Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Bahaya



Luka sayatan di wajah Henry telah membekas meskipun para dokter sudah mengoperasinya. Henry menatap dirinya dalam cermin sambil mengepalkan tangannya.


"Lihat saja Zach aku akan membalasmu berkali kali lipat. " Henry membuka laci mejanya kemudian mengeluarkan pistolnya namun kembali memasukkannya.


Drt drt bunyi ponselnya yang bergetar, Henry segera menyambarnya dan langsung menekan tombol hijau.


"Halo Alan ada apa? " tanya Henry tanpa basa basi.


"Begini boss, saya melihat wanitanya Zach bersama teman temannya berada di Mall sekarang. " seru Alan.


"Hmm ya sudah kamu cepat bawa wanita itu kehadapanku apapun caranya. " Henry memutus sambungannya terlebih dahulu.


Henry menyimpan kembali ponselnya dalam saku setelah itu ke luar dari kamar.Dia memasang wajah datarnya kala melihat Rose ada di depan pintu.


"Sejak kapan kamu berada di depan pintu kamarku? " tanya Henry dengan sorot tajam dan menusuknya.


"Sejak tadi Henry. " jawab Rose dengan takut.


"Jangan katakan pada siapapun apa yang kamu dengar barusan jika kamu membocorkannya maka siap siaplah kehilangan nyawamu. " ucap Henry dengan serius.


Henry berjalan melewati Rose dan menuruni tangga.Sedangkan Rose hanya bisa menghela nafas lega namun merasa sedikit heran dengan sikap Henry yang berubah padanya.


"Sepertinya Henry tengah ada masalah. " pikir Rose dengan polosnya.



...Alan The Red Knight...


Sementara di Mall, Gladys, Yuri dan Renata kini tengah di hadang Alan dan anggota Red Knight. Alan berjalan mendekati Gladys namun Gladys memundurkan langkahnya.


"Kalian siapa kenapa kalian menghadang jalan kami? " tanya Gladys bingung.


"Tenanglah Nona! Boss kami hanya ingin bertemu dengan nona Gladys.Untuk itu Nona ikutlah bersama kami. " ujar Alan mencoba ramah.


"Aku enggak mau ikut kalian. " tolak Gladys.


Alan berdecak kesal dan langsung menahan tangan Gladys.Renata dan Yuri mencoba menolong sahabatnya tersebut.


"Lepasin Gladys. " tegas Yuri sambil menggigit tangan Alan.


Alan meringis kesakitan dan melepaskan cekalan tangannya.Renata dan Yuri mengajak Gladys ke luar dari mall dan berlari dikejar Alan serta anggota Red Knight lainnya.


"Rena, Yuri aku enggak kuat berlari. "ungkap Gladys.


"Kita harus segera masuk ke mobil dan hubungi Kekasihmu Gladys dan sabarlah Dys. " seru Renata dengan panik.


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil dan Gladys langsung menghubungi nomor kekasihnya namun ternyata ponselnya lowbatt. Dia berdecak kesal dan langsung melirik kedua sahabatnya bergantian.


"Ponselku lowbatt dan kamu saja Yuri hubungi matthew sekarang. " titah Gladys.


"Iya Dys bentar. " Yuri mencari nomor kekasihnya lalu menekan tombol hijau.


"Hallo Matt kamu dan tuan Zach harus datang ke mall soalnya ada seorang pria mengincar Gladys. " adu Yuri pada kekasihnya.


Renata melajukan mobilnya kencang meninggalkan mall.Di dalam mobil ketegangan telah terjadi apalagi Gladys yang mengeluh perutnya kram membuat mereka kian panik dan cemas karena Alan dan anggota Red Knight lainnya mengikuti mereka dari belakang.


"Kamu harus tenang Dys jangan panik ingat kamu tengah hamil saat ini. " tegur Renata sambil fokus menyetir.


"Iya Rena. " ucapnya pelan.


Ckiit Renata mengerem mendadak kala mobil Alan mengepung mobilnya dari depan.Alan ke luar dari mobilnya dan menghampiri ketiganya.


"Cepat buka pintunya sekarang. " ujar Alan dengan nada tak sabarnya.


Brak Alan memecahkan kacanya setelah itu menarik tangan Gladys ke luar dari mobil. Gladys berusaha memberontak namun tenaganya kalah dengan Alan.


"Jangan berontak jika kamu tidak ingin kenapa kenapa. " bentak Alan sambil menodongkan pistolnya.


Gladys merasa ketakutan dan langsung terdiam mendengar bentakan Alan.Dia hanya bisa pasrah ditarik paksa oleh Alan menjauhi mobil Renata.


Dor suara tembakan langsung memgenai bahu dan betis Alan membuat cekalannya terlepas. Gladys menoleh dan tersenyum lebar melihat Zach mengarahkan pistolnya kearah Alan.


Zach berlari menghampiri wanitanya dan grep dia peluk erat tubuh pujaan hatinya.Terdengar isak tangis di dalam pelukannya membuat Zach mengusap punggung calon istrinya.


"Hiks hiks maaf Zach maaf karena Aku tidak menuruti perintahmu sayang. " sesal Gladys.


"Sudahlah sayang enggak papa. " Zach melirik kearah Alan yang tergeletak di jalanan setelah itu kembali fokus pada wanitanya.


"Matt sebaiknya kamu urus si brengsek itu dan bawa dia ke markas kita dan jangan biarkan dia mati terlebih dahulu sebelum aku


menyiksanya. " titah sang boss tiran pada anggotanya Matthew.


"Siap boss. " Matthew langsung pergi menghampiri Alan yang tergeletak.


Zach segera membawa wanitanya ke dalam mobil setelah itu melajukannya meninggalkan tempat tersebut disusul Nicholas yang membawa Yuri dan Renata dalam mobilnya.


Sementara di dalam mobil, Zach berusaha menenangkan wanitanya yang masih terlihat syok.Sebagai kekasihnya Zach merasa gagal sekaligus kecolongan dalam mengawasi Gladys yang tengah mengandung pewarisnya.


"Sayang tenanglah aku akan mengirim sibedebah itu langsung ke neraka karena telah berani menyentuhmu dan menyakitimu. " geram Zach.


"Tentu saja melewati siksaan yang kuberikan nanti pada Alan itu. " batin Zach.


Gladys menghapus air matanya dan berusaha menghilangkan ketakutannya karena kini dirinya sudah aman bersama prianya.Dia menoleh ke samping dan tersenyum kearah Zach.


"Terimakasih sayang kamu sudah datang tepat waktu memyelamatkan aku, Yuri dan Renata. " ucap Gladys dengan tulus.


"Iya sayang dan lain kali kalau mau kemanapun ajaklah salah satu dari anggota Black Sword sayang agar menemani kamu. " ujar Zach.


"Huum. "


Zach kembali fokus menyetir mobilnya dengan konsentrasi penuh.Sedangkan Gladys memilih menatap pemandangan dari balik kaca mobil.


TBC