Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Season 2 Part 1



25 Tahun Kemudian


Alvaro Dominic Walter, putera Zach dan Gladys tumbuh menjadi pria tampan, arogan dan kejam melebihi sang ayah sendiri Zachary. Dia merupakan penerus dari ayahnya yang memimpin klan mafia terbesar di indonesia Black Sword Generation.


Alvaro memiliki adik laki laki bernama Sean Lucius Walter.Kedekatannya dengan puteri dari Kendrick dan Rose menurutnya hanya sebatas sahabat tidak lebih karena Alvaro telah memiliki kekasihnya sendiri.



visual Alvaro Dominic Walter


Elleanor Annabelle Crystal



Puteri sulung dari pasangan Kendrick dan Rose.Teman masa kecil Alvaro dan diam diam telah menaruh hati pada sang leader mafia baru pengganti ayahnya Zachary.Dia tekan segala rasa sakit dan luka akibat perlakuan Alvaro padanya.


Happy Reading!


Pagi menyapa dengan cahayanya yang menyinari bumi.Hari yang cerah secerah hati seorang gadis yang kini berada di kediaman keluarga Walter. Elle datang meramaikan suasana di kediaman Walter yang biasanya hening kini menjadi ramai sontak membuat ibunya Alvaro menyambut kedatangannya dengan senyuman hangatnya.Berbeda dengan sang kepala keluarga dan juga Alvaro.


"Elle sayang ayo nak sarapan bareng kami. " ajak Ibu dengan lembut.


"Iya Bibi terimakasih! senyum manis dia berikan pada ibu dari pria yang disukainya.


Alvaro hanya diam tak menanggapi dan memilih fokus pada makanannya. Elle melirik kearah Alvaro yang mengabaikan kehadirannya membuatnya tersenyum kecut.


Lima belas menit kemudian


Alvaro telah selesai sarapan dan langsung beranjak kemudian berlalu pergi tanpa menyapa kearah Elle.Sean yang melihatnya merasa kasihan dengan Elle.


"Elle bagaimana kalau kita pergi jalan jalan. " ajak Sean dengan ramah.


"Eh iya aku mau Sean. " jawab Elle dengan senyum cerahnya.


"Habiskan makananmu dulu setelah itu kita pergi. "


Elle mengangguk dan dengan cepat menghabiskan makanannya.Setelah selesai mereka berpamitan pada orang tua Alvaro dan Sean.


"Kami pergi dulu Paman, Bibi. " pamit Elle dengan sopan.


"Iya Kalian hati hati nak. " balas Ibu.


Elle dan Sean berlalu pergi meninggalkan pasangan paruh baya tersebut.Wanita paruh baya tersebut langsung menoleh dan melirik tajam kearah suaminya.


"Rubahlah sikapmu Ayah jangan membenci Elle tanpa sebab apalagi dengan Alvaro yang terang terangan tidak mengganggap Elle ada. " tegur Ibu Gladys dengan menahan emosinya.


"Kalau kau tidak suka dengan Kendrick jangan limpahkan sama Elle yang tidak tahu apa apa.Ibu mulai jengah setiap kalian bertemu selalu baku hantam dan berdebat!


Ayah Zach langsung bungkam mendengad nasihat dari istrinya tersebut.Sedangkan Ibu membereskan meja makan dan membawa piring kotornya ke dapur.


Selesai dengan cuciannya,Ibu melangkahkan kakinya melewati ruang tamu menuju ke depan. Dia hendak menyirami tanaman bunga favoritnya dan mengabaikan Ayah. Ayah membuang nafas berat dan membenarkan ucapan Ibu barusan lalu bangkit dan menyusul sang istri di luar.


Elle dan Sean mencoba berbagai macam wahana permainan satu persatu.Suara teriak menggema dalam udara ketika keduanya menaiki wahana extreme.


Sepuluh menit kemudian mereka turun dari wahana permainan.Sean mengulum senyumnya melihat raut bahagia tergambar jelas di wajah Elle.


"Sean aku ingin permen kapas. " tunjuk Elle pada penjual permen kapas.


"Kamu di sini saja biar aku belikan untukmu. " balas Sean dengan lembut.


Elle tersemyum lalu mengangguk menatap kepergian Sean.Tak lama kemudian Sean kembali dengan membawa permen kapas lalu memberikannya pada Elle.


"Terimakasih Sean. " ucap Elle tersenyum manis menerima permen kapasnya.


"Sama sama ya sudah kita jalan lagi yuk. " ajak Sean.


Elle mengangguk lalu merekapun mencoba wahana lain hingga mereka puas setelah itu kembali ke mobil.Sean melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Selama di perjalanan setelah menghabiskan permen kapasnya.Dia diam diam melirik kearah Sean yang tengah fokus menyetir.


"Kenapa bukan Alvaro yang bersikap hangat dan lembut padaku. " batin Elle dengan nada kecewa.


Elle memilih memalingkan wajahnya dan menatap jalanan dari balik kaca mobil.Sesekali Sean melirik kearahnya dan hanya diam tak berkomentar apapun dengan apa yang dilakukan Elle.Dia tahu kalau Elle memendam rasa rasa cintanya pada kakaknya Alvaro.


"Oh ya Elle maafkan atas sikap kak Al tadi. " ucap Sean.


"Iya Sean enggak papa kok. " jawab Elle tersenyum kearah Sean.


Setelah itu mereka dalam kebisuan tak ada lagi yang mengatakan sepata katapun.Elle larut dalam pemikirannya sendiri memikirkan sikap Alvaro padanya.


"Kak antarkan aku pergi ke sebuah panti asuhan Kasih Bunda ya. " ucap Elle dengan nada lembutnya.


"Iya Elle tapi sebelum itu kita pergi ke mall membelikan mainan untuk anak anak panti. " sahut Sean.


"Iya Sean aku setuju!


Sean melajukan mobilnya kencang menuju ke Mall.Sesampainya mereka di sana, keduanya langsung masuk ke dalam Mall dan bergegas menuju ke toko mainan anak anak di lantai atas.


Empat puluh menit kemudian


Sean dan Elle memasukkan mainannya ke dalam bagasi setelah itu masuk ke mobil. Sean melajukan mobilnya dengan cepat menuju ke panti asuhan agar segera cepat sampai di sana.


Skip Di Panti Kasih Bunda


Elle memanggil semua anak anak panti dan mulai membagi mainannya di bantu oleh Sean. Elle larut dalam kebahagiaan yang menyertai wajah anak anak panti.Sean menyunggingkan senyumnya melihat Elle bahagia.


"Sabar ya Elle kelak kak Al akan meyadari bahwa betapa berharganya kamu. " gumam Sean pelan.


Sean menatap lekat kearah Elle yang kini tengah berinteraksi dan bermain dengan anak anak panti.