
Sepasang mata indah terus mengedar ke segala arah, lampu kristal, vas bunga, guci antik, semuanya terlihat sangat mahal.
Pinkan memang bukan Cinderella, ia lahir dari keluarga berada, tapi kekayaan Papah nya masih kalah jika di bandingkan dengan kekayaan Baskara sang CEO di perusahaan Key-food produk makanan terkenal itu, pabriknya bahkan sudah tersebar di antero jagat raya.
Ceklek!
Pinkan membuka kamar bayi berwarna pink menggemaskan, dan itu sama persis dengan selera seorang Pinkan, tentunya setelah di persilahkan oleh Nyonya besar nya.
"Uuuhh lucunya." Gandrung Pinkan yang tak hentinya mengedarkan pandangannya ke mana mana, sampai sampai gadis itu lupa tujuan sebenarnya memasuki rumah mewah itu.
"Emmhh emmhh emmhh cacahh cah" Celoteh Baby Zee yang agaknya sudah menyambut kedatangan Pinkan.
Bibir Pinkan mekar sumringah sontak pandangan gadis itu mengarah ke ranjang Baby yang tak kalah gemasnya.
"Uululuu, taayaaang tayang." Celoteh Pinkan seraya mendekat "Jadi ini yah yang namanya Baby Zee hm? Jadi ceritanya baby Zee sapa Tante hm?" Kicau Pinkan menoel noel pipi lembut baby Zee.
"Aaaa aaaww aaaaakkhh..." Oceh Baby Zee yang terus membuat gemas Pinkan.
"Masya Allah, bayi Miska bener bener cantik, tapi, sayangnya bapak nya Baby Zee, Tuan muda yang kejam!" Hardik Pinkan mengumpat dalam batinnya, tapi meskipun begitu bibirnya terus tersenyum manis menatap wajah cantik menggemaskan Baby Zee yang terlihat menyukainya.
Dengan sangat hati-hati Pinkan mencoba untuk mengangkat tubuh mungil baby Zee, sudah seminggu ini gadis itu terus menonton video cara cara mengurus bayi, dari cara menggendong, mengganti popok dan lain sebagainya, yah, tentunya hanya mempelajari tok berbeda dengan praktek secara langsung.
Menemui kesulitan sudah pasti akan terjadi, tapi, Pinkan yang berotak cerdas dan memiliki segudang bakat, takkan menyerah hanya karena satu bayi saja, cepat atau lambat nantinya juga ia akan menjadi seorang ibu.
"Baby menyukai Tante yah hm? Salam kenal yah, Tante ini super Hero mu, Tante yang akan mempertemukan mu dengan Mami mu, so, Baby kudu nurut sama Tante, okay!" Celoteh Pinkan yang di balas dengan senyuman gemas Baby Zee.
"Ah, cakep da ah." Kelakar Pinkan menggeleng geleng sambil tersenyum menatap intens wajah senyum baby Zee yang masih berada dalam gendongan nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat lain, di kamar mewah milik Raka bang duda tampan satu ini, ayah dari baby Zee, Irma melangkahkan kakinya mendekati putra sulungnya yang kini memakai kemeja putih.
"Ka." Panggil Mami Irma.
"Iya Mi, kenapa? Baby Zee sudah bangun?" Tanyanya setelah menoleh dan berhadapan dengan wanita itu.
"Belum, tadi Mami lihat masih tidur, sekarang, Baby sitter baru nya sudah datang, kamu coba cek gih." Jawab Irma sekaligus memberi tahu putranya.
"Oya? Jadi Ismi sudah pulang kampung?" Tanyanya lagi.
"Sudah, semoga saja, yang baru ini gak mendadak izin pulang kampung lagi, kasihan juga Baby Zee, kalo terus ketemu sama orang baru. Takutnya pas ketemunya sama yang gak cocok kan malah jadi rewel dia. Coba sekarang kamu yang periksa, gimana kira-kira cocok gak? Sekarang juga Mami mau langsung ke bandara soalnya." Ujar Irma yang memang tengah terburu buru.
"Iya, Mami pergi aja, setelah ini Raka langsung ke kamar baby Zee." Sambung Raka.
Irma tersenyum mengangguk lalu berjalan keluar dari kamar. Dan beberapa saat kemudian, Raka pun mendatangi kamar di mana Baby Zee mungkin sudah bersama dengan Baby sitter baru nya, kebetulan letak kamar Raka dan Baby Zee tak jauh maka tak membutuhkan waktu yang lama.
