Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#27, BROKEN ANGEL'S



"KEAN" Teriak gadis kecil menerobos masuk kedalam ruang rawat inap Kean. Gadis kecil itu langsung berlari ke arah Kean.


Kean dan Sasha langsung menengok ke arah sumber suara. Dan ternyata yang datang adalah Nia.


"Nia?" Ucap Kean bingung. Nia mendekat ke arah Kean.


"Kean udah gak papa?" Tanya Nia polos. Kean mengangguk.


"Kean udah gak papa, Nia kesini sama siapa?" Tanya Kean balik. Nia menunjuk ke arah pintu, Yang ternyata dia diantar oleh Orang tua Reynald.


"Mah, Pah" Sapa Sasha sembari mencium punggung tangan kedua orang tua Reynald. Gina dan Rama tersenyum simpul.


"Mamah kesini cuma mau nganterin Nia, Dari kemarin dia ngerengek minta kesini" Ucap Gina menjelaskan dengan senyum simpulnya. Sasha mengangguk mengerti.


"Maafin Mamah jadi ngerepotin, Mamah nitip Nia Ya, Soalnya Mamah sama Papah mau langsung ke kantor lagi" Jelas Gina.


"Eh iya, gak papa Mah" Jawab Sasha cepat. Gina tersenyum simpul.


"Yaudah, Papah tinggal dulu Ya, Yuk Mah" Pamit Rama mengajak Gina. Sasha mengangguk patuh.


"Iya Pah" Jawab Sasha.


Kedua orang tua Reynald pun meninggalkan ruangan rawat Kean. Sasha tersenyum melihat Kean dan Nia yang sedang berbincang-bincang.


"Kak Caca, Abang dimana?" Tanya Nia bingung. Memang sekarang Nia memanggil Sasha dengan sebutan 'Kak' Karena disuruh Reynald. Sasha tersenyum menatap Nia.


"Lagi beli sarapan" Jawab Sasha dengan senyumnya. Nia mengangguk mengerti.


"Kakak, Mau naik" Pinta Nia dengan merentangkan tanganya meminta bantuan.


Sasha tertawa kecil, Dia langsung menggendong Nia dan mendudukkannya di samping Kean. Nia pun tersenyum sumringah.


Ceklek.


Pintu ruangan terbuka, Ternyata Reynald lah yang datang. Dia sudah membeli sarapan untuk mereka makan. Reynald menatap bingung Nia yang ternyata ada disini.


"Adek kesini sama siapa?" Tanya Reynald bingung. Nia langsung menatap Reynald yang baru datang.


"Sama Mamah sama Papah" Jawab Nia polos. Reynald mengangguk mengerti, Dia meletakan kantong plastik yang berisikan Makanan di atas meja.


Sasha langsung menyiapkan bubur itu, Dan kembali menghampiri Kean.


"Kean makan dulu ya" Suruh Sasha memulai menyuapi Kean. Kean dengan malas menerima suapan itu.


"Rey, Makan dulu sana" Suruh Sasha kepada Reynald. Ternyata Reynald tidak langsung memakan sarapannya tapi malah bermain handphone. Reynald langsung menatap Sasha.


"Nanti, Nungguin" Jawab Reynald singkat. Sasha menatap Reynald mengernyit.


"Nungguin apa?" Tanya Sasha bingung. Reynald menunjukan senyum jahilnya.


"Nungguin kamu" Jawab Reynald dengan senyum menyebalkan miliknya.


Sasha bergidik ngeri mendengar kata itu. Entahlah meskipun Reynald sudah menyuruhnya mengganti nama panggilan saat didepan Kean, Tapi Sasha sendiri belum terbiasa.


"Geli tau" Ucap Sasha dengan ekspresi gelinya. Reynald malah tertawa geli melihat tingkah Sasha yang menggemaskan.


"Haha" Tawa Reynald pelan. Sasha hanya mendengus kesal, Dia melanjutkan menyuapi Kean.


"Diem deh" Ucap Sasha kesal. Reynald meredakan tawanya dan menatap Sasha dengan senyum simpulnya.


"Mom, Udah" Pinta Kean memelas pada suapan kelimanya. Sasha menghela nafas, Dia menatap Reynald bertanya.


"Yaudah gak papa, Sekarang Kean minum obat" Jawab Reynald menatap Kean tegas. Kean pun mengangguk pasrah.


Sasha menyiapkan obat untuk Kean, Tak lupa menyediakan satu gelas berisi air putih. Sasha memberikan obat itu kepada Kean, Karena Kean anak-anak, dipermudah menggunakan obat yang berbentuk cair.


