![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
Tidak terasa, Ternyata Kean bergabung dengan mereka sudah hampir satu bulan. Sangat terasa cepat bagi mereka. Selama itu semuanya berjalan lancar, Kean yang dekat dengan Reynald begitu juga Sasha.
*****
Dengan tiba-tiba, Kean masuk ke dalam Sasha, Dimana Sasha dan Reynald ada didalamnya.
"Kenapa sayang?" Tanya Sasha bingung kepada Kean, Dia menggendong Kean naik ke atas kasur.
"Gak papa, Pengen sama Mommy aja" Jawab Kean polos. Sasha tersenyum simpul mendengar itu.
"Oh jadi maunya sama Mommy aja, Daddy gak nih?" Tanya Reynald dengan nada yang sengaja berpura-pura marah.
Kean tertawa pelan, Dia langsung memeluk Reynald erat.
"Mau sama Daddy juga. Kean mau sama Mommy and Daddy" Jawab Kean. Keduanya tersenyum simpul.
Kehangatan keluarga terasa lagi pada Sasha, Namun kali ini, Sasha lah yang menjadi peran orang tua dan mendidik anaknya.
"Daddy, Kemarin Kean lihat Om Farhan berantemnya jago, Kean juga mau jago berantem" Ujar Kean polos. Sasha langsung menatap Reynald tajam.
"Kemarin ngapain?" Tanya Sasha kepada Reynald. Reynald mengernyit, Mencoba mengingat-ingat apa yang dilakukannya kemarin.
"Gak, Bukan berantem cuma latihan" Jawab Reynald. Sasha masih menatap Reynald mengintimidasi.
Reynald langsung menutup wajah Sasha menggunakan telapak tangannya.
"Beneran Sha" Ucap Reynald meyakinkan. Sasha menghela nafasnya dan melepaskan tangan Reynald dari wajahnya.
"Kean kan masih kecil" Jelas Sasha kepada Kean. Kean langsung merubah raut wajahnya menjadi cemberut.
"Kean udah besar Mom" Ucap Kean membela dirinya, Dia sangat ingin belajar bela diri. Sasha menghela nafasnya.
"Kean masih kecil, Nanti kalo udah besar pasti diajarin" Jelas Sasha mencoba membujuk Kean. Kean bertambah cemberut.
"Kean udah besar Mom, Kean mau belajar berantem" Rengek Kean. Sasha kembali menghela nafasnya, Dia menatap Reynald meminta bantuan.
Reynald menaikan Kean ke atas perutnya, Dia mengusap kepala Kean penuh sayang.
"Gak papa, Nanti Daddy ajarin" Ucap Reynald dengan senyum tipisnya. Kean langsung tersenyum sumringah.
"Beneran Dad?" Tanya Kean senang. Reynald mengangguk yakin. Kean pun langsung memeluk Reynald erat.
"Rey" Peringat Sasha menatap tajam Reynald. Reynald menatap Sasha bingung.
"Kok gitu sih, Kean masih kecil Rey" Kesal Sasha. Reynald tersenyum tipis.
"Tapi tetep aja Kean masih kecil" Gerutu Sasha pelan. Reynald tertawa pelan mendengar gerutuan Sasha.
"Kean ke kamar dulu ya, Udah malam" Suruh Reynald. Kean mengangguk patuh.
Reynald pun membawa Kean ke kamarnya. Setelah itu Reynald langsung kembali ke kamar Sasha. Reynald menatap Sasha yang tampaknya masih kesal, Lihatlah sekarang wajahnya sangat masam.
"Gak papa kali Sha" Ucap Reynald santai, Dia berbaring kembali ke kasur. Sasha mendengus kesal dan tak menanggapi ucapan Reynald.
Reynald menyadari bahwa Sasha marah. Sekarang Sasha memang telah menunjukan sifat manjanya kepada Reynald, Bahkan sifat dinginya sedikit demi sedikit berkurang.
"Gitu aja ngambek" Ejek Reynald, Dia langsung mendekap Sasha yang masih marah kepadanya.
"Lepas ih" Kesal Sasha memberontak. Reynald tidak akan melepaskannya dengan mudah.
"Sha, Kean juga perlu belajar bela diri, Untuk berjaga-jaga kalau sewaktu-waktu LEON bertindak bodoh" Ucap Reynald serius. Sasha terdiam, Benar juga tapikan...
"Tapi Kean masih kecil Rey, Gue gak setuju" Kesal Sasha dengan nada pasrahnya. Reynald menghela nafas.
"Gue cuma ngajarin hal-hal dasar aja" Jelas Reynald. Sasha terdiam sejenak, Ya sudahlah, Keputusan Reynald tidak akan pernah bisa diubah, Itulah pribadi Reynald.
"Terserah" Final Sasha singkat. Reynald tersenyum tipis, Dia menumpukan dagunya di puncak kepala Sasha.
"Tapi kan Gue masih bisa lindungi dia Rey" Protes Sasha yang nampaknya masih belum rela mengijinkan anaknya berlatih bela diri.
"Iya Sha, Ini kan cuma untuk berjaga-jaga" Jawab Reynald menghela nafas. Sasha mendengus kesal.
"Tau ah, Terserah Lo" Ucap Sasha kesal, Dia membalikan badanya membelakangi Reynald. Sedangkan Reynald kini tertawa kecil melihat sikap Sasha.
Reynald melingkarkan tanganya keperut Sasha, Sasha pun mencoba melepaskannya.
"Gue gak akan pernah biarin Kean terluka Sha, Gue akan jagain Lo dan Kean" Gumam Reynald pelan. Sasha termenung mendengar gumaman Reynald.
Dengan perlahan Sasha kembalikan badanya dan memeluk Reynald. Reynald tersenyum tipis, Dia membalas pelukan Sasha.
"Kean mulai sekolah minggu depan" Ucap Reynald tiba-tiba. Sasha mendongak menatap bingung Reynald.
"Emang bisa? Umur Kean kan masih tiga tahun" Tanya Sasha bingung. Lagi-lagi Reynald tersenyum tipis.
"Bisa Sha, Itu cuma untuk kesibukan dia aja, Gak sampai belajar yang serius, Tapi kalo Kean memang udah bisa sama pelajaran yang dikasih gurunya, Dia bisa langsung sekolah" Jelas Reynald. Sasha mengangguk mengerti.
"Besok kita beli perlengkapan Kean sekolah, Sekalian pulangnya Ke Markas" Ajak Reynald. Sasha mengangguk patuh.
Begitulah kehidupan Sasha setelah kedatangan Kean didalam hidupnya. Kesedihannya terlupakan dan berubah menjadi keceriaan. Kesepiannya menghilang tergantikan dengan kehangatan dari Kean dan Reynald. Kean dan Reynald adalah orang yang paling berarti bagi Sasha.