![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
...Dan ternyata Dedek tidak bisa menepati janji Dedek๐ Akhir-akhir ini Dedek sibuk sama tugas sekolah soalnya lagi persiapan Penilaian Akhir semester, jadi maklumi aja lah ya๐๐...
*
*
*
*
*
Sasha kini tengah berjalan di sepanjang koridor, Dia hendak pergi ke toilet, sengaja tidak meminta Fani mengantarnya.
Senandung kecil yang keluar dari mulutnya ikut meramaikan suasana sekolahan yang kini tampak sepi karena masih jam pelajaran.
Sasha masuk ke dalam salah satu toilet disana, tanpa menyadari adanya bahaya yang ternyata kini sedang mengintainya, seakan ingin melahapnya sekarang.
Saat Sasha hendak membuka pintu, dan hasilnya... pintunya terkunci tidak bisa terbuka. Siapa yang menguncinya?
"Siapapun diluar, tolong buka pintunya" ucap Sasha setengah berteriak, dia masih mencoba memutar knop pintu berharap bisa terbuka.
Sedangkan Kini diluar toilet, dua orang perempuan sedang tertawa cekikikan dengan sifat jahil mereka. Mereka tertawa puas.
"RASAIN LO" Teriak salah satu dari dua perempuan yang ada disana.
Sasha mengernyit, Dia tidak mengenali suaranya namun sedikit tidak asing di telinganya.
"BUKA PINTUNYA, SIAPAPUN LO YANG UDAH NGUNCI GUE DISINI" Teriak Sasha kesal, dia terus mengedor-gedor pintu tersebut.
Dua perempuan itu malah kini tambah tertawa, Mereka puas telah melakukan ini kepada orang yang dibencinya.
"SASHA, LO GAK AKAN BISA KELUAR DARI SINI, INI BALASAN KARENA LO UDAH BERANI DEKETIN PACAR GUE" Teriak perempuan yang mengunci Sasha. Sasha berdecak kesal, pacar? seingatnya dia tidak pernah mendekati pacar orang.
"GUE GAK TAU SIAPA PACAR LO" Balas Sasha marah, dia terus berusaha membuka pintunya, sesekali menendangnya keras, berharap bisa terbuka.
"REYNALD" Jawab singkat perempuan yang mengunci Sasha, Dia mengatakannya dengan nada datar.
Sasha terdiam, Reynald mempunyai pacar kah? Dengan cepat ia menggelengkan kepalanya, ini bukan saatnya memikirkan hal yang tidak pasti.
"GUE GAK TAU APA-APA, JADI MENDINGAN BUKA PINTUNYA SEKARANG" Teriak Sasha lagi.
Perempuan satunya yang sedari tadi diam kini berdecak kesal, berisik sekali, pikirnya. dia menggebrak pintu dengan keras.
"DIAM" sentaknya tajam.
Jangan kira Sasha takut, Dia hanya sedang malas saja untuk meladeni dua perempuan yang bersifat jahil padanya itu.
"Oke cukup main-mainnya, Selamat tinggal dalam kegelapan dan kesendirian Sasha" kedua perempuan tersebut menyeringai dan langsung melenggang pergi.
Brakk... Brakk... Brakk
Gedoran pintu terdengar semakin keras, seiring kekesalan dan kemarahan Sasha yang memuncak, ini sangat menyebalkan.
"Sial, tapi Gue kayak gak asing sama suaranya" Gumam Sasha geram.
Sasha terus berusaha membuka pintunya, namun hasilnya nihil. Sasha menghela nafas, dia mundur dan menyandarkan tubuhnya ke tembok.
Sasha tidak bisa menelpon siapapun karena handphone nya ia tinggal di kelas. Hari yang sial baginya.
******
Reynald dan kawan-kawan kini berjalan dengan gaya cool-nya menuju kelas Sasha. Jam istirahat baru saja berbunyi, mereka memutuskan untuk menjemput Sasha dan Fani.
"Gue ganteng banget ya, sampe dilitain" ucap Fino sombong. Farhan yang disampingnya menatap datar dan menabok kepala Fino gemas.
