![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
Kean sudah diperbolehkan untuk pulang. Mereka kini sedang berada di rumah Sasha yang dibelikan oleh orang tua Reynald.
Reynald, Sasha, Kean dan Nia sedang berada di dalam Kamar milik Kean. Reynald yang overprotective terhadap anaknya itu menyebabkan Kean tidak boleh banyak beraktifitas. Bahkan untuk keluar kamarnya saja tidak diperbolehkan.
"Daddy, Kean mau keluar Dad, Bosen dikamar terus" Rengek Kean memelas. Reynald menatap Jean dan menggeleng tegas.
"Daddy" Kean membuat wajahnya sememelas mungkin, Namun yang didapati hanyalah gelengan dan gelengan dari Daddynya itu.
Sasha menghela nafas mendengar perdebatan antara anak dan ayah itu yang sedari tadi sangat menganggu.
"Rey, Ijinin ajalah, Kasihan Kean" Ucap Sasha berusaha membujuk Reynald. Reynald menatap Sasha tajam dan menggeleng cepat.
"Sekali gak, Tetep Gak" Jawab Reynald tegas. Sasha kembali menghela nafasnya, Bagaimana lagi Sasha juga tidak bisa membantah Reynald.
"Tau tuh abang, Kasihan Kean tau" Ucap Nia ikut kesal. Reynald langsung saja menatap Kesal Nia.
"Kamu masih kecil, Gak usah ikut-ikutan" Jawab Reynald kesal. Nia mendengus kesal.
Sasha menggeleng-gelengkan tanda tak menyangka bahwa Reynald memiliki sifat seover itu kepada anaknya.
"Mommy" Rengek Kean dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Sasha langsung menghampiri Kean dan memangkunya.
Sasha menatap kesal Reynald. Dengan kesal Sasha melempar bantal ke arah Reynald, Namun dengan cepat ditangkap oleh Reynald.
"Rey ih, Ijinin sih" Pinta Sasha dengan nada putus asanya. Reynald masih menggeleng. Sasha menggeram kesal, Kalau saja Sasha punya keberanian untuk melawan Reynald.
"Gak" Jawab Reynald singkat. Sasha menghela nafasnya lelah.
Kean pun memeluk Sasha erat, Dia mulai menangis dalam pelukan Sasha. Sasha sampai tidak tega dengan Kean.
Reynald menghela nafas, Sebenarnya dia juga tidak tega, Tapi mau bagaimana lagi Reynald tidak ingin Kean kembali drop.
Reynald pun duduk disamping Sasha, Dia mengambil alih Kean dan memangkunya. Meskipun Kean tidak bereaksi saat dipangku Reynald, Marah mungkin.
"Kean, Daddy gak bolehin Kean keluar karena Daddy gak mau lihat Kean sakit lagi" Jelas Reynald lembut. Kean hanya diam dalam pangkuan Reynald.
"Rasain tuh, Ngambek kan" Ucap Sasha ikut kesal, Dia pun meninggalkan Reynald dan kembali ke dalam Kamarnya sendiri.
Reynald menghela nafasnya. Kenapa jadi seperti ini?!. Huh...
"Kean, Daddy janji, Kalo Kean udah sembuh beneran nanti Daddy ajak jalan-jalan Sama Mommy sama Nia juga" Bujuk Reynald lembut.
"Beneran?" Tanya Nia dan Kean secara bersamaan. Reynald mengangguk pasti.
"Yaudah" Ucap Kean pelan. Reynald pun tersenyum lega, Kini tinggal satu masalahnya, Sasha juga ikut marah kepadanya.
"Kean disini dulu ya sama Nia, Daddy mau nyamperin Mommy dulu" Ucap Reynald kepada Kean. Kena mengangguk patuh.
Reynald pun menurunkan Kean dari pangkuanya. Dia mengusap pelan rambut Kean sebelum akhirnya dia berjalan keluar.
#Dikamar Sasha.
Sasha yang kesal pun kini memilih bermain game saja di ponselnya. Meskipun bermain game juga malah membuatnya kesal karena kalah.
Ceklek
Tanpa Sasha menoleh pun Sasha tau bahwa yang datang adalah Reynald, Namun Sasha sengaja tidak menggubrisnya dan fokus dengan gamenya.
"Sha" Panggil Reynald pelan. Sasha hanya diam, Dia tidak menghiraukan kehadiran Reynald. Reynald menghela nafas.
