![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
"Heh, Kalian berdua bangun, Kenapa kalian tidur berdua di kasur yang sama?" Tanya Nenek Ina kesal.
Sasha langsung terbangun karena kaget, Dia kira Reynald sudah pindah kamar. Ternyata Reynald malah tertidur di kamarnya, bahkan memeluknya.
"Hehe, Maaf Nek, Reynald yang salah, Caca semalam udah nyuruh dia di kamar lain" Bela Sasha kesal sembari menunjuk Reynald.
Reynald yang masih memejamkan matanya, Kini mendelik menatap Sasha tajam. Huh, Memang tidak bisa diajak kerja sama.
"Hehe, Maaf Nek" Ujar Reynald meringis pelan melihat tatapan membunuh dari Nenek Ina yang diberikan kepadanya.
Nenek Ina menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, Dia sebenarnya tidak marah, Tapi hanya ingin sedikit bermain-main dengan sejoli ini.
"Karena kalian sudah berani tidur bersama, Nenek hukum kalian untuk menyiram tanaman di belakang, Dan mencuci mobil peninggalan kakek yang ada di garasi belakang" Perintah Nenek Ina tegas.
Keduanya mengangguk pasrah, Terlebih Sasha, Dia menatap kesal Reynald.
"Lo sih" Kesal Sasha pelan. Reynald hanya tersenyum tanpa dosa.
"Kalian cuci muka lalu sarapan dan setelah itu kalian laksanakan tugasnya" Suruh Nenek Ina tegas. Lagi-lagi keduanya mengangguk patuh.
Nenek Ina langsung keluar dari kamar itu. Sasha langsung menatap kesal Reynald.
"Lo sih, Pagi-pagi udah ngeselin aja" Ketus Sasha, bahkan sekarang wajahnya memerah karena kesal.
Reynald tertawa pelan, Dia tidak berniat sungguh. Tapi dia semalam ketiduran disini.
"Sana cuci muka" Suruh Reynald. Sasha mengangguk.
Sasha terlebih dahulu mencuci mukanya dan menggosok gigi, setelah Sasha keluar dari kamar mandi, Gantian Reynald yang melakukan hal yang sama dengan Sasha.
Sasha pergi ke ruang makan bersama Reynald, Mereka langsung duduk berdampingan. Sasha dengan wajah cemberutnya dan Reynald dengan wajah datar seperti biasanya.
"Kenapa Ca?" Tanya Fani bingung.
Sasha hanya menunjuk Reynald menggunakan dagunya. Fani ber oh ria saja.
"Sudah, Sekarang kita sarapan dulu ya" Ajak Nenek Ina, Semuanya mengangguk dan mengambil makanan yang mereka pilih. Lauk disini sederhana dan seadanya.
Setelah acara sarapan bersama selesai, Reynald dan Sasha langsung menjalankan hukuman mereka, Yaitu menyiram tanaman di taman belakang dan mencuci mobil.
"Rey, Lo nyuci mobil, Gue nyiram tanaman" Ucap Sasha membagi tugas. Reynald mengangguk patuh, Jarang-jarang Reynald langsung menurut.
Sasha menyiram semua tanaman di taman dari ujung ke ujung. Reynald juga sama, Dia mencuci mobil dengan telaten, Mengingat itu mobil peninggalan Kakek Sasha.
Semuanya masih berjakan lancar sampai ide jail Reynald muncul di otaknya.
"REYNALD" Teriak Sasha kesal saat Reynald menyiramnya dengan selang air, Sasha langsung membalasnya.
"REY, UDAH" Pinta Sasha. Reynald masih terus menyiramnya, bahkan dia kini tertawa puas.
"GUE GAK AKAN BERHENTI SEBELUM LO BERHENTI" Balas Reynald berteriak.
Sasha yang mendengar itu langsung berhenti menyiram Reynald dan meletakkan selangnya di bawah, Bukanya Reynald berhenti namun dia malah semakin menjadi.
"REYNALD UDAH" Teriak Sasha kesal, Dia menutupi wajahnya dengan telapak tangan yang dihilangkan di depan wajahnya.
"Hahaha" Reynald tertawa puas melihat Sasha basah nutup, Dirinya juga basah kuyup.
"REY" Kesal Sasha, Dia sampai tidak sadar kakinya ia hentak-hentakan.
Reynald pun berhenti dan tertawa terbahak-bahak. Sasha yang kesal pun membalas perbuatan Reynald, Dia menyiram Reynald dengan selangnya.
"YA SHA, AMPUN" Teriak Reynald. Sasha tertawa lepas melihat itu.
"Haha, RASAIN NIH" Ucap Sasha semakin gencar menyiram Reynald.
Reynald melangkah mendekati Sasha, Dengan cepat Sasha meletakan selamanya dan berlari tak tentu arah untuk menghindari kejaran Reynald.
"UDAH REY, GUE NYERAH, STOP DISITU" Pinta Sasha berteriak. Reynald malah semakin mendekat.
Sasha yang sudah tidak kuat berlari pun akhirnya berhenti.
"REY, Stop, Gue cape" Pinta Sasha mengatur nafasnya.
"Makanya gak usah ngerjain" Peringat Reynald tajam. Sasha tersenyum mengejek kepada Reynald, hal itu membuat Reynald kesal dengan Sasha.