"Diem deh" ucap Zacky datar, Keduanya langsung kicep. Baru pertama kali mereka mendengar nada dingin Zacky.
Diksi, Reynald, mereka berdua tidak menghiraukan ketiga orang yang ada debalakng tersebut. Mereka hanya fokus kepada tujuan, yaitu Sasha dan Fani.
Mereka langsung masuk ke dalam kelas Sasha, saat mereka sudah sampai. Mereka menghampiri Fani yang duduk sendirian.
"Sasha mana?" Tanya Reynald singkat.
Fani langsung menatap Reynald mengernyit, Sasha? dia mendelikan matanya, Sasha belum juga kembali, padahal ini sudah jam istirahat, Sasha tadi pamit ke toilet.
"Sasha, Toilet" Fani langsung keluar dari kelasnya, Dia berlari menuju toilet, pantas saja dari tadi seperti ada yang kurang.
Seberapa bodohnya Fani sampai lupa dengan sahabatnya itu. Maafkanlah Fani, Sasha. Fani mengecek satu persatu toilet, sampai dia berhenti saat dirasa pintu toilet terkunci.
"Sha, Sasha" Fani menggedor pintu dengan sangat panik. Tidak ada jawaban dari dalam, namun Fani yakin Sasha ada di dalam.
"SASHA" Teriak Fani panik, Dia menggedor pintu lagi.
*****
Sasha yang di dalam kini tergeletak tak berdaya, Terasa sangat pengap di dalam sini, sampai-sampai bernafas juga sangat sulit, itu karena ruangan ini cukup sempit, dan Sasha terkunci di dalam selama berjam-jam.
"SASHA" Teriakan dari luar berhasil membuat matanya sedikit terbuka, Dia mencoba mengumpulkan kesadarannya.
Sasha mencoba berdiri, bau yang menyengat disini sangat membuatnya tidak nyaman dan mual. Sasha mencoba bertumpu pada tembok untuk menjaga keseimbangannya.
"Fa-ni" lirih Sasha lemah, Dia kembali terjatuh. Ini keadaan yang paling dia benci, selain kejadian di mana dia dicaci maki oleh keluarganya sendiri.
"Fani" sayup-sayup terdengar lirihan dari mulutnya. Yang di luar kini bertambah panik saat mendengar lirihan Sasha.
Terdengar gerombolan orang yang mendekati toilet tersebut. Siapa lagi kalau bukan, Reynald dan kawan-kawan yang datang sebagai pahlawan.
"Sasha" panggil Reynald panik, Dia mencoba membuka pintu tersebut, terkunci.
"Sha, mundur, Gue mau dobrak pintunya" Sasha hanya menurut, lagi pula dia memang sudah tidak tahan dengan tempat sempit, pengap, bau, dan kotor ini.
Brakk.
Pintu terbuka dengan sekali dobrak, Jangan main-main dengan Reynald. Reynald mendelik melihat Sasha yang kini terduduk tak berdaya. Reynald langsung menghampirinya.
Fani membekap mulutnya, Dia menangis melihat kondisi Sasha sekarang ini, Dia merasa tidak becus menjadi sahabat Sasha.
"Sha" Reynald menepuk pipi Sasha pelan, Sasha membuka matanya meskipun tidak sepenuhnya, namun itu cukup membuat Reynald merasa lega.
Reynald langsung menggendong Sasha keluar. Mereka yang ada disana hanya mengikuti dari belakang.
Banyak pertanyaan yang muncul dalam otak mereka. Sasha kenapa? kenapa pintunya bisa terkunci? Atau ada yang melakukannya dengan sengaja?
Namun sekarang yang terpenting adalah keadaan Sasha semoga baik-baik saja. Siapapun yang melakukan ini, mereka pasti membalasnya.
Ingat, Sasha tidaklah sendirian lagi sekarang, Dia punya sahabat, saudara, teman, dan yang paling terpenting Sasha mempunyai sosok yang selalu menjaganya yaitu... Reynald.
*
*
*
*
*
Jangan lupa like, komen and vote๐