Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#45, BROKEN ANGEL'S



Faisal dan Sasha tertawa bersama, lihatlah bukankah mereka musuh? tapi kenapa mereka bisa seakrab ini?


Dengarkan pendapat Sasha, Dia tidak menganggap Faisal adalah pemeran antagonis disini, Faisal hanya sedang dalam jalan yang salah.


Sepasang mata memperhatikan mereka dari jauh, dengan wajah memerah menahan amarah, rahangnya mengeras. Dengan langkah lebarnya dia menghampiri dua orang yang kini bercanda bersama itu.


"Sasha" ucapnya Tegas, Siapa lagi kalau bukan Reynald yang kini menatap tajam keduanya.


Sasha menatap Reynald takut-takut, meskipun dia sebenarnya kesal juga dengan Reynald. Bukankah tadi Reynald mengantarkan Nia Farasha untuk pulang?


"Lo ngapain sama dia?" Tanya Reynald marah, dia menarik tangan Sasha lumayan kencang menyebabkan sang empu meringis pelan.


"Gak usah kasar" peringat Faisal dingin. Reynald menatapnya tak suka.


"Jangan pernah deketin Sasha lagi" Reynald langsung membawa Sasha pergi dari sana.


Sedangkan Faisal kini menatapnya dengan tawa hambar, Reynald tak pernah berubah, Dia masih saja... Labil. Dan memang benar sekarang Faisal merasakan rindu terhadap persahabatannya dengan Reynald.


Kini Reynald memaksa Sasha masuk kedalam mobil, Sasha hanya menurut saja, terlihat memang Reynald sangat marah sekarang, tapi bukankah Sasha juga sedang marah sekarang.


"Gak usah kasar" Ucap Sasha pelan, Dia mengusap pergelangan tangannya yang tampak memerah, Sasha memalingkan wajahnya.


"Diam" sentak Reynald dingin, Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, tak memperdulikan Sasha yang kini ketakutan karena memang Reynald tidak main-main.


Sasha terus saja merapalkan doa-doa dalam hatinya, sejujurnya dia sangat takut sekali. Reynald gak ada akhlak-_-


Sesampainya dirumah, Reynald langsung menyeret Sasha turun, nafasnya memburu sedari tadi dia menahan amarahnya apalagi saat dia melihat Sasha tertawa lepas bersama Faisal.


Reynald membawa Sasha masuk kedalam kamar, dia langsung mengunci pintu. Kean sepertinya belum ada dirumah, mungkin ada di rumah orang tua Reynald.


Sasha mendudukan Sasha secara paksa di tepi kasurnya, sembari menatap tajam Sasha. Reynald mungkin diluar kendali sekarang.


"LO SAMA DIA NGAPAIN HAH?!" Bentak Reynald keras. Sasha sampai terlonjak kaget dibuatnya, tak terasa matanya kini memanas.


"KENAPA? JAWAB" Bentak Reynald lagi, Dia tidak bisa berpikir sekarang, yang dia tau, Reynald melihat Sasha sangat bahagia bersama Faisal.


Sasha dibuat menangis oleh bentakan Reynald, air matanya turun deras, Isakan kecil keluar dari mulutnya.


"Gue gak ngapa-ngapain Rey" Lirih Sasha, hatinya terasa sangat sakit sekarang. Reynald tertawa hambar.


"Lo ketawa lepas sama Dia Sha, Lo bercanda, Lo bisa seakrab itu sama Dia Sha, Didepan mata Gue" jelas Reynald lirih, Dia tidak menyangka.


"Gue cuma ngobrol doang sama dia" Jelas Sasha masih menangis, bahkan tambah menangis. Reynald mengusap wajahnya gusar.


Reynald sadar, Dia kelepasan, bersikap kasar dan membentak Sasha, Namun jujur dia memang sangat marah sekarang.


Sasha menatap Reynald dengan mata berair, lalu apakah Sasha juga berhak marah? saat Reynald pergi bersama dengan perempuan lain.


"Dan bukannya Lo pergi nganterin Nia pulang?" Tanya Sasha pelan, dengan sesenggukan. Reynald tersenyum sinis.


"Gue minta Zacky yang nganterin dia" Jelas Reynald pelan. Sasha tidak tau, Maaf.


