
Di Bar yang berada di Mansion Nicholas.
Nicholas dan Zach tengah meminum wine mereka masing masing.Zach memperhatikan sang adik yang terlihat memikirkan sesuatu.
"Setelah apa yang kamu katakan padaku harusnya kamu benar benar yakin pada Renata Nich. " ujar Zach sambil menyesap segelas wine.
"Entahlah apa yang aku lihat dan apa yang dikatakan Rena berbeda. " jawab Nicholas.
"Jangan sampai kamu menyesal!
Dari balik pintu Renata membungkam mulutnya agar isakan tangisnya tidak terdengar.Dia bear benar masih tak menyangka jika pria yang dicintainya belum sepenuhnya percaya padanya.
"Apa bagimu aku hanyalah jalang Nich. " ucap Renata tersenyum getir sambil mengusap perut ratanya.
Renata berlalu pergi dari sana sambil menahan tangis.Sementara di dalam bar yang ada di mansion, Nicholas menghembuskan nafas berat mengingat kejadian tadi pagi yang terus berputar di kepalanya.
"Sebaiknya kamu temui Renata dan minta maaflah padanya. " Zach meletakkan gelasnya setelah itu berlalu pergi.
Nicholas terdiam mencerna ucapan kakaknya barusan.Dia meremas rambutnya lalu berjalan ke luar dari Bar menuju ke ruang tamu untuk menjernihkan pikirannya.
Sementara di dalam kamar Renata menangis sesegukan sambil menulis surat untuk Nicholas setelah selesai diapun melipatnya dengan rapi.
"Maafkan Mommy sayang jika mommy mengorbankan kamu. " ucap Renata tersenyum getir sambil memegangi perut ratanya.
Renata menghembuskan nafas berat lalu mengeluarkan botol kecil dalam sakunya kemudian mengambil dua butir pil lalu menelannya sambil meneguk air.
Satu jam kemudian Renata memegangi perutnya dan kini tubuhnya merosot ke bawah lantai.Dia menundukkan kepalanya dan meringis melihat darah ke luar dari sela sela kakinya.
"Maafkan Mommymu yang berdosa ini sayang hiks. "
Bruk Renata jatuh tak sadarkan diri di lantai dengan darah bercecaran.Beberapa saat berlalu Nicholas meraih handle pintu lalu membukanya perlahan lalu masuk ke dalam.
Nicholas terbelalak melihat wanitanya jatuh pingsan di lantilai.Tanpa babibu diapun langsung membopongnya dan tak lupa mengambil botol kecil dan surat tersebut lalu menyimpannya dalam saku setelah itu ke luar dengan panik
"Honey bertahanlah ku mohon! ucap Nicholas dengan panik.
Hendery dan lainnya terkejut melihat sahabat mereka tersebut.
"Biar aku saja yang nyetir Nich. " sahut Hendery.
Nicholas mengangguk lalu memegangi tubuh wanitanya.Hendery melajukan mobilnya kencang meninggalkan mansion.Sementara Nicholas merasa ketakutan melihat darah ke. luar dari sela kaki Renata.
"Cepatlah Hendery. " bentak Nicholas emosi.
"Iya Nich iya. " balas Hendery tak kalah paniknya.
Skip
Di rumah sakit
Nicholas dan Hendery menunggu Renata yang tengah di tangani dokter di dalam ruang UGD. Nicholas mengeluarkan sebuah surat lalu membuka dan membacanya.
...Untuk Pria yang aku cintai...
...Aku benar benar tulus mencintaimu Nicho.....
...Tak ada sedikitpun dalam anganku untuk mengkhianatimu...
...Aku sudah meyakinkan dirimu jika aku tidak berselingkuh tapi kamu ternyata masih tidak percaya padaku.....
...Rasa rasanya aku bagaikan jalang yang setiap saat kamu rasai setelah itu kamu abaikan dan buang...
...Dan satu lagi calon anak kita ternyata tidak mampu meyakinkan kamu...
...Mungkin ini sedikit gila karena aku mengorbankan janinku sendiri namun aku terpaksa melakukannya.....
...Untuk pembuktianku padamu jika aku tak mengkhianatimu.....
...Sekali lagi aku sangat mencintaimu Nicho tanpa memandang siapa dan apa pekerjaan kamu!!!...
...Terimakasih telah mencintaiku meski semuanya hanyalah palsu.....
...Dari wanitamu...
...Renata...
Nicholas menitikkan air matanya dan meremas surat yang dia genggam tersebut.Penyesalan kini menggerogoti hatinya saat ini setelah membaca surat dari Renata.
Bug Nicholas meninju tembok yang ada di belakangnya.Tubuhnya langsung luruh ke lantai merasakan penyesalan yang sangat mendera hatinya saat ini.Hendery yang melihatnya pun hanya bisa menepuk bahu temannya tersebut.
"Sudahlah Nich semuanya terlambat untuk kamu sesali. " ujar Hendery dengan tenang.
Nicholas hanya diam dan kini tatapannya terlihat kosong namun ada raut penyesalan yang begitu besar di sana.
Beberapa saat berlalu
Dokter ke luar dari ruang UGD dan Nicholas bergegas menghampirinya dengan raut cemas.
"Dokter bagaimana keadaan Renata dan calon anak kami. "
Dokter menghembuskan nafasnya berat lalu menggeleng pelan.Nicholas kembali menitikkan air mata sambil menekan dadanya yang terasa sesak.
"Maaf janinnya tidak selamat Tuan dan sekarang pasien akan di pindahkan ke ruangan VIP. " ucap Dokter berlalu pergi.
"Hen, Ini semua salahku yang tidak percaya pada Renata hingga dia berbuat nekat. " sesal Nicholas.
"Sebaiknya kamu temui Renata dan minta maaflah padanya Nich. " tegur Hendery.
Nicholas berjalan lunglai menuju ke ruangan Renata.Sedangkan Hendery segera memberi kabar pada Zach, Gladys dan lainnya.
Cklek Nicholas meraih handle pintu lalu membukanya pelan kemudian masuk ke dalam. Dia tersenyum getir melihat Renata yang memalingkan wajahnya dengan pandangan kosong.
Renata hanya diam menghiraukan kehadiran pria yang dicintainya sekaligus pria yang telah memberi luka di hatinya.
"Honey maafkan! Maafkan atas keraguanku yang membuatmu menjadi seperti ini. " sesal Nicholas dengan lirih.
Tes tes tes
Renata menitikkan air matanya sambil memegangi perut ratanya karena meratapi kebodohannya sendiri.Dia mengabaikan permintaan maaf yang diucapkan Nicholas padanya.
"Maafkan Mama yang bodoh karena tega membunuhmu sayang.Mama janji ini akan jadi hukuman untuk mama selama mama hidup dengan rasa penyesalan teramat besar dalam diri mama terhadap kamu sayang. " batin Renata miris.
Melihat keadaan wanitanya membuat Nicholas merasa tercubit hatinya.Diapun berjalan mendekat lalu meraih tangan Renata kemudian mengenggamnya.Renata hanya diam tak menolak ataupun menerimanya.
TBC