Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#73, BROKEN ANGEL'S



Pesta masih terus berlanjut, kali ini para orang tua telah pulang kerumah masing-masing. Dan hanya tersisa para anak muda yang masih ingin bernostalgia.


"Gak kerasa gue kenal sama kalian udah lama ya, andai waktu itu Caca gak ketemu Reynald mungkin ini semua gak akan terjadi" ucap Fani memulai acara nostalgia. Dia tersenyum geli mengingat masa SMA dulu.


"Astaga gue dulu freak banget" Sasha mengatakan itu dengan wajah gelinya, dia bahkan memejamkan matanya kuat agar bayangan dirinya dimasa lalu tak muncul.


"Haha gak lah, kita dulu baru kenal Reynald dan kawan-kawan. kecuali Diksi kita udah kenal dia dari kecil sama Virgo juga" jelas Fani yang exited untuk menceritakan kisah dulu.


Virgo hanya tersenyum tipis mendengar cerita itu, begitu pula dengan Diksi yang memperhatikan Fani bercerita.


"Yups dan gue udah ada firasat dari kecil kalo Lo sama Diksi bakalan jadi jodoh, dan sekarang benar terjadi kan?" Sasha tersenyum jahil kepada Fani dan Diksi. Mereka berdua memang terlihat cocok dari dulu.


"Apaan sih Ca? Gila kali Lo masih kecil udah mikirin jodoh" elak Fani dengan muka malu-malu kucing, dia menyenggol pelan Sasha karena salah tingkah.


Sasha hanya tertawa kecil mendengar itu. Baiklah dia hanya bercanda. Namun faktanya mereka berdua memang terlihat cocok satu sama lain.


"By the way, Sasha sekarang beda ya gak sih?" Celetuk Fino yang menatap Sasha dengan intens, dia memperhatikan gerak gerik Sasha.


Para sahabatnya menatap Fino kemudian mengangguk setuju. Memang benar Sasha sedikit berbeda, namun perubahan itu adalah perubahan positif.


"Jangan liatin Sasha kaya gitu" peringat Reynald kesal. Mungkin efek berpisah dengan Sasha terlalu lama, kini dia menjadi cemburuan dan bahkan takut kehilangan Sasha.


"Nah ini, liat tuh kulkas berjalan, andai aja Lo belum balik, pasti dia gak akan ngomong satu kata pun" ujar Fino menunjuk Reynald dengan kepala yang ia geleng-gelengkan. Tingkah sahabatnya yang gila karena ditinggal perempuan.


Reynald hanya menatap Fino tajam, sang empu yang ditatap hanya cengengesan dan menganggukan kepalanya sekali menandakan ia meminta maaf dia hanya bercanda.


"Ada-ada aja Lo, emang apa yang berubah coba?" Tanya Sasha dengan raut wajah bingung, Dia merasa tidak ada perubahan pada dirinya.


"Ya itu, Lo jadi tambah bego" kini Farhan yang menjawab, dengan tampang polosnya dia mengatakan itu. Tenang saja dia tidak serius dengan hal itu. Sasha mendengus kesal.


"Serius, gue gak ngerasa ada perubahan sama diri gue sendiri" jelasnya dengan mengernyitkan dahi tanda kebingungan.


"Maksudnya Lo itu kan dulu auranya suram tuh, nah sekarang jadi positif vibes banget gitu" jelas Zacky yang ikut masuk dalam obrolan. Dengan wajah serius namun tetap tenang.


"Bener tuh, apalagi Lo kan udah cantik ditambah positif vibes, behh damage nya nambah Sha" Farhan mengatakan itu dengan sungguh-sungguh, bahkan dia mengacungkan jempolnya untuk Sasha.


Sayangnya Farhan lupa bahwa masih ada pawang yang selalu memperhatikan Sasha. Reynald kini menatap tajam Farhan.


"Etdah bos, Lo jadi makin posesif aja, Gue kan cuma mau muji Sasha" jelas Farhan merungut, dia menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.


"Iyalah masa iya gue jadi negatif vibes mulu, nanti kaya Lo dong" jawab Sasha dengan nada bercanda, dia sedikit tertawa dengan itu.


Farhan mendengus kesal.


"Gue lagi yang kena, etdah gak ada yang lain apa buat bahan bullyan" omelnya dengan ketus. Raut wajah kesal terpampang jelas.


