Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Season 2 Part 28 Extra Part 1



...Happy Reading!...


Tiga tahun berlalu, Elle tersenyum lebar kala kedua buah hatinya telah berusia tiga tahun. Dia tertawa melihat bagaimana Kaisar dan Kanaya yang berjalan memghampirinya.


"Kaisar, Kanaya sini sayang peluk mommy. " Elle merentangkan kedua tangannya, kedua bocah cilik itu tertatih tatih berjalan kearah ibunya. Hup Elle memeluk keduanya, memberikan kecupan dikening masing masing.


Elle melepaskan pelukannya. Menatap lembut buah hatinya dengan suka cita.Maxpun menghampiri keduanya setelah pulang dari kantor. Ya dia kini mengurus perusahaan milik daddy Kendrick.


"Da.. ddy. " Kanaya berjalan menghampiri Max. Hup Max langsung menggendongnya, membawanya mendekat pada Elle istrinya. Max menciumi seluruh wajah puteri kecilnya itu, hingga membuat Kanaya tertawa. Elle mengulum senyumnya, melihat interaksi suami dan puteri bungsu mereka.


"Mo.. mmy. " Kaisar nampak menarik gaun Elle. Elle menoleh kemudian terkekeh.


"Maaf sayang mommy cuekin kamu. " Elle langsung membawanya ke dalam pangkuan. Kaisar nampak anteng, pandangannya tertuju kearah Daddy dan adiknya. Max segera mendekati istrinya lalu ditutupnya kedua mata buah hati mereka.


Cup Maxton menyatukan bibir mereka hingga beberala saat kemudan melepaskan diri. Elle nampak merona, membuat Max tersenyum geli dan menurunkan tangannya. Elle hanya menggeleng. Dia masih tak menyangka sikap suaminya masih saja mesum. "Dasar Daddy mesum, untungnya kedua anak kita tak melihat kelakuan Daddy. " sergahnya.


Maxton terkekeh mendengar omelan istrinya. Dia beralih menatap kedua buah hatinya tersebut dengan penuh kasih sayang. "Baiklah Daddy ke kamar dulu ya, kalian sama Mommy dulu. "


"Jangan ama ama Daddy. " seru Kanaya dengan nada manja. Maxpun mengangguk, berlalu berpergi dari sana. Kanaya masih cadel dalam berbicara sedangkan kakaknya Kaisar sudah cukup lancar.


Elle merasa gemas dengan puterinya. Kanaya memang sangat dekat dengan Daddynya, makanya dia sangat manja. Kaisar mengerucutkan bibirnya, berdecak kesal kearah adiknya itu. "Dasar Naya manja. " cibirnya.


Kanaya menoleh kearah sang mommy dan berkata. "Mommy, kak kaisar nakal. Atu kesal dengannya. " adunya. Elle menatap putera kecilnya sambil menggeleng. Kaisar merengut, melirik tajam Kanaya dengan mata bulatnya yang kecil.


"Astaga mereka selalu debat. " Ellepun menggeleng tak percaya, melihat kelakuan kedua anaknya yang kerap kali saling menjahili satu sama lain hingga keduanya bertengkar kecil.


Tak lama kemudian Max kembali. Dia terlihat semakin tampan dan nampak gagah dengan tampilan casualnya. Kini kembali duduk di sebelah Elle, membawa Kaisar ke atas pangkuannya. "Kenapa ini! "


"Dad, Naya si cadel selalu saja merengek. " decak Kaisar dengan senyum meledek.


"Kak Kaisar nyebeyin. Kaisar tertawa melihat wajah masam adiknya. Maxpun tersenyum, melihat putera sulungnya yang menjahili adiknya.


Bibir mungil Kanaya mengerucut. Elle tertawa melihat tingkah menggemaskan puteri kecilnya itu. "Sini kak kaisar atu gelitikin. " Kaisar turun dari pangkuan Daddynya. Dia segera berlari dan Kanaya mengejarnya.


"Naya cadel. " teriak Kaisar. Kaisar kembali menggoda sang adik. Kanaya merasa kesal, mempercepat larinya mengejar sang kakak.


"Ada apa ini. " sahut Alvaro. Kanaya berbinar dan berlari menghampiri uncle kesayangannya.


"Sudah sudah jangan bertengkar. Rion ayo ke dalam. " Alvaro menggendong Kanaya, diikuti Arion putera Alvaro dan Serra.


"Ya Dad. "


Siang itu kediaman Weil ramai kedatangan para sahabat Elle serta kedua orang tua Elle. Hubungan Max dan Alvaro sudah berbaikan, melupakan masa lalu diantara mereka yang sering kali berdebat.


"Uncle kak Kaisar nakal.Dia selalu menjahili Naya uncle. " adunya dengan wajah memelas. Kaisar, bocah tampan itu mendelik mendengar ucapan adiknya. Kanaya menjulurkan lidahnya kearahnya membuat semua orang di sana tergelak.


"Elle puterimu kecil kecil sudah pintar ngedrama ya. " ledek Caramel.


Hahaha Elle ikut tertawa mendengarnya. Dia kembali memperhatikan interaksi Kanaya dengan Arion. Kanayapun turun dari pangkuan Uncle Alvaro, dia mendekati Arion lalu duduk di sebelahnya. "Lion ayo main. " ajak Kanaya dengan nada cadelnya.


Arion melototi Kanaya dan berkata. "Arion Naya bukan Lion astaga. " Kanaya menggeleng. Tidak terima dengan pernyataan Arion.


"No. Bagusan Lion, soalnya Lion itu Lionnya aku. " seru Kanaya. Arion menepuk jidatnya pelan, frustrasi menghadapi tingkah Kanaya yang menyebalkan di matanya. Alvaro tertawa melihat raut frustrasi dari wajah putera semata wayangnya tersebut.


"Nahkan Rion rasakan,Selama ini selalu membuat Daddy kesal. Sekarang giliran kamu Rion yang kini memiliki pawang yang membuatmu kesal. " gumam Alvaro sambil terkekeh geli.


Mikepun ikut tertawa terpingkal pingkal melihat tingkah para keponakannya itu. Caramel dan Mike kini sudah memiliki seorang anak kembar laki laki bernama Allard Keano Walter dan Axel Matteo Walter. Keduanya sangat bahagia dengan keluarga kecil mereka dan Mike nampaknya berhasil meluluhkan hati macan betinanya haha 😂😂.


Arion merasa kesal beranjak dari sana disusul Kaisar. Kanaya mencebik, ditinggalkan oleh Arion dan kakaknya Kaisar. Kanaya memilih bermain dengan si kembar Allard dan Axel. Nampaknya si kembar sangat menyayangi Kanaya seperti saudari mereka sendiri.


"Alad dan Acel tidak akan tinggalin Naya 'kan. " ucapnya memelas.


"Tidak akan. " jawab si kembar dengan serempak. Naya tersenyum ceria mendengar jawaban dari si kembar. Sikembarpun mengajak bermain Kanaya di tempat lain membiarkan orang tua mereka mengobrol.


"Si Naya lucu amat. " seru Caramel.


"Em kamu dan Mike buat aja lagi tapi satu anak perempuan. " celetuk Elle.


Mike menyeringai. Dia melirik kearah istrinya Caramel. Caramel mencebik kesal, melihat raut suaminya yang menggida dirinya. Elle tertawa puas melihat reaksi dari kedua sahabatnya itu. "Kalian tunggu saja kabar baiknya dari kami. " sahut Mike dengan santai.


Suara ricuh mewarnai pertemuan mereka. Caramel menyembunyikan wajahnya di dada bidang Mike.


TbC