Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
48, BROKEN ANGEL'S



Setelah kejadian dimana Sasha terkunci di kamar mandi, Reynald sekarang benar-benar menjadi overprotec kepada Sasha.


Seperti sekarang ini Reynald mengurung Sasha di kelasnya, Ingat Kelas Reynald! Lagi pula untuk apa Sasha dikurung disini?.


"Rey, Gue mau ke kantin ini kan jam istirahat" kesal Sasha setengah berteriak, Tak memperdulikan bahwa dirinya kini menjadi pusat perhatian dalam kelas Reynald.


Reynald langsung menatap tajam Sasha, Yang ditatap pun membalasnya tak kalah tajam.


"Gak! Lo harus disini, lagian gue udah nyuruh Diksi beliin Lo makanan" jawab Reynald tegas dengan masih menatap tajam Sasha.


Sasha mencoba menarik napas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan sisa-sisa kesabaran yang dia miliki saat ini. Namun... Tidak ada!


"GUE MAU KELUAR REY" teriak Sasha kesal sembari menghentak-hentakan kakinya dengan keras.


Reynald hanya menatapnya datar, mencoba bersikap acuh dan tak memperdulikan Sasha yang kini marah-marah tidak jelas.


Sasha yang kini menyerah pun akhirnya pasrah, Dia melipat tangan diatas meja, menelungkupkan kepalanya di antara kedua tangannya.


Tatapan Reynald hanya berfokus pada Sasha, sampai tidak sadar bahwa kini Nia berada di sebelahnya.


"Rey" Ucap Nia dengan menepuk pelan pundak Reynald, menyebabkan Reynald sedikit terlonjak kaget.


"Kenapa?" Tanya Reynald menatap Nia dengan dahi mengernyit. Nia hanya membalasnya dengan senyuman dan gelengan kepala.


"Lo gak ke kantin?" tanya Nia balik, Dia beralih duduk di bangku yang ada di sebelah Reynald. Reynald memperhatikan gerak-gerik Nia.


"Gak" jawab Reynald singkat. Nia mengangguk paham, pandangannya terhenti pada perempuan yang ada di depannya ini.


"Nungguin dia ya?" tanya Nia sembari melirik singkat Sasha. Reynald mengangguk mengiyakan, pandangannya kembali tertuju kepada Sasha.


Sedangkan Sasha, Dia tidak memperdulikan dua orang yang kini tengah mengobrol tersebut. Namun bagaimanapun juga dia memiliki telinga, Sasha masih bisa mendengar apa yang keduanya bicarakan.


Sesaat setelahnya, Nia tiba-tiba berdiri di iringi dengan senyum yang menghiasi bibirnya.


"Yaudah, Gue mau ke kantin. Beneran gak ke kantin Rey?" tanya Nia memastikannya sekali lagi. Reynald hanya mengangguk yakin.


Nia mengangguk mengerti, Dia pun mulai melangkah menjauh. Sasha mengangkat kepalanya, memperhatikan punggung Nia yang semakin menghilang dibalik pintu kelas.


"Nia?" Gumam kecil Sasha. Reynald merasa aneh dengan tatapan yang diberikan Sasha kepada Nia, tatapan Intimidasi.


"Ada apa?" tanya Reynald bingung. Sasha hanya menggelengkan kepalanya singkat.


"Gak ada" jawab Sasha singkat, Namun kini dia mencoba mengingat-ingat lagi. Apa yang salah? ketukan jarinya di meja menandakan kegundahan dalam hatinya.


Nia? apa yang salah dengan Nia? Sasha seperti merasa ada sesuatu yang salah tapi apa? Wajahnya normal-normal saja. Tidak!... Bukan wajah yang salah tapi Suaranya!


Suara Nia persis seperti suara yang Sasha dengar saat terkunci di kamar mandi. Mungkinkah Nia yang melakukannya?


Sasha tidak ingin berprasangka buruk, Namun setidaknya dia akan lebih waspada dengan perempuan tadi.