Para sahabatnya hanya tertawa dengan hal itu. Mereka tau Sasha hanya bercanda jadi tak masalah.


"Jadi setelah ini Lo dulu atau Reynald dulu yang nikah? Mari kita tebak" tanya Fino kepada Zacky, dia menaik-turunkan kedua alisnya untuk menggoda sahabatnya itu.


"Reynald dulu deh, gue mah nanti-nanti aja" jelas Zacky dengan acuh, itu karena dia masih belum siap untuk ke jenjang berikutnya.


"Hati-hati Zack, kalo Lo gak gercep bisa diambil orang pacar Lo tuh" Fino menakut-nakuti Zacky dengan wajah sok seriusnya. Padahal dia saja masih santai memakan makanan yang disediakan.


"Ck, jadi temen bisanya cuma doa yang buruk aja, sekali-kali kek doain yang baik-baik, gue doain balik Lo biar jomblo seumur hidup" pembalasan yang setimpal dari Zacky. Dia tersenyum puas melihat Fino yang kini memelototinya.


"Wah parah Lo, Gak ada akhlak emang" Fino menatap Zacky dengan wajah kesalnya. Zacky tertawa keras melihat respon Fino yang ketakutan.


"Canda elah" ucap Zacky disela-sela tawanya. Fino hanya mendengus kesal.


"Nah Rey, kan ada Virgo nih, kenapa Lo gak sekalian minta izin gitu buat menjalin hubungan yang lebih serius sama Sasha?" Tanya Farhan sedikit menggoda, namun dia juga serius dengan kalimatnya.


"Setuju" Diksi ikut menimpali. Dia juga berharap Reynald bisa lebih serius kepada Sasha, dan membuat Sasha bahagia.


Reynald sedikit memalingkan wajahnya. Bukan dia tidak ingin serius, dia hanya ingin menunggu waktu yang tepat.


Sementara itu Sasha dan Fani memperhatikan dengan serius, mereka ingin mendengar jawaban langsung dari Reynald.


"Gue cuma mau nunggu waktu yang tepat" jelasnya singkat dengan wajah datar, dia menatap Sasha sebentar. Sasha tersenyum tipis mendengar itu.


"Kalo dari Lo sendiri Vir?" Tanya Diksi kepada teman masa kecilnya itu. Dia menatap Virgo dengan serius.


"Caca berhak bahagia bersama pilihannya, dan gue yakin Reynald orang yang tepat, meskipun gue harus rela lepasin adek gue untuk Reynald" jelasnya dengan sungguh-sungguh. Virgo tau dia telah menyi-nyiakan waktu sangat lama, sehingga tak ada lagi waktu untuk dia membahagiakan Sasha.


"Kalo emang Caca udah siap, Gue bisa serahin tanggung jawab Sasha untuk Reynald sepenuhnya" dalam maksud Virgo akan melepaskan Sasha untuk Reynald dan melanjutkannya ke jenjang pernikahan.


Meskipun kalau boleh jujur, Virgo belum rela. Karena Virgo ingin memperbaiki hubungan dirinya dengan Sasha, ingin menghabiskan hari-hari bersamanya untuk mengobati luka lama Sasha.


Sasha dan Fani menatap Virgo dengan senyum tipis. Sasha yang menganggap ucapan Virgo yang meyakinkan.


"Lo emang dewasa Vir, gua tau itu" ucap Fani dengan senyum simpulnya, dia menatap Virgo dengan tatapn persahabatan.


Ucapan Fani sedikit menampar Virgo. Bagaimana bisa Fani mengatakan bahwa Virgo dewasa? Padahal Virgo masih belum bisa merelakan sepenuhnya Sasha. Itu yang Virgo pikirkan.


Satu hal tidak Virgo sadari, bahwa dia berhasil menahan egonya dengan cara mengalah pada keadaan dan berpihak pada kenyataan. Itu yang membuat Fani memujinya dengan kalimat 'Dewasa'.


"Mulai sekarang Caca berhak bahagia, dan kita gak akan biarin setitik duri pun melukai Lo lagi Ca" ucap Fani dengan raut wajah bersungguh-sungguh. Dia mengatakanya dengan serius.


Semuanya menatap Sasha dengann senyum hangat, mereka mengangguk setuju dengan apa yang diucapkan Fani.