"Maaf" Ucap Sasha lirih, Dia tidak tau bahwa Sasha telah melukai hati Reynald, namun memang benar, Sasha hanya berbincang biasa dengan Faisal.


"Kenapa Lo bisa akrab banget sama Dia hah?" Tanya Reynald marah. Sasha terdiam sejenak, namun dia menggelengkan kepalanya kemudian, Dia tidak sanggup untuk menjelaskannya air matanya semakin turun deras.


Reynald lebih memilih meninggalkan Sasha sendirian di kamarnya. Sasha menatap kepergian Reynald dengan tatapan sendunya. Sasha mengepalkan tangannya kuat-kuat.


Sasha menjatuhkan dirinya di kasur, Menangis sejadi-jadinya, Dia tidak pernah melihat Reynald semarah ini? Kenapa? Sasha memilih memejamkan matanya saja.


Ting!


Sasha tak menghiraukan ponselnya, dia lebih memilih memejamkan matanya.


...**********...


Jam 9, 10, 11. Reynald tak kunjung pulang, Membuat Sasha semakin khawatir saja. Sasha kini uring-uringan dikamar.


Saat Sasha hendak menghubungi nomor Reynald, tiba-tiba ada yang membuka pintu kamarnya, Reynald. Sasha bernafas lega sekarang.


Sasha segera menghampiri Reynald, tanpa disangka Reynald mendekapnya erat. Bau alkohol?! Reynald mabuk?! Kenapa harus seperti ini!!!


"Lo mabuk Rey?" Tanya Sasha tak menyangka, Air mata kembali turun melalui pipinya yang mulus itu. Reynald tak bergeming.


Meskipun Reynald memang meminum minuman beralkohol, sejujurnya dia masih sadar, bahkan sangat sadar.


"Kenapa Rey?" Tanya Sasha lirih, tubuhnya melemas dalam dekapan Reynald. Sasha tak ingin semuanya jadi seperti ini.


Reynald, dia tak bergeming, meskipun sebenarnya dia merasa bersalah karena membuat Sasha lagi-lagi menangis.


"Gue cape, mau istirahat" ucap Reynald membawa Sasha berbaring kasur, Sasha patuh meskipun dia kini masih terisak.


"Gue tadi cuma ngobrol biasa, Gue gak... " Reynald memotong penjelasan Sasha.


"Sha, Gue cuma mau istirahat sekarang" Potong Reynald dengan nada lelahnya, maafkan Dia yang kini masih egois.


Reynald memeluk Sasha, memberikan kehangatan untuk membuat Sasha tenang, namun Sasha masih saja menangis, dan itu membuat hati Reynald teriris.


"Udah, jangan nangis" ucap Reynald dengan nada lembutnya. Bagaimana Sasha tidak menangis, tadi siang Reynald berlaku kasar, dan sekarang Reynald mabuk?!


"Gue kesel sama Lo, Gue marah sama Lo" Sasha semakin terisak. Reynald hanya menanggapinya dengan kekehan kecil.


Biarlah, Reynald memutuskan untuk menyelesaikannya besok, sekarang dia benar-benar lelah, ingatan tadi siang masih sangat membekas dalam otak dan hatinya saat Sasha dan Faisal duduk berdua, bercanda bersama, tertawa lepas.


Reynald tersenyum miris.


"Kita selesaikan besok ya Sha, Sekarang tidur" Perintah Reynald pelan. Dia tidak tau di posisi mana dia sekarang, benar atau salah.


Sasha hanya bisa patuh dan menurut, Dia tidak ingin menambah masalah. Meskipun dalam hati, Sasha sangat kesal dan marah.


Ini memang tentang salah menyalahkan, Reynald yang egois, Sasha juga egois. Terjebak dalam keegoisan adalah hal yang kekanakan, Tapi jangan lupakan kalau hal tersebut juga awal dari kedewasaan.


******


Dedek Author akan mengusahakan Nanti siang atau malam Update lagi, Mood Dedek lagi berantakan😪😂 Tapi untuk kalian semuanya Semoga Kalian tetap sehat dan Mood terjaga😂 Biar gak kaya Dedek😂


Jangan lupa like, komen and Vote😊