Tuk tuk tuk!
Suara sepatu berjenis derby milik Raka berdentum pelan di lantai marmer ruangan yang serba pink milik Baby Zee, tapi Pinkan justru asyik bercanda gurau dengan Baby Zee, menaik turunkan tubuhnya, menimang nimang bayi mungil berusia dua bulan itu.
"Ululu tayang, cantik, sayang, nurut nya, Baby Zee nurut yaa hm." Senda Pinkan pada Baby Zee yang memang terlihat nyaman dalam gendongannya.
"Hah?" Dengan reflek Pinkan pun menoleh padanya sontak mulutnya terperangah, matanya membulat mengarah pada wajah tampan bang duda beranak satu itu lekat lekat. Terpesona, beku, lemah, dan seketika itu juga ada dentuman keras yang seolah memukuli jantung hatinya.
"Ya Tuhan, siapa bang ganteng ini? Bidadara kah? Bidadara yang turun dari langit kah? Eh iya bener kan? Suaminya bidadari bukanya bidadara? Mungkin si Abang ganteng ini salah satunya" Banyolan dalam batinnya.
"Awas!" Teriak Raka memekik.
Laki-laki itu meraih tubuh mungil Baby Zee yang hampir terjatuh karena Pinkan yang sebegitu terpesona padanya, dan saat menyadari itu sontak Pinkan menyeimbangkan kembali gendongannya.
Greek!
Ahh....
Raka terduduk di sisi ranjang memangku tubuh Pinkan yang masih menggendong bayi nya, jantung lelaki itu berdetak hebat, saat benda pusaka nya tak sengaja terhentak oleh gundukan padat milik gadis seksi itu.
Dug Dug!
Tak jauh berbeda. Detak jantung Pinkan lebih kacau lagi, saat pantat montokk nya terduduk di pangkuan duda tampan itu, tak ada jarak, yah mereka sekarang tak berjarak.
"OMG! Demi apa! Jantung ku! Apa jantung ku masih di tempatnya kah?" Racau nya yang hanya terucap dalam batinnya saja.
"Apa gak salah, Baby sitter anak gue secantik ini?" Batin Raka dengan tatapan yang melekat penuh damba pada gadis di pangkuannya, jakunnya bergerak gerak saat melihat belahan buah kembar mulus milik Pinkan yang tak sengaja terlihat saat Baby Zee menarik narik kerah baju gadis itu hingga sedikit terbuka.
"Oh Baby Zee ku, kau membuat otak Daddy traveling Nak!" Pekik Raka dalam batinnya, secara milik kekasihnya saja tak sebesar itu.
"Oh! M-maaf Tuan!" Ucap Pinkan seraya berdiri dengan gerakan yang sangat cepat.
"M-maaf kan saya, saya benar-benar kaget tadi, hampir saja saya menjatuhkan Baby Zee, maafkan saya Tuan, saya sangat salah!" Ucap Pinkan lagi menunjukkan sesalnya, tangannya merengkuh tubuh kecil bayi mungil itu dengan sangat posesif.
Raka pun ikut berdiri, mengurangi grogi dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana bahannya sembari mendongak sedikit menelan saliva "Emm, tidak apa-apa." Ucapnya sok cool "Tapi ingat, lain kali lebih di perhatikan lagi, jangan sampai Baby Zee celaka! Gimana kalo tadi saya tidak menangkap mu hm? Kau pasti terjatuh bersamaan dengan putriku!" Tegur nya.
Pinkan menunduk menyesalinya tapi bersamaan dengan itu, gadis itu membulatkan matanya terkejut, baru menyadari bahwa ternyata laki-laki di hadapannya adalah Raka, mantan suami Miska yang katanya tak berperasaan itu.
"Hah? Putriku? Jadi bang ganteng ini yang namanya Raka? Bapaknya Baby Zee?" Batinnya bertanya tanya.
"Ekm ekm!" Raka berdehem lagi, mencoba membuyarkan suasana canggung itu "Jadi kamu yang menggantikan Ismi?" Tanyanya kemudian.
Pinkan mengangguk "Iy iya Tuan, benar!" Jawabnya tertunduk.
"Siapa namamu?"
"Pink.. em, Marni Tuan."
"Marni?" Raka memastikan dan Pinkan mengangguk tanpa berani menatap wajah tampan lelaki itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung.....