Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Kabar Bahagia



Gladys kembali ke mansion sang kekasih dan kini di temani para sahabatnya yang tengah mengkhawatirkan dirinya.


"Dys bagaimana kalau aku panggilkan


dokter. " tawar Yuri dengan raut cemasnya.


"Enggak usah Ri aku baik baik saja kok hanya pusing biasa. " jawab Gladys sambil tersenyum.


"Ya sudah aku ke kamar ya. "


Gladys beranjak dari duduknya dan hendak pergi namun kepalanya kembali pusing dan bruk tiba tiba limbung dan jatuh tak sadarkan diri. Renata dan Yuri terkejut melihatnya lalu keduanya berteriak meminta tolong. Tomy datang menghampiri mereka dan langsung membopong tubuh Gladys menuju ke kamar.


Di kamar Tomy langsung menatap kearah Renata dan Yuri secara bergantian setelah merebahkan tubuh Gladys di ranjang.


"Sebenarnya apa yang terjadi kenapa Gladys bisa pingsan? " tanya Tomy penasaran.


"Gladys sedari tadi mengeluh kepalanya pusing namun tidak mau dipanggilin dokter. " jawab Renata.


"Ya sudah kalian temani Gladys biar aku menghubungi Zach dan dokter. " Tomy langsung ke luar dari kamar meninggalkan para gadis.


Renata dan Yuri kompak mengangguk lalu duduk di ranjang memperhatikan sahabatnya yang masih tak sadarkan diri.


Di Markas Black Sword


Sementara itu Zach dan para anggota BS lainnya kini tengah menyiapkan rencana untuk menyerang Red Knight secara besar besaran.


Drt drt suara ponsel berbunyi membuat Zach mengalihkan fokusnya. Dia merogoh ponselnya dari saku lalu menekan tombol hijau dalam laayar ponselnya.


"Halo Tom ada apa? " tanya Zach tanpa basa basi.


"Begini Boss, Gladys sekarang dalam keadaan pingsan dan kini sedang di periksa dokter. " ucap Tomy.


Zach merasa terkejut sekaligus panik serta cemas mendengar keadaan kekasihnya.


"Baiklah aku akan pulang Tom. " Zach memutus sambungannya lalu menyimpan kembali ponselnya dalam saku.


Zach langsung menatap para anggotanya dengan raut cemasnya setelah itu ke luar dari markas tanpa berkata apa apa.Nicholas dan lainnya hanya bisa melirik satu sama lain.


Kini Zache melajukan mobilnya dengan ugal ugalan membelah jalanan agar segera sampai di mansion. Kini pikirannya sangat kacau memikirkan keadaan wanitanya yang dia cintai.


Setengah jam kemudian


Zachpun akhirnya sampai di mansion miliknya dan keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam.Dia bergegas menaiki tangga menuju ke kamarnya bersama Gladys.


Brak Zach membuka pintunya kasar dsn langsung ngos ngosan namun tetap menghampiri wanitanya yang terbaring.



Zach langsung menempelkan telapak tangannya di dahi Gladys namun diapun mengerutkan dahinya dan menatap wanitanya lekat.


Mengerti kekhawatiran yang dirasakan kekasihnya, Gladys meraih tangan Zach setelah itu diapun duduk dengan tegak dan menempelkan tangan Zach di perutnya.


Zach tersenyum lebar dan langsung memeluk tubuh wanitanya sekilas setelah itu mencium kening dan bibir Gladys sekilas.Sementara Renata dan Yuri ke luar dari kamar meninggalkan pasangan kekasih tersebut.


"Sekarang kita jadi orang tua sayang? " tanya Zach memastikan lagi.


"Iya Sayang aku hamil calon anak kita. " tegasnya.


"Tapi sayang aku khawatir jika musuh musuhmu mengincar aku untuk membuatmu lemah. " cerca Gladys.


Zach mengenggam erat tangan wanitanya setelah itu menatapnya dengan tatapan intens.


"Aku akan menghabisi mereka jika Henry dan anggota Red Knight menyakiti kamu dan calon anak kita. " tegas Zach.


Gladys kembali berbaring dan memberi kode pada Zach.Zach menurut dan ikut berbaring disebelah wanitanya.Gladys menduselkan wajahnya di dada bidang Zach dengan manja.


"Berhati hatilah sayang aku tidak mau kamu terluka karena kami sangat membutuhkan dirimu. " bisik Gladys.



Cup Zach mencium kening wanitanya sekilas sambil mengusap kepala Gladys dengan lembut.


"Iya sayang aku akan berhati hati. " ucap Zach sambil tersenyum simpul.


Sementara di ruang tamu


Renata dan Yuri ikut merasakan bahagia dengan kabar tentang sahabat mereka yang tengah hamil.


"Tak lama lagi kita akan memiliki keponakan Rena. " ucap Yuri dengan antusias.


"Iya Yuri kamu benar dan aku harap Gladys dan Zach selalu bahagia serta segera melangsungkan pernikahan mereka. " seru Renata dengan tulus.


Renata menghela nafas pelan mengingat cintanya yang tak terbalas membuatnya enggan untuk jatuh cinta lagi.Yuri menoleh dan memperhatikan ekspresi dari sahabatnya yang kini tengah melamun.


"Rena, Kapan kamu memiliki kekasih juga atau kamu sama Nicholas saja. " desak Yuri menggoda sahabatnya.


"Cih tidak mau. Nicholas pria dingin aku tidak suka dan dia juga bukan tipeku. " tolak Renata secara terang terangan.


"Even though a man is cold on the outside, he is actually warm and gentle towards the girl he loves. " sambung Yuri dengan penuh keyakinan.


( Meskipun pria di luar dingin, dia sebenarnya hangat dan lembut terhadap gadis yang dicintainya. )


"Kalau enggak percaya lihat sikap Zach yang dingin pada semua orang berubah menjadi hangat dan gentle hanya saat bersama dengan Gladys. "


Renata langsung bungkam mendengar nasihat dari Yuri.Dalam diamnya kini Dia membenarkan semua perkataan Yuri barusan.


"Apakah aku harus membuka hatiku untuk pria lain. " batin Renata.


TBC


Jangan lupa votenya dikencengin dong hehe setelah like dan komen