
Brak Gladys membuka pintu ruangan rawat sahabatnya dengan kasar.Diapun terbelalak sekaligus pedih menyaksikan keadaan sahabat tersayangnya.
"Renata. " gumam Gladys dengan lirih.
Gladys langsung bergegas menghampirinya kemudian memeluknya dari samping.Renata hanya diam tak membalas pelukan dari sahabatnya tersebut.Zach melirik adiknya lalu menepuk pundaknya pelan.
"Sebaiknya kita ke luar biarkan mereka berbicara Nich. " ujar Zach dengan tenang.
"Aku masih ingin di sini Zach. " tolak Nicholas.
Zach mendengus dan dengan kasar menyeret ke luar adiknya dari ruangan rawat Renata. Gladys melepaskan pelukannya lalu mengenggam kedua tangan Renata setelah itu menatapnya pedih.
"Apa yang terjadi Rena katakanlah padaku. " ucap Gladys dengan lembut.
Renata menatap Glsdys dari atas sampai bawah kemudian beralih pada perut Gladys yang terlihat menonjol membuat Renata merasa miris pada dirinya.Dia segera menyingkirkan tangan Gladys setelah itu memalingkan wajahnya.
"Aku ingin sendiri jangan ganggu aku! pinta Renata membuka suaranya pelan tanpa menatap sahabatnya.
"Baiklah Ren, Aku akan ke luar cepatlah sembuh ya. " ujar Gladys dengan tulus.
Gladys berlalu ke luar dari ruangan rawat Renata.Sementara Nicholas menepis tangan sang kakak dan menatapnya dengan sorot datarnya.Zach membuang nafas berat lalu menggeleng pelan setelah itu menoleh dan mendapati istrinya datang menghampirinya.
"Sweety bagaimana kamu sudah bicara sama Renata? " tanya Zachary.
"Renata tidak mau berbicara padaku Hubby. " keluh Gladys dengan raut kecewanya.
Zach merangkul bahu istrinya lalu mengajaknya duduk begitu juga dengan Nicholas.Gladys mengusap perutnya yang mulai menonjol dengan lembut.
Tap tap tap suara langkah kaki mendekati mereka.
Matthew mengatur nafasnya setelah itu menatap Zach dengan raut muka seriusnya. Zach mengerutkan dahinya melihat matthew yang terlihat panik.
"Ada apa Matthew sepertinya ada hal serius? " tanya Zach.
"Begini Boss anggota kerajaan datang dan mengobrak abrik markas kita membalas atas terlukanya pangeran busuk itu. " terang Matthew.
"Shit. Sepertinya mereka dibantu seseorang hingga mampu menjembol sistem pertahanan milik kita. " geram Zachary.
"Ayo sayang sebaiknya aku antar kamu ke tempat Paman dan Bibi. " ajak Zach pada sang istri.
"Iya Zach. "
Gladys dan Zach meninggalkan rumah sakit dikuti Matthew.Sedangkan Nicholas masih berada di sana menunggu wanitanya yang masih lemah.
Skip Di mansion paman dan bibi
Zach menceritakan semuanya pada pasangan paruh baya tersebut.Zach menatap lekat istrinya karena akan berpisah sementara demi keamanan dan keselamatan Gladys serta calon anak dalam perut istrinya.Sama halnya dengan Gladys yang merasa berat ditinggal sang suami untuk melawan musuh musuhnya.
"Kamu jaga diri baik baik ya sayang untuk satu minggu ke depan aku akan sangat sibuk menghadapi musuhku. " Zach membrikan ciuman di kening istrinya dengan lembut setelah itu beralih pada perut buncit Gladys.
"Sehat sehat di perut Mommy. " bisiknya pelan.
"Paman, Bibi tolong apapun yang terjadi jagalah istriku Gladys dan calon anak kami. " pinta Zach.
"Iya Zach kami berdua akan menjaganya dan kamu berhati hatilah nak. " balas Bibi Emma.