"Kenapa sih?" tanya Reynald yang risih dengan tatapan Sasha. Sasha berdecak kesal sembari memutar bola matanya malas.


"Diem deh, orang gak ada apa-apa juga" jawab Sasha kesal. Reynald hanya mengedikkan bahunya acuh.


Setelahnya, Diksi dan ketiga teman yang lainnya, Upss! ditambah sahabat Sasha A.K.A Fani masuk kedalam kelas Reynald.


"Kenapa Lo?" tanya Sasha ketus. Fani menghembuskan nafasnya kasar.


"Lo tau gak sih, ngantri itu tuh lama banget" cerocos Fani keras. Sasha hanya meringis mendengarnya.


"Siapa yang nyuruh Lo untuk mesenin gue? Gue kan bisa ke kantin sendiri" ucap Sasha tak mau kalah. Fani menggertakan giginya sebal.


"Ya Lo tau sendiri kan pawang Lo kaya apa?!" kini kekesalan Fani sepertinya ada di puncak. Namun Sasha seperti tidak memperdulilan itu.


"Udah deh, Makan Ca" lerai Diksi yang mulai jengah dengan perdebatan keduanya. Mau tak mau keduanya pun menghentikan perdebatan mereka.


"Hmm, BTW Lo udah tau belum siapa pelaku yang ngunci Sasha dikamar mandi?" tanya Zacky membuka topik. Semuanya pandangan mulai terfokus pada Zacky.


"Belum" jawab semuanya serempak kecuali Diksi yang hanya diam saja. Bukan karena sifat dinginnya, namun ada sesuatu yang kini tengah ia pikirkan.


"Emang lo tau?" tanya Farhan kepada Zacky dengan tampang super Kepo miliknya. Zacky hanya menggeleng polos.


"Gak tau" jawab Zacky singkat dengan mengedikkan bahunya acuh. Farhan memutar bola matanya malas, Dia pun menoyor kepala Zacky keras.


"Ck, Gue kira lo tanya begitu karena udah tau" ketus Fino yang ikut kesal.


Zacky mendengus kesal. Hanya karena pertanyaan itu dan kini dia disalahkan?! miris sekali hidupnya!


"Ya gue kan tanya, siapa tau salah satu dari kalian udah ada yang tau pelakunya" jelas Zacky kesal. Semua yang mendengarkan hanya memutar bola matanya malas.


"Iya bener juga ya, ini kan udah seminggu setelah kejadian itu, masa dari kita belum ada yang tau" tambah Fani. Semuanya mengangguk setuju.


"Dan Lo Sha, emang gak penasaran apa?" tanya Fani bingung melihat Sasha yang hanya bersikap santai saja, seperti tidak terjadi apa-apa. Sasha menggelngkan kepalanya singkat.


"Tanpa Gue cari tau juga pelakunya adalah orang yang ada di sekitar Gue" entah apa yang menjadi dasar Sasha berbicara seperti itu. Mungkin dia hanya mengikuti insting.


Semuanya mengernyit mendengar penjelasan Sasha. Namun seperti ada yang aneh dari kalimat tadi, apakah Sasha sendiri sudah mengetahui?


"Kenapa Lo bisa yakin?" tanya Fani bingung. Sasha mengedikkan bahunya acuh, Tak berniat menjawab pertanyaan itu.


Reynald hanya menatap Sasha aneh, Tak seperti biasanya Sasha terlihat gelisah, terlihat dari tatapan matanya yang tidak bisa fokus dengan satu titik.


"Rey, Gue perlu bicara sama Lo pulang sekolah" Ucap Diksi pelan, dan dapat dipastikan hanya Reynald yang bisa mendengarnya.


Merasa aneh dengan ucapan Diksi, Reynald hanya mengangguk menyetujui. Reynald pun tidak tau apa yang ingin dibicarakan oleh Diksi, Dan karena itu Reynald harus mengetahui.


*


*


*


*


*


**Tungguin Crazy Up nya ya😂


Jangan lupa like, comment and Vote😊**