Kean meminum obat itu dengan sekali teguk, Cepat-cepat dia meminum air putih yang telah disediakan oleh Sasha.


"Sini, Sarapan" Suruh Reynald menepuk-nepuk sofa di sebelahnya. Sasha pun menuruti itu, Dia duduk disebelah Reynald.


Reynald menyiapkan sarapan untuk Sasha. Setelah Siap, Dia memberikannya kepada Sasha. Sasha pun menerima itu dengan senang hati.


"Kean kapan bisa pulang?" Tanya Sasha disela-sela kegiatan sarapannya.


"Gak tau, Belum tanya dokternya" Jawab Reynald tanpa menatap Sasha. Sasha mengangguk mengerti.


"Lagian kan Kean juga udah mulai masuk sekolah" Ucap Sasha. Reynald mengangguk setuju.


"Iya tau, Tapi Kean gak Gue ijinin masuk sekolah minggu ini" Jawab Reynald tegas sembari menatap Kean yang sedang berbincang-bincang dengan Nia .


Sasha menatap Reynald mengernyit.


"Lah emangnya kenapa?" Tanya Sasha bingung. Reynald langsung saja menatap Sasha kesal.


"Pokoknya Kean gak boleh sekolah sampai dia bener-bener pulih" Tegas Reynald. Sasha menghela nafasnya, Percuma saja dia menyangkalnya.


"Iya-iya" Jawab Sasha pasrah. Reynald tersenyum tipis mendengar jawaban Sasha yang menurutinya.


Kegiatan sarapan mereka berdua pun selesai. Sasha langsung membereskan semuanya. Reynald juga turut membantu Sasha.


Setelah selesai mereka berdua kembali duduk disofa. Sasha melihat ke arah Kean yang ternyata sudah tertidur. Nia juga ikut tidur disamping Kean.


"Cepet banget tidurnya" Ucap Sasha masih menatap Kean dan Nia, Dia tersenyum simpul. Reynald menatap Sasha dan ikut tersenyum simpul.


"Kenapa, mau tidur juga?" Tanya Reynald dengan senyum jahilnya, Dai langsung menarik Sasha dalam pelukanya.


Sasha menggeleng-gelengkan kepalanya heran, Dia melepas paksa Tangan Reynald.


"Gil* Lo lama-lama" Ucap Sasha ketus. Reynald malah tertawa pelan.


Sasha lebih memilih memainkan handphonenya dibandingkan menggubris tingkah Reynald. Sedangkan Reynald kini menatap Sasha intens.


"Sha" Panggil Reynald pelan.


"Hmm" Sasha masih fokus dengan ponselnya.


"Ca" Panggil Reynald lagi. Kali ini dengan panggilan yang berbeda. Sasha menatap Reynald kesal.


"Lo sebenarnya manggil Gue apaan dah? Kadang Sha, Kadang Ca" Tanya Sasha kesal. Reynald kembali terkekeh pelan.


"Ya suka-suka Gue dong" Jawab Reynald seenaknya. Sasha memutar bola matanya malas.


"Terserah" Ketus Sasha. Reynald terkekeh geli, Dia hanya sedang ingin memancing Sasha agar kesal.


"Gak sih, Mending Manggilnya Sha-yang aja ya" Ucap Reynald dengan senyum jahilnya.


Sasha langsung saja bergidik ngeri, Dia menatap Reynald horor dan menjauh darinya.


"Sumpah Lo kayaknya gil* beneran deh" Ucap Sasha dengan nada takutnya. Reynald malah tertawa keras.


"Fix, Besok Gue anterin ke rumah sakit jiwa" Sasha menggeleng-gelengkan kepalanya heran melihat Reynald yang menjadi aneh seperti ini.


"Canda Sha" Ucap Reynald sambil meredakan tawanya lalu tersenyum simpul. Sasha menatap Reynald aneh.


"Lagian ketawa mulu, Bahagia banget kayaknya, Kenapa sih?" Tanya Sasha bingung. Reynald menggelengkan kepalanya dua kali tanda menyangkal ucapan Sasha.


"Gak papa, Lagi pengen ketawa aja" Jawab Reynald santai. Sasha hanya menghela nafas dan memutar bola mata malasnya.


"Lagian Gue ketawa cuma didepan Lo doang" Ucap Reynald dengan senyum jahilnya. Sasha mendelikan matanya.


"Gila-gila" Sasha pun melangkah menuju kasur dan merebahkan dirinya di kasur tersebut.


Reynald tertawa pelan melihat itu. Dia saja geli sendiri dengan sifatnya sekarang. Entahlah, Hari ini rasanya dia sedang ingin bercanda saja.