Zach mengangguk lalu berlalu pergi dari sana. Gladys menatap sendu punggung suaminya yang menghilang di balik pintu.Bibi Emma segera duduk di sebelahnya lalu memberi semangat pada Gladys.
"Aku harap Zach akan kembali dengan selamat hiks hiks. " ucap Gladys dipenuhi ketakutan dalam pikirannya.
Gladys menyandarkan tubuhnya di sofa sambil mengelus perut buncitnya dengan lembut.Bibi Emma yang melihat Gladys tengah cemas membuatnya menghela nafas pelan.
"Sebentar nak Bibi buatkan minuman untuk kamu. " Bibi Emma bangkit dan berlalu pergi dari sana menuju ke dapur.
"Gladys tenanglah nak paman mengerti kekhawatiranmu pada Zach tapi yakinlah jika suamimu itu akan baik baik saja. " tegur Paman dengan bijak.
Gladys mengangguk pasrah namun hatinya sedikit tenang mendengar ucapan paman dari suaminya tersebut.
Sementara di sisi Zach
Pertempuran pertumpahan darah terjadi sangat sengit di depan markas Black Sword.Zach dan para anggotanya langsung menembaki para pengawal kerajaan dengan brutal.
Srakh Zach meringis kesakitan kala pedang menyayat bagian punggungnya dari belakang.
Matthew yang melihatnya merasa geram dan langsung menodongkan sniperrnya.
Dor dor dor suara tembakan melesat dengan brutal menembus jantung dan kepala pria yang menyerang Zachary.
Hendery berlari menghampiri bossnya tersebut namun Zach memberi kode jika dia baik baik saja.
"Siapa dirimu berani beraninya menyerah calon raja kami hah dasar mafia busuk. " ucap Roy penuh emosi.
Zach menahan kesakitan pada punggungnya namun dia masih bisa tersenyum sinis kearah Roy yang menatapnya nyalang.
"Karena pangeran keparat itu berani mengusik wanita kami makanya aku memberinya hadiah yang pantas. " ucap Zach kalem.
"Cih jangan senang dulu bedebah. " maki Roy penuh emosi.
Nyawa di balas nyawa
"Pedang yang mengenai punggungmu berisi racun yang mematikan.Aku akan tersenyum puas membalaskan dendam pangeran padamu sialan. " ujar Roy.
Hendery yang merasa tidak sabar memgambil sniper lalu mengarahkannya pada Roy.
Dorr dor
Tembakannya tepat mengenai jantung dan kepala Roy setelah itu mayatnya terkapar di bawah.Hendery mendesah lega dan tersenyum sinis kearah mayat Roy.
"Cih selamat jalan ke neraka. " ujarnya sinis.
Setelah itu Hendery dam Matthew memapah boss mereka masuk ke. dalam mobil setelah itu melajukan mobilnya kencang bagai orang kesetanan diikuti para anggota lainnya sisanya membereskan kekacauan di markas.
"Uhuk uhuk Hendery jangan katakan keadaanku pada istriku sampai aku benar benar sembuh. " ucap Zach lirih.
Hendery terpaksa mengangguk pelan menyetujui permintaan sang bos mafia tersebut.
beberapa saat kemudian mereka tiba di rumah sakit dan suster langsung mendorong brankar setelah Matt dan Hendery meletakkan tubuh Zach di sana.
Kini mereka berempat menunggu di luar ruangan di mana Zach tengah di tangani. Hendery mengusap wajahnya kasar merasa gagal melindungi boss mereka itu.
"Jika Gladys sampai tahu keadaan Zach pasti dia akan histeris dan berdampak pada kehamilannya. " seru Hendery dengan raut frustrasi.
"Maka dari itu kita harus merahasiakannya dan jika pengobatan disini tidak bisa membuat Zach pulih lebih baik dibawa ke luar negeri. " sambung Erick.
Hendery hanya diam namun akhirnya mengiyakan menyetujui ide yang terlintas oleh Erick barusan.
TBC