
“Direktur Park!” aku mengakat kepalaku saat seseorang memanggilku. Aku melihat Direktur Ahn berdiri di bingkai pintu ruanganku. Aku langsung berdiri dan menghampiri beliau.
“Direktur Ahn...”
“Hari ini Seo Jin sudah boleh pulang. Apa kau akan ikut bersamaku untuk menjemputnya?” Aku mengangguk menyetujui tawaran Direktur Ahn. Aku sudah tidak mengunjungi selama hampir seminggu karena kesibukanku. Aku sudah kembali bekerja di Mirae Foundation sambil mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan pusat.
“Kalau begitu kita pergi bersama saja, katakan pada asistenmu kalau kau akan pulang bersamaku...” Direktur Ahn lalu keluar dari ruanganku. Masih ada waktu sekitar dua jam sebelum jam kantor selesai.
Aku menghempaskan tubuhku di kursi dan menatap layar monitorku dengan perasaan hampa. Aku berhasil mengumpulkan data tentang kepemilikan saham Mirae Grup. Seperti yang Juna katakan dulu padaku, hanya sekitar 32% saham yang terdaftar atas nama Ayah, Juna, dan Dany Oppa. Milik Dany Oppa justru lebih sedikit daripada milik Juna. Kepemilikan saham sebanyak 10% yang terdaftar sebagai warisan inilah yang nantinya akan menjadi milik Dany Oppa jika keluarga Hwang dan keluarga Park bersatu dalam ikatan keluarga. Selebihnya, 10% saham dimiliki oleh keluarga Hwang dan sisanya tersebar dengan presentase yang cukup kecil. Apakah aku harus ikut bertarung memperebutkan saham perusahaan ini? Aku hanya memiliki nilai 5%, itupun atas nama perusahaan yang aku kelola di Paris.
Hotel, poperti, dan galeri di Paris kini berjalan di bawah Kepemimpinan kerabatku dari Kanada, tepatnya adalah Paman Embry Cohen. Aku juga sudah kembali berhubungan dengan Maurel dan membantu dari Korea selama aku belum bisa kembali ke sana.
“Apa kau tidak bisa membujuk sepupumu untuk memberikan dukungannya padamu?” suara Tae Dong kembali terdengar dari earpiece yang aku gunakan.
“Apa maksudmu?”
“Suthley.Jc.Cor. adalah perusahaan yang dikelola oleh orang yang bisa di sebut sebagai sepupumu. Mereka adalah perusahaan asing yang menginvestasikan uang mereka ke perusahaan Mirae melalui beberapa anak cabang perusahaan.” Aku menarik kursor dan membaca kembali profil perusahan-perusahan asing itu sementara Tae Dong masih terus berbicara di ujung sana.
“Jika mereka mau memberikan suaranya kepadamu, kau akan memegang 21% saham Mirae Grup. Sisanya, biar aku yang mengurus. Kau bisa mengambil alih kepemimpinan perusahaan itu dari kakak atau ayahmu...”
“Apa kau sudah gila?”
“Apa kau tak memiliki kepercayaan diri untuk melakukannya?”
Sial, laki-laki ini benar-benar licik. Dia tahu cara untuk mempermainkanku. Aku mendengus kesal dan melihat grafik laporan yang di kirimkan oleh Tae Dong beberapa menit yang lalu. Perusahaan Tae Dong diam-diam juga telah memegang 5% aset dari Mirae Grup.
“Apa niatmu sebenarnya?”
“Aku juga harus meletakkan batu pijakan di dunia kesehatan. Aku sudah bilang kan jika aku akan mengadakan proyek untuk mendirikan Rumah Sakit Herbal terbesar di Korea?”
“Kau hanya memanfaatkanku!”
“Apa kau terlalu bodoh untuk memahami bahwa ini juga kesempatanmu untuk merebut perusahaan itu dari ayahmu? Terbebas dari semua ini? Apa kau akan selamanya bersembunyi hai harimau kecil? Kau suka sekali memakai topeng kucingmu...” Tae Dong terkekeh geli mengejekku.
“Itulah kenapa kau merubah taktikmu, kau benar-benar seekor srigala!”
“Apa kau pikir orang bisa berubah dengan mudah? Ayolah Zoey, sudah waktunya kau berhenti bermain-main. Aku kasihan padamu...”
“Apa maksudmu?”
“Awalnya aku mengira kau adalah harimau yang dibesarkan keluargamu sehingga aku memiliki pemikiran kalau aku tidak bisa memilikimu maka aku akan melenyapkanmu. Tapi aku tidak menyangka kau ternyata seekor harimau yang dibesarkan laiknya seekor kucing. Kau tidak tahu apa-apa bahkan kau tidak tahu bahwa kau memiliki kesempatan untuk merebut semua yang dilindungi oleh Ayahmu itu. Aku pikir mungkin aku bisa bekerja sama denganmu...”
