Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Season 2 Part 19



Happy Reading!


1 bulan kemudian


Elle membuka korden ruangan rawat sang suami.Dia hampir putus asa menunggui suaminya yang sampai saat ini belum membuka matanya.Selama satu bulan ini dia selalu membersihkan tubuh suaminya menggunakan handuk dan selalu mengajaknya mengobrol meskipun usahanya sia sia.


"Bie apa kamu marah padaku hingga kamu tidak mau membuka kedua matamu sayang. " gumam Elle dengan raut sendunya.


Sementara kandungan Elle telah memasuki usia lima bulan.Dia pandangi wajah tampan suaminya yang masih menutup kedua matanya.Tiba tiba tangan Max bergerak sontak membuat Elle tak percaya dan tak lama kemudian Maxpun membuka kedua matanya.


"Max sayang kamu sudah bangun sebentar aku panggilin dokter ya. " Elle hendak pergi namun tangannya ditahan Max suaminya.


Elle berbalik dan mengerutkan dahinya melihat sang suami mengenggam tangannya membuatnya deg deg an.


"Kamu siapa! cecar Maxton.


Elle terkejut dan langsung membekap mulutnya mendengar ucapan suaminya yang tidak mengenali dirinya.Tanpa sadar dia meneteskan air mata dihadapan prianya.


Hiks hik hiks


"Kamu jahat hubby kenapa kamu melupakan aku aakh. " Elle meringis merasakan tendangan kuat dari dalam perutnya.Max terkejut melihatnya lalu mencabut infusnya lalu turun dari bangsalnya dan langsung membopong tubuh sang istri meskipun dirinya masih lemah.


Dia menaruh istrinya di sofa dan menatap Elle dengan raut paniknya.


"Sayang maafkan aku tadi itu hanya bercanda! I sesal Max.


Elle menatap kearah suaminya dengan raut kecewa dan memilih memalingkan wajahnya. Dia sangat marah dengan kelakuan suaminya yang bercanda padahal dia sangat panik dan ketakutan.Max merasa bersalah dan mendaratkan ciuman dipuncak kepala istrinya dengan lembut.


"Maafkan aku yang telah membuatmu panik sayang. " sesalnya.


Elle kembali menatap suaminya dan keduanya saling memagut menumpahkan segala kerinduan yang ada dalam benak mereka.Lima menit berlalu Max mengakhiri ciuman mereka berdua.Diapun jongkok dan langsung mengecupi perut buncit dua buah hatinya dengan lembut.


"Daddy merindukan kalian sayang sehat sehat sayang sampai kalian lahir nanti. "


Max kembali duduk di sebelah istrinya sambil meregangkan otot ototnya setelah itu mendekap tubuh berisi wanitanya.Elle langsung berdandar didada bidang suaminya yang terbalut pakaian rumah sakit.


"Maafkan aku yang membuatmu menderita selama ini Elle. " bisik Max dengan lembut.


"Apapun yang terjadi jangan tinggalkan aku dan calon anak anak kita hubby. " gumam Elle penuh harap.


Elle melepaskan pelukannya dan matanya berkaca kaca melihat sosok suaminya yang telah bersamanya kembali.Bahagia ya dia sangat bahagia karena kesabarannya telah berbuah manis melihat suaminya sadar.


"Bie aku panggilin dokter ya buat periksa kamu! tawar Elle.


"Enggak usah sayang lagian ada kamu aku sudah sembuh karena bagiku kamu dan calon anak anak kita adalah obatnya. " sahut Max tersenyum tipis.


"Sebaiknya kita ke luar temui Mommy dan Daddy. " ujar Max.


Elle mengangguk lalu mereka saling bergandengan tangan ke luar dari ruang rawat Maxton.Orang tua Elle terkejut dan bahagia melihat keadaan menantu mereka yang sudah sadar.


"Iya Mommy ini semua berkat Elle dan sebaiknya kita langsung pulang saja Mom,


Dad. " pinta Maxton.


Mereka berempat ke luar dari rumah sakit dan masuk ke dalam mobil Daddy Ken.Daddy Kendrick melajukan mobilnya menuju ke mansion milik Maxton.Pasangan paruh baya tersebut membiarkan puteri mereka melepas rindu dengan Maxton suaminya duduk dibelakang.


"Honey apa selama ini Sean dan Alvaro datang menjengukku. " ucap Maxton penasaran.


"Iya Hubby tapi aku selalu mengusirnya. " balas Elle dengan malas malasan.


Melihat reaksi yang ditunjukkan istrinya, Maxpun mengerti bahwa Elle sangat membenci Sean dan Alvaro.Dia genggam tangan istrinya lalu mengecupnya sekilas. "Ini juga salahku sayang jangan hanya membenci Sean karena saat itu aku terbawa emosi akan dendamku mengenai kematian orang tua Serra yang merupakan paman dan bibiku. "


Elle menoleh dan tertegun mendengar penuturan suaminya.Dia membuang nafas pelan setelah itu memandang Max dengan tatapan mengintimidasi. "Tetap saja Sean yang mengajak kamu berkelahi ditambah si Serra dan Alvaro yang selalu menyudutkan aku. "


"Tahan emosi kamu sayang!


Elle menghembuskan nafas berat lalu menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. Max merasa sangat bersalah membiarkan istrinya berjuang sendiri apalagi ditambah tekanan dari Alvaro dan Serra namun untungnya Elle tetap kuat dan tegar.


"Aku beruntung memiliki istri sepertimu Elle yang kuat, tegar dan tangguh. " batin Max tersenyum bangga.


Mereka akhirnya sampai di Mansio Max dan Elle.Mereka semua turun dari mobil dan terkejut melihat kehadiran Alvaro dan Serra di depan mansion.Elle memutar bola matanya malas melihat sepasang kekasih yang sangat munafik tersebut ada dihadapannya saat ini.


"Ada apa lagi kalian datang ke sini!


"Elle aku minta maaf atas sikapku dulu terhadapmu. " sesal Alvaro.


"Semuanya sudah terlambat tuan Alvaro. " Elle mengajak suaminya masuk ke dalam mengabaikan Alvaro dan Serra.


"Alvaro tulus minta maaf padamu tapi kamu malah mengejeknya Elle. " teriak Serra.


Elle kembali ke luar dari mansionnya dan menatap nyalang kearah Alvaro serta Serra secara bergantian.Dia tersenyum meremehkan kearah pria yang dulu dicintainya tersebut.


"Kalau kalian ingin dimaafkan lebih baik enyahlah dari negara ini dan jangan menampakkan wajah kalian lagi. " tegas Elle.


"Mom, Dad ayo masuk ke dalam. " ajak Elle dengan lembut.


Mommy Rose menuntun puterinya masuk ke dalam mansion disusul Daddy Kendrick.Alvaro dan Serra menatap nanar kepergian Elle dan terngiang ngiang atas ucapan Elle tadi.


"Sebaiknya kita pergi Serra. " ajak Alvaro dengan lesu.


Serra langsung masuk ke mobil dan Alvaro melajukannya meninggalkan kediaman keluarga Maxton.Dalam perjalanan pulang Serra melirik kearah calon suaminya yang terlihat bersedih.


"Apa cintamu untukku sudah terkikis setelah menyadari dan menyesal betapa Elle berharga dalam hidupmu Al. " batin Serra.


Serra tersenyum getir bagaimana tadi melihat tatapan Alvaro terhadap Elle yang berubah tidak sama seperti kemarin kemarin.Dia membuang nafas pelan lalu memalingkan wajahnya ke samping.


TBC