Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Bertemu lagi 2



Manis manis saja dulu wkwkw


Jangan lupa beri HADIAH atau VOTE untuk author biar semangat...


Happy Reading !


Selesai sarapan, Hendery langsung pergi dari mansion Zach dengan raut muka jengkelnya. Zach tertawa nista melihat kepergian Hendery dari mansionnya.


"Hubby, Aku dan Renata ingin pergi jalan jalan ke luar boleh 'kan? " rayu Gladys dengan wajah imutnya.


Zach menggeram dan tak tahan dengan wajah imut istrinya dan akhirnya diapun luluh lalu mengangguk.Gladys tersenyum lebar melihatnya dan langsung memberi kecupan di bibir suaminya.


"Aku dan Nicholas akan mengantar kalian ke manapun. " terang Zach.


Gladys mengangguk pasrah dan saat ini dia malas berdebat dengan suaminya tersebut makanya memilih menuruti ucapan Zach barusan.


Gladys dan Renata langsung bersiap setelah itu mereka berempatpun pergi ke luar dari mansion.Zach sempat membisikkan sesuatu pada Erick setelah itu berlalu pergi.


Puk Tomy menepuk pundak sahabatnya pelan dan menatap Matthew meminta penjelasan karena merasa penasaran dengan apa yang dibisikkan oleh Zach pada Erick.


"Boss menyuruhku untuk memeriksa keadaan Henry, Tom. " jawab Erick.


"Oke ayo pergi ke markas sekarang. " ujar Tomy dengan tampang datarnya.


Mereka pun ke luar mansion lalu masuk ke mobil dan Tom melajukan mobilnya kencang meninggalkan mansion boss mereka.


Skip


Di Markas Black Sword


Tomy dan Erick menghampiri Henry yang berada di ruangan penyiksaan.tanpa aba aba Tomy mencengkeram dagu Henry dan tersenyum remeh kearahnya.


"Dasar pecundang. " desis Tomy dengan tawa sinisnya lalu melepaskan cengkeramannya dengan kasar.


"Kau sangat beruntung brengsek karena Zach masih memberimu waktu untuk bernafas sebelum maut menjemputmu. "


"Ck lagian Zach akan membuat hidupnya secara perlahan sengsara seperti di neraka Tomy. " sahut Erick dengan senyum miringnya.


Henry hanya bisa mengeraskan rahangnya mendengar ucapan Tomy dan Erick.Kini dia tengah memikirkan cara untuk membalas perbuatan Black Sword padanya mengingat kondisinya saat ini lemah dan wajahnya yang rusak karena sayatan belati Zach di wajahnya.


Tomy mengeluarkan sebuah botol berisi cairan lalu memasukkannya ke dalam mulut Henry secara paksa.Setelah itu mereka memilih duduk tak jauh dari posisi Henry berada sambil memperhatikannya.


Uhuk uhuk uhuk Henry terbatuk batuk setelah itu kembali menatap tajam kearah Tomy dan Erick.


"Apa kamu tahu obat apa yang aku masukkan ke mulutmu itu Henry? " cecar Tomy sambil memegang botol kecil di tangannya.


"Obat perusak sistem syaraf ! So tinggal tunggu obatnya bereaksi maka syarafmu dipastikan lambat laun akan mengalami kerusakan secara perlahan. " terangnya secara detail.


Henry tentu saja syok dan semakin geram dengan sikap Tomy dan Erick yang sangat serius dengan ucapan mereka kemarin.Tomy tersenyum puas melihat wajah pucat rival dari boss mereka tersebut.


"Aku sudah membantu sedikit mempercepat kematianmu. " ujar Tomy dengan santainya.


"Sialan. " geram Henry dalam hatinya karena tidak bisa berkutik.


Di Mall


"Ya sudah kita juga harus beli lingerie sekalian untuk menggoda Nicholas dan Zach nanti malam. " ucap Renata sambil terkekeh.


Mereka telah memilih beberapa gaun dan lingerie lalu membawanya ke kasir dan langsung membayarnya.Setelah selesai Gladys merangkul lengan sang suami lalu ke luar dari Mall diikuti Renata dan Nicholas.


"Halo nona galak kita bertemu lagi. " ucap seseorang.


Renata menoleh dan terkejut melihat kehadiran Agra yang berdiri tak jauh dari mereka.Nicholas mendesis tak suka melihat pria depannya yang ingin sekali dia lenyapkan.


Agra melangkahkan kakinya mendekati Renata lalu tersenyum tipis kearahnya.Renata reflek memegangi erat lengan sang pujaan hati dengan erat.


"Ayo kita pulang ke istana sayang. " ajak Agra dengan suara lembut.


"TIDAK! aku tidak mau pergi ke neraka itu


lagi. "ucap Renata ketakutan.


Nicholas langsung maju ke depan dan bug memberi bogem di wajah Agra dengan keras. Agra terkekeh mengusap sudut bibirnya yang berdarah dan kini tatapannya tertuju pada Renata hal itu membuat Nicholas geram.


"Apa Anda baik saja Pangeran? " tanya penasihat Rio.


"Ya aku baik baik saja Rio dan aku akui pukulannya lumayan juga. " kekeh Agra sambil tersenyum.


"Nich sebaiknya kita pulang saja. " gumam Renata merasa risih dan tidak nyaman dengan tatapan Agra padanya.


Nicholas meredakan emosinya lalu mengajak wanitanya masuk ke mobil setelah itu pergi dari sana begitu juga dengan Zach yang kini meliriknya sinis.


"Henry masih ada dalam genggamanku apa kamu tidak ingin menjemputnya pangeran keparat. " sarkas Zach dengan wajah datarnya.


Zach berjalan melewati Agra lalu masuk ke mobilnya bersama Gladys setelah itu melaju meninggalkan Agra yang terdiam.


Agra tersenyum misterius melihat kepergian dua rivalnya.Rio langsung mendekati Agra dan memberinya hormat.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan Yang Mulia? " tanya Rio.


"Kita lakukan rencana B dan sebaiknya kita pergi dari sini dan pikirkan matang matang rencana kita karena moodku sungguh bagus saat ini. " titah Agra.


"Mari Yang Mulia. "


Agra masuk ke dalam mobil terlebih dahulu setelah itu Rio dan melaju kencang meninggalkan Mall.Selama dalam mobil Agra tersenyum bisa melihat wajah Renata kembali setelah dua minggu tak berjumpa dengan wanita incarannya tersebut.


"Apapun yang terjadi aku akan merebutmu dari Nicholas nona galakku. " batin Agra dengan penuh semangat.


Agra mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang untuk.


"Terus awasi Renata dan Nicholas jangan sampai ada yang terlewat. " perintahnya dengan mutlak pada seseorang.


Agra menutup ponselnya lalu menyimpannya dalam saku.Kini wajahnya kembali cool dan datar namun dalam hatinya kini tengah bahagia.Kini Dia membuang nafasnya berat mengingat puteri mahkota tak kunjung hamil juga sampai sekarang.


TbC



jangan lupa beri hadiah ataupun Vote