"Sasha" Panggil Reynald dengan suara yang lebih keras, Dia membaringkan tubuhnya disamping Sasha dengan menatap Sasha.
Reynald tersenyum tipis, Dia tau semarah-marahnya Sasha, Sasha masih takut kepadanya. Reynald mencoba mengalihkan perhatian Sasha dari ponselnya, Namun Sasha masih saja fokus dengan itu.
Reynald pun merebut paksa ponsel Sasha dan langsung menyimpannya dalam saku hodienya. Sasha langsung menatap kesal Reynald, Rasa kesalnya bertambah sudah.
"Rey" Pekik Sasha kesal. Reynald malah tertawa geli.
"Makanya jangan fokus ke hp mulu" Ucap Reynald dengan nada sok menasehati. Sasha memalingkan wajahnya kesal.
"Orang Mah kalo lagi kesel tuh dibujuk, Bukan dibikin tambah kesel" Ketus Sasha tanpa menatap Reynald. Reynald menghela nafasnya, Tambah marah sudah si Sasha.
"Iya-Iya, Yaudah hadap sini dulu" Pinta Reynald pelan. Sasha masih tidak mau menatap Reynald.
Reynald kembali menghela nafas, Dia membalikkan Sasha dengan perlahan dan langsung memeluknya.
"Maaf Sha" Ucap Reynald tulus. Sasha hanya diam saja dalam pelukan Reynald, Tidak ingin membalas dan juga melepas.
"Mommy maafin Daddy ya" Ucap Reynald lembut. Sasha langsung saja memukul pelan dada Reynald.
"Apaan sih" Sasha mencoba untuk tidak salting, Lihat saja sekarang wajahnya sudah memerah karena malu.
"Yaudah, Dimaafin gak?" Tanya Reynald pelan. Sasha mengangguk kecil.
"Iya Dimaafin, Tapi jangan gitu lagi. Kasihan Kean gak bisa kemana-mana karena kamu kurung dikamarnya" Jawab Sasha, Tanpa sadar dia mengucapkan kata yang menurutnya menggelikan. Reynald tersenyum jahil kepada Sasha.
"Apa tadi? 'Kamu'? Gak salah dengar nih?" Tanya Reynald tersenyum jahil ke arah Sasha.
Dalam hati, Sasha langsung merutuki dirinya sendiri yang telah mengucapkan kata laknat itu.
"Gak ya, Gue gak bilang 'Kamu'" Jawab Sasha cepat, Dia membalikan badannya memunggungi Reynald.
Reynald tertawa pelan, Meskipun hanya sekilas, Dia melihat wajah Sasha yang memerah, Menurutnya itu sangat menggemaskan.
"Gak papa kali Sha, Lagian Gue juga seneng kalo Lo udah bisa pake 'Aku-Kamu'" Ucap Reynald dengan tawanya.
Sasha mendengus kesal dan membalikan badannya lagi menghadap Reynald.
"Udah ah, Gak usah bahas" Ucap Sasha kesal, Dia mencoba mengalihkan pembicaraan. Reynald malah tertawa geli.
"Lihat nih merah pipinya" Reynald mengusap pelan pipi Sasha yang memerah, Dan kini bertambah merah.
"Rey" Pekik Sasha kesal. Dia langsung mentutupi wajahnya menggunakan telapak tanganya.
"Haha" Reynald tertawa melihat tingkah Sasha yang sangat menggemaskan.
"Ngeselin banget sih hari ini" Gerutu Sasha pelan. Setelah dirasa pipinya sudah kembali normal, Sasha membuka telapak tangan yang menutupi wajahnya.
Reynald tertawa kecil, Dia mengacak pelan rambut Sasha.
"Tuh kan ngeselin" Sasha merapihkan kembali rambutnya. Reynald tersenyum simpul, Dia menggenggam tangan Sasha dan menggantikannya merapihkan rambut Sasha.
Tiba-tiba.....
"CACA/SASHA" Teriakan itu merangkak ke penjuru rumah. Bahkan Sasha bisa sangat jelas mendengar teriakan itu.
"Sana buka pintunya" Suruh Reynald kepada Sasha. Sasha menggeleng cepat.
"Gak mau, Lo aja, Gue masih kesel" Jawab Sasha dengan nada datarnya.
Reynald tertawa kecil, Dia pun pasrah saja. Reynald berjalan keluar kamar dan menuruni tangga. Setelah itu dia menatap semua teman-temanya yang menatap bingung ke arahnya.