“Begitu juga dengan ibumu. Ia bersolek layaknya seekor kucing rumahan yang anggun...”
“Jangan libatkan ibuku dalam urusan ini! Kalau kau menyentuhnya aku tidak akan memaafkanmu!”
“Cih, aku tidak akan berani melakukannya, tidak akan pernah berani...”
“...”
“Apa kau menyadarinya?” tanya Tae Dong lagi begitu aku terdiam mencerna kalimatanya.
“...”
“...”
“Kalau kau sudah setuju dengan ideku, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungiku. Zoey Cohen!”
Tae Dong memutus sambungannya. Aku bahkan tidak sanggup mengatakan apapun untuk menyangkal semua hipotesis itu. Semuanya tiba-tiba terdengar masuk akal. Aku juga tidak mengerti kenapa Tae Dong memanggilku dengan nama Cohen. Itu adalah nama keluarga dari Ibu.
Aku buru-buru mengetikkan nama Zoey Cohen di mesin pencarian dengan mengganti serverku menjadi server luar negeri dan betapa terkejutnya aku melihat semua informasi yang muncul.
[Tidak ada yang tahu sosok kuda hitam keluarga Cohen dalam bisnis poperti ini, diperkirakan Z yang berperan memperluas bisnisnya sampai ke Eropa]
[Makin mengudara, Suthley.Jc.Cor menginvansi Korea]
[Pengusaha Muda keluarga Cohen. Z merambah dunia fashion]
Semua artikel berita itu mucul hanya dengan mesin pencarian atas nama Zoey Cohen. Aku juga baru mengetahui bahwa orang yang menanam modal di La Red De Alice juga dari keluargaku yang ada di Kanada.
Aku buru-buru menutup semua file dari komputerku dan menghapus riwayatnya begitu melihat Hye Sung masuk ke dalam ruangan. aku mencabut flasdisk kecilku dari CPU dan mengantonginya diam-diam. Aku sampai lupa memberikan kabar bahwa aku harus pergi ke rumah Direktur Ahn.
“Bagaimana ini? Aku berjanji akan pulang bersama dengan Direktur Ahn. Aku lupa memberitahumu...” aku berdiri dan mengambil mantelku.
“Nyonya menyuruh Anda pulang sekarang...” perkataan Hye Sung membuatku berdiri di tempat. Bukan perintah dari ayah yang aku dapatkan tapi dari Ibu. Aku menatap Hye Sung dengan tajam yang membuat ia mengulangi lagi intuksinya, “Nyonya Leona menyuruh Anda pulang, Nona...”
Aku pikir timing-nya terlalu tidak masuk akal. Bagaimana bisa semua ini berjalan secara kebetulan? Aku menatap komputerku dengan curiga. Kenapa aku terlambat menyadarinya? Bisa saja Juna telah memasang penyadap di komputerku sehingga ia bisa melihat apapun yang aku lakukan dari komputer itu.
Aku menelan ludahku menyadari apa yang yang sedang terjadi sekarang. Jika Juna yang melakukannya, maka Ibu dan Juna ada di satu sisi yang sama. Mereka ada di kapal yang sama.
“Tidak mungkin kan seekor harimau lahir dari seekor kucing?” kata-kata Tae Dong terngiyang di telingaku. Ah Juna juga seekor harimau lainnya.
“Aku akan pamit dulu kepada Direktur Ahn”, aku berjalan keluar dan berjalan menuju ruang Direktur Utama. Begitu aku masuk ruangan bersama Hye Sung, Direktur Ahn langsung paham bahwa aku tidak akan pulang bersamanya hari ini.
“Seo Jin akan sangat kecewa, tapi aku lihat kau memiliki urusan lain yang lebih penting...” Direktur Ahn mengusap lenganku pelan.
“Maafkan aku Eomoni, lain kali aku akan menjenguk Seo Jin ke rumah.” Aku langsung pamit begitu Direktur Ahn menyuruhku untuk segera menyelesaikan urusanku.
“Siapa yang merekrutmu Hye Sung-ah?”
“Nyonya Leona.” Jawaban Hye Sung membuatku yakin bahwa ia ada dipihak yang akan mendukungku.
Aku berjalan dilorong Mirae Foundation dengan langkah tegap dan cepat. Suara ketukan dari sepatuku seirama dengan detak jantungku yang memburu. Akhirnya semua pertanyaan ini akan sampai pada ujungnya. Sebuah pertarungan kepentingan yang entah siapa yang akan memenangkannya nanti.
Aku hanya berharap tidak akan yang teluka lagi di sini.
Diam-diam sudut bibirku terangkat. Aku tidak menyangka Ibu memilki sisi lain seperti itu. Ia benar-benar wanita yang penuh kejutan.
***