![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
Kean sudah mulai berangkat sekolah. Ini adalah minggu pertamanya sekolah di sekolah yang sama dengan Nia, Mengingat keduanya juga cukup akrab jadi bagi Sasha dan Reynald tidak terlalu mengkhawatirkan.
"Kean udah selesai?" Tanya Sasha kepada Kean yang kini sudah rapi dengan seragam sekolahnya.
Kean mengangguk semangat, Dia langsung berlari menghampiri Sasha dengan merentangkan tangannya, Sasha yang sigap pun langsung menggendongnya.
"Udah dong Mom" Jawab Kean semangat. Sasha terkekeh pelan, Dia mengecup Pipi Kean gemas.
"Yaudah sekarang kita ke Daddy, Daddy udah nungguin kita dimobil" Jelas Sasha. Kean mengangguk paham.
Setelah mengambil tas masing-masing, Mereka berdua pun menghampiri Reynald yang sudah ada di dalam mobil, Sasha duduk disamping Reynald dengan memangku Kean.
Reynald pun melajukan mobilnya.
"Daddy, Nanti Kean mau punya banyak temen kayak Daddy" Jelas Kean polos. Reynald tertawa kecil.
"Belajar dulu yang rajin, Nanti kalo Kean pintar banyak yang mau temenan sama Kean" Jawab Reynald dengan senyum tipisnya. Kean mengangguk patuh.
"Iya dong, Anaknya Mommy Caca harus pintar" Ucap Kean semangat. Sasha langsung tertawa geli.
"Goodboy" Jawab Sasha dengan sisa tawanya. Kean kini tersenyum manis.
"Oh jadi cuma anaknya Mommy Caca aja, Daddy enggak?" Tanya Reynald berpura-pura merasuk. Kean langsung menatap Reynald.
"Gak Dad, Kean anaknya Mommy Caca dan Daddy Reynald" Jawab Kean semangat. Reynald tertawa geli, Dia mengacak rambut Kean gemas.
"Kean, Kalo ada sesuatu di sekolah bilang ya sama Mommy" Ucap Sasha serius, Sejujurnya dia sedikit tidak mau Kean sekolah, Karena masih terlalu dini.
"Iya Mom" Jawab Kean sembari mengangguk patuh, Sasha pun tersenyum tipis.
Tak lama kemudian, Mobil yang mereka tumpangi telah sampai didepan gerbang sekolah Kean. Mereka bertiga pun langsung turun.
"Kean ingat pesan Mommy ya, Kalo ada apa-apa bilang" Ucap Sasha lagi, Dia masih saja khawatir.
"Iya Mom" Jawab Kean. Sasha pun mengusap kepala Kean pelan.
"Nanti kalo Kean udah pulang, Daddy jemput" Jelas Reynald lembut. Kena mengangguk patuh.
"KEAN" Teriak bocah kecil yang kini akrab dengan Kean, Dia langsung saja menghampiri Kean.
"Nia" Jawab Kean menatap Nia. Nia hanya menunjukan senyum manisnya.
"Yaudah, kan sekarang udah ada Nia, Daddy sama Mommy mau berangkat ya" Ucap Reynald menjelaskan. Kean mengangguk patuh.
Kean dan Nia pun masuk ke dalam sekolah mereka dengan bergandengan tangan. Sasha sedikit bernafas lega, Karena disini juga ada Nia yang bisa menemani Kean.
"Masih khawatir ya?" Tanya Reynald seakan mengetahui isi hati Sasha. Sasha mengangguk kecil dengan hewan nafasnya.
Reynald tersenyum tipis dan mengusap rambut Sasha pelan. Sasha kembali menghela nafasnya.
"Gak papa, Disini kan ada Nia" Jelas Reynald lembut. Sasha mengangguk mengerti.
Reynald pun mengajak Sasha masuk kedalam Mobil. Mereka kembali melaju ke SMA BRAMAWIJAYA, Dimana mereka bersekolah disana.
Tak butuh waktu lama, Mereka pun tiba di sekolahan. Mereka langsung saja turun dari mobil. Bagaimanapun juga seluruh murid SMA BRAMAWIJAYA sudah terbiasa dengan pemandangan ini.
"Rey, Nanti jemputnya Kean gimana? Kan masih sekolah kita" Tanya Sasha bingung. Reynald tersenyum tipis.
"Kan bisa ijin Sha, Lagian sekolah ini juga punya orang tua Gue" Jawab Reynald santai. Sasha mendengus kesal.
"Sombong Lo" Ketus Sasha. Reynald tertawa pelan, Dia mengacak rambut Sasha gemas.
"Udah ih, Berantakan" Kesal Sasha, Dia kembali merapihkan rambutnya. Reynald hanya tersenyum tipis menanggapi itu.
"Yaudah, ayo ke kelas" Ajak Reynald menggenggam tangan Sasha dan mulai melangkah ke kelas Sasha.
"Mau ikut jemput Kean gak?" Tanya Reynald menatap Sasha.
"Ikut lah" Jawab Sasha cepat. Reynald tersenyum tipis.
Sifat dingin yang dimiliki mereka kini tergantikan oleh sifat hangat mereka. Kesepian Sasha tergantung oleh kehadiran Reynald dan Kean. Inikah yang dinamakan bahagia sederhana?.
"Yaudah sana masuk ke kelas" Suruh Reynald saat mereka telah tiba didepan kelas Sasha. Sasha mengangguk patuh.
"Sana Lo juga ke kelas, Ini hampir bel masuk tau" Jawab Sasha berbalik menyuruh. Reynald tersenyum tipis, Dia mengacak puncak kepala Sasha sebelum akhirnya dia meninggalkan Sasha sendiri didepan kelasnya.