Sasha menatap para sahabatnya dengan mata berkaca-kaca. Dia menutup mulutnya dengan tangan. Ternyata selama ini Sasha salah, dia pikir tak ada lagi yang menyayanginya didunia ini.


Namun sekarang mata hatinya telah terbuka, dia menyadari masih banyak orang disekitarnya yang menyayanginya dengan tulus.


Sasha sangat berterima kasih.


******


Gina mengajak Marina dan Fadli keruangan yang privat. Hanya ada mereka berempat disana, duduk berhadapan agar pembicaraan ini bisa berlangsung dengan serius namun juga santai.


"Kami rasa, kami harus menyampaikan ini kepada kalian, maaf sebelumnya" ucap Gina memulai perbincangan. Dia tau mungkin kalimat selanjutnya tak akan sesuai ekspektasi mereka berdua.


Marina dan Fadli menatap kedua orang yang ada didepanya dengan dahi mengernyit. Mereka bingung sebenarnya apa yang akan dibicarakan.


"Siap atau tidak kalian harus bisa melepaskan Sasha, agar dia bebas dari masa lalunya dan kenangan pahitnya" jelas Rama serius.


"Maksud anda?" Tanya Fadli yang masih tidak mengerti arah pembicaraan ini, apa yang Rama katakan? Sungguh dia bingung.


"Kemungkinan besar setelah ini Sasha akan pergi dari negara ini dan memulai hidup baru" Jelas Gina, dia mencoba untuk tenang.


"Mengapa Caca harus melakukan itu? Dia tidak akan melakukannya" seru Marina dengan keyakinan. Dia yakin Sasha tak akan meninggalkan keluarganya sendiri.


"Kita tidak bisa egois membiarkan dia terjebak pada masa lalunya" ujar Rama yang ingin meminta pengertian dari pihak Marina.


Rama dan Gina, mereka sudah menganggap Sasha seperti anak kandungnya. Mereka juga tidak ingin Sasha pergi lagi. Ini hanya prediksi.


Marina dan Fadli termenung sekejap. Kembali mereka meyakinkan diri sendiri, Sasha tak akan melakukan itu!


"Tapi Caca sendiri yang bilang bahwa dia sudah memaafkan semuanya, bahkan dia sudah memaafkan kami" Marina yang tetap ingin Sasha disisinya mengatakan itu dengan tegas.


Pihak Rama dan Gina menghela nafas, kenapa Marina masih saja keras kepala. Apakah dia tidak memikirkan perasaan Sasha?


"Sasha memang sudah memafkan kalian semua, namun dia pasti memiliki keinginan untuk mengembalikan waktunya yang terbuang sia-sia hanya karena luka" jelas Rama tegas. Dia ingin Sasha benar-benar sembuh, biarkan Sasha mencari kebahagiaanya sendiri.


Kalimat itu membuat Marina dan Fadli tertampar. Mereka sadar luka yang mereka belikan dulu teramat besar. Dan mereka tak bisa mengembalikan waktu yang mereka berikan kepada Sasha, waktu paling menakutkan bagi Sasha.


"Baiklah jika itu memang akan terjadi" lirih Marina menunduk, dia pasrah sekarang. Dia tak akan lagi menghalangi kebahagiaan Sasha.


"Kalian yakin?" Tanya Gina memastikan. Gina tau ini pasti berat untuk mereka. Gina juga merasakan itu.


"Tak apa, itu semua demi kebahagiaan Sasha. Sasha berhak bahagia diluar sana" Fadli mengatakan itu dengan sungguh-sungguh. Marina menyetujui itu.


Ini bukan hanya tentang keegoisan mereka berdua. Namun ini juga untuk kebahagiaan Sasha.


Mungkin ini konsekuensi untuk Marina dan Fadli. Mereka tak akan bisa seperti dahulu lagi, saat sasha masih menjadi malaikat kecil mereka seutuhnya.


Sekarang Sasha membutuhkan seseorang yang benar-benar bisa membuatnya bahagia dan melupakan masa lalu kelamnya.


Mereka merelakan hal itu, mereka menerimanya. Demi kebahagiaan Sasha.


******


Besok telat update, atau bisa jadi tidak update, dikarenakan Gege ada urusan🙏 mohon maaf Gege akan mengusahakanya