raut wajah tak tertebak.
"Bagaimana keadaan Zachary dokter
Ezekhiel? " tanya Hendery cemas.
"Racun dalam tubuh Zach telah menyebar dan langka.Aku tidak memiliki obatnya dan kalian harus membawa Zach ke Inggris untuk melakukan pengobatan. " ujar Dokter Ezekhiel.
Matthew, Hendery dan Erick saling melirik satu sama lain setelah itu menatap kearah Dokter Ezekhiel.
"Kami setuju dokter persiapkan apa yang dibutuhkan Zach selama di sana. " tegas Matthew.
"Baiklah aku akan menyiapkan keperluannya sekarang. " Dokter Ezekhiel berlalu pergi dari hadapan ketiganya.
Hendery menghubungi Nicholas dan mengatakan tentang keadaan Zach saat ini setelah selesai menyimpan kembali ponselnya dalam saku.
"Apa yang harus kita katakan pada Gladys mengenai Zachary. " gumamnya frustrasi.
Tak lama kemudian Nicholas datang dengan penampilan kacaunya.Diapun memandangi ketiga sahabatnya dengan tatapan lekat.
"Katakan bagaimana keadaan kakakku! Nicholas sedikit membentak sahabatnya.
"Racun dalam tubuh Zach telah menyebar dan katanya racunnya sangat langka. Dokter Ezekhiel menyarankan agar Zach berobat ke inggris dalam waktu jangka lama. " balas Matthew.
Nicholas terbelalak dan terkejut dengan kenyataan yang baru diterimanya.Diam diam mengepalkan kedua tangannya penuh kebencian terhadap pihak kerajaan.Diapun mengusap wajahnya kasar teringat sang kakak ipar yaitu Gladys.
"Rahasiakan ini dari Gladys dan hari ini kita berangkat ke inggris diam diam. " titah Nicholas dengan tegas.
"Iya Nicholas. " jawab Hendery singkat.
Mereka semuapun menyiapkan keperluan Zach diri mereka sendiri. Setelah siap dan memastikan keadaan Zach stabil, Dokter Ezekhiel mendorong brankar Zach ke luar dari ruangan rawatnya setelah itu dibantu Matthew kemudian membawanya ke luar dari rumah sakit.
Setelah semuanya masuk ke mobil Hendery melajukan mobilnya diikuti beberapa mobil di belakang mereka menuju ke bandara.
💔💔💔
Sementara di rumah bibi Emma.
Gladys tengah berdiri di depan jendela kamarnya sambil memegangi perut buncitnya.Dia mengigit bibirnya merasakan kegundahan yang mendera hatinya memikirkan sang suami.
"Sayang mommy khawatir sama Daddy kamu!
"Baru sehari kamu pergi Zach tapi entah kenapa aku merasa telah terjadi sesuatu padamu. " batin Gladys.
Gladys berjalan menuju ke meja riasnya lalu meraih ponselnya setelah itu menghubungi nomor Hendery.
Tut tut tut
Hanya suara operator membuat Gladys kian cemas dan ketakutan mengenai keadaan suaminya.Dia kini mencoba menghubungi nomor Nicholas namun sama saja sontak membuat Gladys merasa resah.
"Sebenarnya apa yang terjadi kenapa mereka tidak bisa di hubungi? " ucapnya cemas lalu meletakkan ponselnya di atas meja.
Tiba tiba Gladys meringis merasakan keram pada perutnya karena terlalu panik.Diapun mengatur nafasnya lalu duduk di ranjang dengan pelan.Gladys kembali membuang nafas berat dan mencoba berfikir positif saat ini.
💔💔
Malam harinya Gladys tetap merasa cemas karena belum mendapatkan kabar dari Hendery mengenai suaminya Zach.Yuri yang berada di dekatnya segera merangkulnya.
"Tapi perasaanku mengatakan suamiku tidak dalam keadaan baik baik saja Ri. " sahut Gladys dengan sangat yakin.
"Dys tenanglah dulu jangan sampai kamu stres kasihan baby kamu ini. " tegur Yuri sambil mengusap perut buncit Gladys.
Gladys mengangguk menyetujui ucapan sahabatnya tersebut.Setelah merasa tenang, Yuri langsung pergi ke dapur membuat minuman untuk bumil.
Zach.. Aku merindukanmu..
Aku tak tahu kamu di mana Hubby
Aku harap kamu baik baik saja dan cepatlah kembali..
Aku dan calon anak kita akan setia menunggu kamu pulang sayang..
.. ketika rindu mendera hati
Raga tak mampu bertemu namun rasa cinta menguatkan
Jika jiwa dan raganya terpisah jarak dan waktu
maka hanya cintalah yang menjadi obatnya kala rindu menumpuk dalam hati..
Inilah ujian sesungguhnya
Di mana dua insan terpisah jauh raganya..
"Dys, Ayo minum tehnya dulu. " ucap Yuri menyodorkan secangkir teh.
"Eh iya Ri. " Yuri mengambilnya lalu menyesapnya pelan setelah itu menaruhnya di atas meja.
Yuri merasa kasihan dengan keadaan kedua sahabatnya saat ini namun dia tidak bisa berbuat apa apa untuk Gladys dan Renata.
Tap tap tap suara langkah kaki mendekat
Kedua orang tua Gladys datang berkunjung di kediaman Bibi Emma.Mommy merasa sesak melihat puterinya yang tengah bersedih sekarang.
Grep Mommy Nadya langsung memberi pelukan puterinya dan Gladys langsung menangis dalam pelukan mommynya tersebut.
Mommy Nadya mengusap punggung bergetar Gladys dan membiarkannya menumpahkan kesedihannya sambil menenangkan Gladys.
"Sayang kamu harus kuat demi calon anak kamu dan Zach. Mommy sangat yakin suamimu itu pasti akan kembali segera. " bujuk Mommy dengan suara lembutnya.
Hiks hiks Gladys masih menangis dalam pelukan mommynya.Dia sangat tersiksa berjauhan dari suaminya yang belum mengabarinya sama sekali.
"Gladys, semuanya ayo makan malam bersama makanan sudah siap. " Bibi Emma menginterupsi obrolan mereka berdua.
"Ayo sayang dengar kata bibimu kita makan malam dulu. " rayu Mommy.
Gladys mengangguk kecil lalu melepaskan pelukannya.Mommy Nadya langsung menuntunnya menuju ke meja makan diikuti yang lainnya.Rafael yang melihat keadaan wanita yang dicintainya hanya bisa terenyuh dan dadanya terasa sakit.
"Segitu takutkah kamu Dys kehilangan suamimu itu.Apa benar aku tidak bisa menggantikan sosoknya untuk melindungimu. " batin Rafael miris.
Rafael menyusul mereka menuju ke meja makan dengan perasaan campur aduk saat ini.
TBC
Melow melow dulu ya wkwk