Reynald mendekat, Namun dengan cepat di tahan Sasha.
"Ya ya Rey, Ampun, Gue cape" Mohon Sasha dengan wajah memelasnya. Reynald tertawa kecil melihat itu.
"Lepasin" Pinta Sasha memelas. Reynald menggeleng tegas.
"Hukuman" Bisik Reynald tajam, Dia menyeringai. Reynald hendak menggelitik Sasha, Namun sebelum itu...
"Heh, Kalian ini disuruh nyiram tanaman malah siram-siraman" Semprot nenek Ina kesal, Dia menatap tajam kedua sejoli itu.
Keduanya menatap Nenek Ina dan menunjukan cengiran khasnya.
"Nenek penyelamatku" Ucap Sasha mendramatisir, Dia langsung melepaskan Reynald dan berlari menuju kamarnya.
Reynald yang melihat itu langsung menyusul Sasha. Nenek Ina tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya. Sepertinya memang Reynald adalah kebahagiaan Sasha, Semoga saja.
Ada dua orang juga yang memperhatikan Sasha dan Reynald sedari tadi, Mereka ikut senang namun tak urung juga hatinya gelisah.
"Gue semakin merasa bersalah" Ujar seorang lelaki lirih. Perempuan yang disampingnya langsung memeluknya.
"Gue juga sama Dik" Balas seorang perempuan itu.
Fani dan Diksi.
~Skip~
Sasha dan Reynald Sudah mandi, Tentu saja bergantian. Sasha yang sedang berbaring dan bermain handphonenya, Sedangkan Reynald yang sedang memperhatikan Sasha bermain handphone.
"Apasih?" Tanya Sasha risih terus dipandang, Dia mendorong pelan wajah Reynald menggunakan telapak tanganya.
Reynald tertawa kecil, Kemudian dia menatap Sasha lekat.
"Risih Rey" Kesal Sasha, Dia menatap Reynald mengernyit.
"Lo bahagia gak?" Tanya Reynald pelan. Sasha terdiam, Entahlah dia juga tidak tau, Tapi yang pasti, Bebannya sedikit berkurang.
"Heh, Ditanya juga" Kesal Reynald. Sasha menatap Reynald.
"Gue gak tau" Jawab Sasha pelan. Reynald menghela nafasnya, Dia mengusap lembut rambut Sasha.
"Cari kebahagiaan Lo Sha" Gumam Reynald pelan. Sasha hanya diam.
"Gue belum bertemu kebahagiaan gue Rey" Jawab Sasha pelan. Reynald tersenyum tipis.
"Sini" Suruh Reynald sembari menyuruh Sasha mendekat. Sasha ikut saja, Sasha duduk didepan Reynald, Dan Reynald membuka aplikasi gamenya.
"Gue ajarin, Caranya bahagia" Ucap Reynald dengan senyumnya. Sasha bingung.
Reynald melingkarkan tanganya kedepan, Dengan handphonenya yang sekarang didepan Sasha, Dia menyandarkan kepala Sasha di dada bidangnya.
"Game?" Tanya Sasha bingung, Reynald mengangguk dua kali.
"Sini tangannya" Perintah Reynald, Sasha menurutinya.
Reynald menggenggam tangan Sasha dan meletakanya di samping Handphone. Reynald mengajari Sasha cara bermain game tersebut, Walaupun Sasha masih belum pandai.
"Susah Rey" Kesal Sasha, Dia mencoba membunuh musuh namun sangat sulit.
"Ya makanya, Sini gue ajarin" Jawab Reynald, Dia terus mengajari Sasha.
Sasha ternyata mulai larut dalam keseruan game tersebut, Dan melupakan ucapan Reynald yang membuatnya sedikit sedih tadi.
"Ya, Kok mati sih" Keluh Sasha dengan wajah cemberutnya.
"Tunggu aja" Jawab Reynald tersenyum tipis, Kini dia sudah tak mengajari Sasha lagi dan membiarkan Sasha bermain sendiri.
"Noob banget" Ejek Reynald tersenyum remeh. Sasha mendengus kesal, Dia saja baru belajar.
"Diem deh" Ketus Sasha. Reynald tertawa pelan, Dia mengusap rambut Sasha pelan.
Sasha bermain game terus sampai dia kesal karena tidak bisa memainkannya dengan lihai.
"Udah ah, Kesel gue" Ketus Sasha kesal, Dia memberikan handphone itu kepada Reynald. Reynald tertawa remeh.
"Gitu aja gak bisa, Nih liat" Reynald yang mengambil alih game itu, Dan benar saja Reynald ternyata sangat pandai bermain game itu, Sasha sampai terkagum-kagum.
Reynald terus fokus kepada gamenya, Sampai tak sadar Sasha tertidur dalam pelukannya. Reynald menyelesaikan gamenya, Kemudian menatap Sasha yang sudah tertidur.
"Tawa Lo berharga Sha" Gumam Reynald pelan, Dia membenarkan posisi Sasha, Dan ikut memejamkan matanya sembari mendekap Sasha.
Reynald ingin terus melihat tawa indah Sasha, Dia tidak ingin Sasha kembali mengeluarkan air matanya. Semoga Sasha dapat terus bahagia, Selamanya.