
DI BAWAH UMUR DILARANG BACA
🔞🔞🔞🔞🔞
Happy Reading!
.
.
.
Suasana mencekam dalam ruang tamu mansion Zach.Zach menatap puteri mahkota Victoria dengan tatapan tajamnya.
"Untuk apa kamu datang kemari? " tanya Zach tanpa basa basi.
Victoria mengulum senyumnya kearah Zach hal itu membuat Zach merasa jijik dan juga muak dengan wanita di depannya.
"Aku datang ke mari untuk meminta maaf atas kesalahan suamiku Agra terhadap kalian.Selain itu aku ingin mencari calon Raja pengganti Agra yang telah cacat sekarang. " ujar Victoria terus menerus menatap Zach.
Gladys berdecak kesal mendengar ucapan Victoria barusan.Zach terlihat santai dan tersenyum meremehkan kearah Victoria.
"Cih aku tidak tertarik lagian aku sudah memiliki istri yang cantik dan sekarang tengah hamil anak kami. "
"Lebih baik kamu pergi sekarang juga dari sini sebelum pistol menembak jantungmu dan belatiku menyayat kulitmu itu. " gertak Zachary sambil mengeluarkan pistol dan belati.
Victoria merasa terhina atas ucapan Zach barusan.Dia melirik sinis kearah Gladys setelah itu berlalu pergi dari sana.Zach meletakkan pistol dan belatinya di atas meja setelah itu menenangkan sang istri.
"Hubby aku takut wanita itu akan berbuat nekat jika tidak bisa mendapatkan keinginannya. " ucap Gladys ketakutan.
"Sst tenanglah sayang aku tidak akan membiarkan Victoria menyakiti kamu dan calon anak kita. " tegasnya.
"Lihat saja Victoria akan aku buat kamu cacat seperti suamimu yang breng****k itu karena berani bermain main denganku. " batin Zachary.
Zachary mengambil ponselnya lalu mengetikkan sesuatu pada Erick setelah selesai menaruhnya kembali di meja.
🍁🍁
Sementara di mobil rombongan kerajaan
Victoria mengumpat atas penghinaan yang dilakukan Zachary padanya barusan.Dia tidak akan tinggal diam dan berusaha membalas ucapan lelaki itu.
"Aku seorang puteri mahkota ditolak hanya demi wanita biasa seperti Gladys cih. "geram Victoria.
Tak lama kemudian mereka sampai di Villa. Victoria turun dari mobil dan langsung bergegas masuk ke dalam.Para pelayan hanya bisa menatap heran melihat raut wajah Victoria yang terlihat marah.
Victoria langsung duduk di sofa ruang tamu. Agra kini bergegas menghampiri istrinya yang terlihat sangat marah membuatnya penasaran.
"Ada apa puteri Mahkota? " tanya Agra.
"Aku gagal merayu Zachary ketua dari Black Sword itu pangeran malahan penghinaan yang aku dapatkan darinya. " balas Victoria kesal.
Victoria tersenyum penuh arti memdengar ucapan suaminya tersebut.Melihat keadaan Agra saat ini membuatnya jijik namun saat ini dia tengah bertahan agar rencana yang dia susun bisa berhasil setelah itu melenyapkan Agra tentunya.
"Tunggu saatnya tiba giliranmu Agra. " batin Victoria tersenyum licik.
"Ya sudah aku ke kamar dulu Yang Mulia. " pamit Victoria.
Victoria beranjak dari duduknya lalu berlalu pergi.Agra membuang nafas berat mengingat luka yang ada di wajahnya akibat racun yang di suntikkan Zach padanya.
"Dasar ke*****t kau Zach!
Agra bangkit dan berlalu pergi menyusul istrinya menuju ke kamar mereka.
Skip
Agra memperhatikan Victoria yang tengah menyisir rambutnya.
Grep Agra memeluk tubuh Victoria dari belakang sambil meremas dua gundukan favoritnya dari balik gaun yang dipakai puteri mahkota.
"Emh Yang Mulia. " desah Victoria.
Agra membalik tubuh Victoria setelah itu melepaskan gaun yang melekat ditubuh istrinya setelah itu membawanya ke atas ranjang.
"Tapi Yang Mulia bagaimana dengan wajah Anda. " terang Victoria.
Agra terkekeh lalu melepaskan luka palsu yang ada di wajahnya sontak membuat Victoria terkejut melihatnya.
"Bagaimana bisa Yang Mulia? " tanya Victoria masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Diam diam aku mengoperasi wajahku hingga pulih seperti semula. " balas Agra sambil tersenyum miring.
Setelah mengatakan kebenarannya Agra melepaskan pakaian mereka hingga polos kemudian menjamah dan memcumbui tubuh Victoria.
Victoria mengeliat merasakan sensasi nikmat pada tubuhnya akibat sentuhan bibir suaminya.
Setelah puas dengan tubuh Victoria, Agra segera menyatukan tubuh mereka.dia memacu pinggulnya dengan cepat membuat Victoria mendesahkan namanya.
Tak terasa dua jam kemudian percintaan panas mereka berakhir.Victoria menyandarkan tubuhnya di dada bidang Agra yang kini mereka hanya berbalut selimut.
"Bagaimana sayang apa pelayanku sangat puas untukmu. " ucap Victoria dengan nada manjanya.
"Masih kurang sayang. " jawab Agra.
Agra memyibak selimutnya lalu mereka kembali bergumul seakan esok hari tidak ada. Suara erangan dan desahan menggema dalam kamar.Mereka melakukan dengan berbagai gaya dan woman on top.
Victoria terus meneriakkan nama Agra dalam desahannya.Hingga subuh menjelang mereka baru mengakhirinya.Agra menarik selimut menutupi tubuh mereka setelah itu menyusul istrinya yang terlelap terlebih sahulu karena kelelahan.
TBC