"Dasar" Gerutu Sasha pelan, Dia pun masuk kedalam kelasnya. Sahabatnya juga ternyata sudah ada dan duduk manis di bangkunya.
"Oi" Sapa Sasha santai. Fani memutar bola mata malasnya.
"Tumben banget nyapa duluan" Jawab Fani mengejek. Sasha mendengus kesal.
"Yaudah mba santuy kali, Gak usah ngegas" Jawab Fani dengan sisa tawanya. Sasha pun duduk disamping Fani.
"Eh hari ini jamkos tau" Celetuk Fani tiba-tiba. Sasha langsung menatap Fani mengernyit.
"Masa?" Tanya Sasha memastikan. Fani mengangguk cepat, Dia merentangkan tangannya dan tersenyum lebar.
"Akhirnya... jenuh tau ketemunya mapel itu-itu aja, Lagian disini juga belum ada Pentas Seni" Jelas Fani senang karena mengetahui hari ini adalah Jamkos. Sasha mengangguk setuju.
"Iya juga sih" Jawab Sasha setuju. Fani menjentikan jarinya.
"Yaudah, Mending kita ke kelasnya Diksi aja" Ajak Fani langsung berdiri, Sasha memutar bola matanya malas.
"Enak disini" Jawab Sasha malas. Fani tak menghiraukannya, Dia langsung saja menarik tangan Sasha.
"Tau gak, Kemarin Gue habis jalan-jalan tau sama Diksi" Ucap Fani semangat dan Ceria. Sasha memutar bola matanya malas.
"Iya-iya" Jawab Sasha malas. Fani mendengus kesal.
Saat mereka sampai didepan kelas Reynald, Ternyata Reynald and the geng sedang bercanda ria, Dan ternyata disana juga ada Tantri... Apa? Tantri?...
Sasha langsung saja memastikannya lagi, Dia mengerjapkan matanya beberapa kalo, Entah kenapa melihat Reynald duduk disamping Tantri membuatnya merasa tidak suka.
"Heh, bengong aja, Ayo masuk" Ajak Fani membuyarkan lamunan Sasha. Sasha pun menetralkan raut wajahnya, Dia langsung saja masuk.
"Cemburu ya mbaknya?" Tanya Fani menggoda Sasha. Sasha langsung saja menatap Fani datar.
Plakkk
Tabokan keras mendarat di kepala Fani. Fani langsung saja mengusap kepalanya yang di tempat oleh sahabatnya itu.
"Canda kali Sha" Ucap Fani mengerucutkan bibirnya kesal. Sasha hanya memutar bola matanya malas.
Sasha langsung saja menghampiri Reynald dan menepuk pundaknya agak keras. Menyebabkan Reynald sedikit terlonjak kaget.
"Ngagetin" Ucap Reynald sedikit kesal. Sasha hanya menatapnya datar, Sasha mendekatkan wajahnya ke samping Reynald, Dia sedikit menunduk.
"Kenapa ada dia?" Tanya Sasha dengan berbisik sambil melirik Tantri. Reynald ikut melirik Tantri.
"Minta Diajarin tugas, Soalnya kemarin dia gak berangkat" Jawab Reynald dengan berbisik juga. Sebenarnya dia malas, Itu saja bukan dia yang mengajari namun Farhan dan Fino.
Sasha hanya ber Oh ria saja. Reynald tersenyum menggoda, Dia mendekatkan wajahnya ke Sasha.
"Kenapa? Cemburu ya?" Tanya Reynald dengan senyum menyebalkan miliknya. Sasha mendengus kesal, Meskipun kini pipinya juga memerah.
"Gak ya" Jawab Sasha tegas, Dia menjauhkan wajah Reynald. Reynald tertawa kecil menanggapi itu, Wajah Sasha sangat menggemaskan saat dia tersipu.
Reynald menarik Sasha kedalam pangkuannya, Karena sekarang ini tidak ada kursi yang tersisa. Sasha langsung saja mendelikan matanya.
"Minggir gak" Ancam Sasha tegas. Bisa-bisanya Reynald bersikap biasa saja, Lihat saja, Dia hanya santai.
"Ck, Mingg... ir" Ucap Sasha semamin melirih saat menyadari tatapan teman-temannya yang menyebalkan, Membuatnya semakin tersipu.
"Ingat bos, Disekolah Ini, Harap mengerti yang jomblo" Ucap Farhan menaik turunkan alisnya menggoda. Reynald memutar bola matanya malas.
"Iya-iya yang lagi kasmaran mah beda" Ucap Fino ikut menambahi.
"Diam" Jawab Reynald datar.
Tak sadarkah mereka, Si Tantri sekarang seperti ingin melahap Sasha hidup-hidup. Tantri mencoba mengalihkan perhatian Reynald.
"Rey, Yang ini gimana?" Tanya Tantri dengan menunjuk soal itu. Reynald menunjuk Farhan, menyuruh Farhan yang menjelaskan.
Tantri langsung saja mendengus kesal, Dia sedikit melemparkan bukunya ke arah Farhan.
Drrrtt... Drrtr
Sasha langsung mengambil ponselnya yang terus bergetar, Menandakan ada sambungan telpon yang masuk.
Sasha sedikit bingung dengan nomor yang tidak di kenal tersebut, Namun dia tetap mengangkat telepon tersebut.
"Kak Caca, Kean... "
...****************...
Hai, Makasih ya yang terus dukung Author😄 Kemarin banyak yang ngasih saran untuk lanjutin aja, Dan ini akhirnya Author lanjutin😊😊
Dukungan kalian sangat bermanfaat guys, Jadi jangan pernah bosan ya baca cerita ini, Kalo ada saran tinggal komen😊😊