![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
CERITA SANG ANTAGONIS
"La...la...la...la... " senandung kecil menari dari mulut seorang wanita yang duduk diatas brankar. Bukan dengan nada ceria, melainkan nada sendu nan suram.
Tatapan kosong, tanganya yang memainkan rambut nya, dan kini tampilan yang sangat berbeda dari beberapa tahun yang lalu.
"Nia" panggil seorang teman nya dengan lembut, kalian masih ingat bukan dengan Nia, pemeran antagonis dalam hidup Sasha, namun sebenarnya dia protagonis dalam kehidupannya sendiri.
Tantri menatap sendu Nia yang kini seperti sosok yang kehilangan akal sehatnya.
Bermula ketika tragedi penculikan Kean dan penembakan Sasha. Mereka harus mendekam dipenjara.
Namun ditengah-tengah waktu saat mereka menjalani hukuman, Nia mendapatkan kabar bahwa kedua orang tuanya meninggal dunia.
Sejak saat itu, Nia seperti kehilangan semangat hidup. Dia menjadi wadah kosong tanpa jiwa, mulutnya selalu menggumamkan kata yang tidak begitu jelas.
#Flashback On
"Pa, Nia gak mau tinggal di Singapura, Nia mau disini" bantahnya saat mendapat kabar dari orangtuanya bahwa mereka akan pindah.
'Plakkk'
Tamparan yang cukup keras mendarat dengan sangat mulus di pipinya, pipi yang semula putih itu kini berubah menjadi merah dengan cap tangan disana.
"Kamu mau menurut atau kamu tidak akan saya anggap sebagai anak lagi?!" Ancam Ayahnya dengan nafas memburu, dia sangat tidak suka anak pembangkang.
Nia menangis tersedu-sedu, air matanya membasahi pipi itu.
"Nia punya kehidupan sendiri disini Pa, kapan kalian bisa ngertiin Nia" lirih Nia memegang pipinya yang terasa perih. Ayahnya hanya membuang wajahnya, seakan tidak peduli lagi pada anaknya itu.
"Nia sebaiknya kamu turuti kemauan Papa mu" pinta Ibunya yang kini menatap anak perempuannya dengan tatapan dingin dan datar.
Nia mengepalkan kedua tanganya, nafasnya tak beraturan. Sudah bukan sekali atau dua kali ia mendapat kekerasan dari keluarganya.
Ini yang kesekian kalinya ia mendapat kekerasan fisik, dapat dibayangkan bagaimana hancurnya hati Nia.
"Kalian emang gak pernah sayang Nia" teriaknya sembari melangkah pergi sana, memberi pandangan tak menyangka kepada kedua orang tuanya.
Ketika ibunya hendak mengejar tiba-tiba tanganya ditahan oleh Ayah Nia.
"Biarkan dia, Aku tidak akan mengubah keputusanku, minggu depan kita akan berangkat" ucap Ayah Nia dengan dingin, Ibunya hanya bisa menuruti.
Sementara itu Nia berjalan tak tentu arah, tenaganya seperti habis hingga kini dia berjalan dengan sempoyongan.
Dia benci terlahir dari keluarga yang arogan, bahkan dia ingin mengakhiri hidupnya saja.
Nia masih berjalan diiringi tangis, tak memperdulikan bagaiman orang lain menatapnya aneh.
Secara tidak sengaja seseorang menabraknya dari belakang, hingga Nia terjatuh.
"Aww" ringisnya menahan rasa sakit pada bagian lututnya. Orang yang menabraknya langsung membantu berdiri.
"Sorry-sorry gue gak sengaja" ucapnya dengan teramat merasa bersalah, dia sedang terburu-buru sehingga tanpa sengaja menabrak seorang gadis.
Tatapan Nia terkunci pada bola mata berwarna Coklat milik laki-laki yang menabraknya. Begitu terpesona ia pada sosok itu, hingga kini jantungnya berdetak cepat.
"Lo gak kenapa-kenapa Kan?" Tanya Reynald memastikan keadaan Nia. Begitulah awal mula Nia mengenal Reynald dalam kecelakaan yang tidak disengaja.
"Emm gue baik-baik aja kok" Jelas Nia tersenyum meringis. Dia mencoba berjalan, namun kakinya terasa sakit hingga ia kembali meringis kesakitan.
"Gue anterin Lo kerumah aja gimana?" Reynald menawarkan itu sebagai rasa tanggung jawabnya. Namun Nia sedang tidak ingin pulang.
"Emm gue gak mau pulang, Gue lagi mau ke taman" jelas saja itu sebuah kebohongan, itu hanya sebuah alasan agar dia tidak diantarkan pulang.
"Serius? Yaudah kalo gitu gue anterin Lo ke taman" Reynald mengajak Nia untuk naik ke atas motornya. Nia hanya mengikuti perintah Reynald, karena sedari tadi ia begitu terpikat dengan ketampanan sosok itu.
'Sadar Nia lo udah punya pacar' Jeritnya dalam hati.
Reynald melajukan motornya untuk mengantarkan gadis, tak butuh waktu lama mereka sampai ke sebuah taman didekat jalan raya.
Reynald membantu Nia berjalan, Nia pun sekuat tenaga berjalan meskipun langkahnya tertatih. Mereka berdua duduk di bangku taman.
"Maaf banget ya, Gue gak sengaja tadi" Reynald masih saja merasa bersalah kepada Nia. Nia pun mengangguk paham.
"It's okay, lagian gue gak kenapa-kenapa" jawab Nia tersenyum ringan. Reynald lega mendengar jawaban Nia.
"Oh ya nama Lo siapa?" Tanya Nia mengajak berkenalan, benar juga mereka belum berkenalan sejak tadi.
"Nama gue Reynald, Nama Lo?"
"Panggil aja gue Nia" Jawab Nia menatap Reynald, sungguh sedetik saja dia tak bisa lepas menatap sosok dihadapanya itu.
Menurutnya Reynald adalah sosok yang baik, meskipun ini kali pertama bertemu, namun entah kenapa Nia merasa nyaman.
"Eh sorry ya gue tinggal, soalnya gue lagi ada urusan" Reynald berpamitan kepada Nia, dia hampir lupa dengan urursanya sendiri.
Nia hanya mengangguk mengiyakan.
"Thanks, hati-hati" balas Nia sembari menatap Reynald yang kian menjauh.
Sayangnya ada seseorang yang memperhatikan keduanya sedari tadi.
******
Singkat cerita seminggu berlalu, kini saatnya Nia meninggalkan negara ini, bahkan meninggalkan kekasihnya disini.
Sangat berat bagi Nia untuk pergi dari sini, namun keluarganya pasti tidak akan mengizinkan Nia untuk tinggal lebih lama disini.
Nia tidak berpamitan pada Faisal, kekasihnya saat itu. Lagi pula, Nia berpikir bahwa ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan orang yang menabrak sekaligus menolongnya saat itu .
Sial, Nia sadar bahwa dirinya memang jahat.
#Flashback off
Ingatan itu bukan ingatan ketika orang tuanya pergi meninggalkan ia untuk selama-lamanya, namun itu ingatan saat ia bertemu seseorang yang baik hati untuk pertama kalinya.
"Aku benci dunia ini" gumamnya setengah sadar, Nia tahu dia sedang terjerat belenggu.
Namun Nia berpikir lebih baik ia seperti ini selamanya, daripada ia harus kembali berhadapan dengan kejamnya dunia.
Untunglah Nia kecil a.k.a adik sang pemeran utama berbeda dengan Nia sang antagonis.
...~The End~...