
Di Mansion Bibi Emma
Gladys merasa sedikit tenang setelah mendengar suara suaminya lagi.Dia usap perut buncitnya dengan lembut sambil tersenyum tipis.
"Sayang kamu sehat sehat diperut Mommy ya sampai Daddy kamu kembali sama kita. " gumamnya ceria.
"Gladys. " panggil Rafael dari belakang.
Gladys menoleh ke belakang lalu dengan tenang kembali duduk sambil menatap datar kearah kakak angkatnya.
"Ada apa kak Rafael? " tanya Gladys mencoba ramah.
"Bagaimana keadaan kamu dan calon
baby kamu? " tanya Rafael berbasa basi.
"Sangat sehat dan juga aktif kak apalagi tadi menendang lagi setelah mendengar Daddynya akan segera kembali. " balas Gladys sambil mengulum senyumnya.
"Apa kamu yakin Zach akan kembali Dys? " tanya Rafael.
"Sangat yakin kak dan please stop berharap lagi padaku karena itu tidaklah mungkin! balas Gladys.
"Ya sudah aku pergi dulu. " ucap Rafael dengan menelan kekecewaaan.
Rafael langsung pergi meninggalkan Gladys sendiri.Melihat kepergian kakaknya membuat hati Gladys menjadi lega.Diapun memilih beranjak dari duduknya lalu pergi ke dapur mengambil minuman.
Setelah puas minum terdengar suara ketukan pintu lagi membuatnya sedikit heran.
Tok tok tok
Gladys bangkit dari duduknya lalu berjalan ke depan untuk membukakan pintunya.Dia meraih handlenya lalu membukanya langsung.
Matanya berkaca kaca melihat prianya yang kini tersenyum dan nyata berdiri dihadapannya. Tanpa aba aba Gladys berhambur ke dalam pelukan suaminya tersebut.
"Hiks hiks akhirnya kamu pulang juga hubby. " ucap Gladys sambil sesegukan.
Zach memeluk tubuh sang istri lalu mengusapnya kemudian melepaskannya sejenak dan memandanginya penuh kerinduan.
"Ayo masuk ke dalam sayang kamu tengah hamil besar. " ajak Zach pada istrinya.
Gladys mengangguk lalu mereka berdua masuk ke dalam mansion.Keduanya duduk di sofa sambil berpelukan dan Zach mengusap perut buncit istrinya dengan sayang.
"Sayang sebenarnya apa yang terjadi padamu kenapa kamu sama sekali tidak menghubungiku. " cerca Gladys dengan penasaran.
Zach membuang nafasnya lalu menceritakan semuanya pada sang istri. Gladys tentu saja terkejut dan kembali menangis dalam pelukan Zach.
"Kenapa kamu tidak beritahu aku hiks hiks. " protes Gladys pada suaminya.
"Maaf sayang aku tidak ingin membuatmu stress karena kamu tengah hamil. " jawab Zachary.
"Lalu bagaimana kamu kembali dan mana lainnya! "
Flashback On
Di ruangan rawatnya Zachary mengancam dokter Ezekhiel agar mengizinkannya kembali ke indonesia untuk menemui istrinya.Keduanya saling berdebat dan melempar tatapan tajam satu sama lain.
"Kamu keras kepala ya Zach kamu belum pulih sepenuhnya bodoh. " maki Dokter Ezekhiel jengkel.
"Terserah pokoknya aku ingin kembali hari ini juga dan aku harap besok sudah sampai di Jakarta, Eze. " tegas Zachary.
"Untung kamu temanku Zach jika tidak sudah aku racun dan membiarkanmu mati. " geram Ezekhiel.
"Cepat lakukan perintahku atau kamu mau aku rubuhkan rumah sakitmu itu. " ancam Zach acuh.
"Iya iya sialan. " umpatnya lalu memeriksa tubuh Zach setelah itu ke luar diikuti yang lainnya.
Nicholas dan lainnya hanya memutar bola matanya jengah melihat perdebatan keduanya. Dan hari itupun Zach dan lainnya bersiap kembali ke indonesia menggunakan jet pribadi Zach.
Flashback OFF
Gladys ternganga mendengar apa yang di katakan suaminya. Dengan cemas dia periksa seluruh tubuh Zach dan memastikan suaminya itu baik baik saja.
"Sayang jika kamu belum pulih sebaiknya istirahatlah. " tegur Gladys pada suaminya.
"Sudah sayang kemarin sudah tidur dalam
Jet. " jawab Zach dengan tenang sambil menatap lekat wajah istrinya.
Gladys mendesah lega mendengar pernyataan suaminya.Zach mengecupi perut buncit istrinya yang membesar dengan lembut dan berulang ulang.
"Halo boys cepatlah lahir Daddy sudah kembali dan ingin segera menggendongmu. " bisik Zach dengan lembut.
Gladys menitikkkan air matanya terharu melihat sosok suaminya telah kembali ke dalam pelukannya.Rasa takutnya telah sirna berganti senyum dan tawa bahagia yang kembali menghiasi raut wajahnya.
Zach menegakkkan kembali tubuhnya dan mematap Gladys dengan tatapan penuh kerinduan dan cinta.
"Alvaro Dominic Walter. " ucap Zach sambil mengulas senyumnya.
"Nama yang bagus dan aku menyukainya Hubby. " sahut Gladys tersenyum lebar.
Tap tap tap suara langkah kaki mendekat membuat Zach dan Gladys menoleh. Paman dan Bibi terkejut dan tak percaya melihat keponakannya telah kembali. Zach bangkit dari duduknya lapu menghampiri mereka dan memeluk satu persatu.
"Akhirnya Zach kamu kembali juga nak. " ucap Bibi Emma merasa lega.
"Iya Bi dan Bibi serta paman dari mana saja? " tanya Zachary.
"Kami tadi pergi ke supermarket membelikan buah buahan dan cemilan untuk istrimu. " jawab Bibi Emma sambil menunjukkan kantong plastiknya.
"Ya sudah yuk duduk. " ajaknya.
Mereka semua langsung duduk di sofa dengan raut bahagia terpancar diwajah masing masing. Bibi Emma ikut senang melihat Gladys kembali ceria seperti dulu lagi.
"Hubby aku mau apel. " pinta Gladys dengan manja.
"Sebentar sayang aku kupaskan dulu
untukmu. " Zach mengambil pisau dan piring setelah itu mengupasnya.
Setelah selesai Zach menyuapkan potongan apel ke dalam mulut istrinya dan Gladys mengunyahnya lahap.Zach tersenyum melihat sikap manja istrinya dan dia sangat merindukan moment moment seperti ini.
"Sayang aku janji akan melindungi kamu dengan sekuat tenaga dan kamu harus kuat dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. " gumam Zach pelan sambil menyuapi istrinya.
"Iya Zach aku janji. "
TBC