Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#70, BROKEN ANGEL'S



Di belahan dunia sana, seorang perempuan memandang lurus langit, gedung-gedung tinggi dihadapanya tak dapat mengalihkan pandangannya dari langit malam yang indah.


Udara malam yang sangat dingin menusuk kulit halusnya, namun tetap tidak ia hiraukan. Dia merindukan seseorang yang jauh darinya, rindu yang tak dapat lagi ia pendam.


Dua tahun berlalu begitu cepat, setelah menghilangkan traumanya dan mengingat semua yang terjadi, dia menyadari ada sesuatu yang hilang.


Dia menghangatkan tangannya dengan cara meniupnya. Menatap bintang, berharap dia bisa segera bertemu seseorang yang sangat ia rindukan.


******


"Woy si Fani mau nikah minggu depan, Wah gila sih cepet banget" ujar Farhan heboh, seharusnya dia sudah tau hal itu akan terjadi, hanya saja dia masih belum menyangka.


"Diem lo, heboh banget kaya gak pernah lihat orang nikah aja" Fani menampar mulut Farhan itu dengan buku yang ada di tangannya, dia kesal karena Farhan bersikap heboh di saat mereka masih ada di kampus.


Dan hal itu pun menarik perhatian mahasiswa yang ada disana. Fani hanya menanggapi dengan senyum canggung dan menganggukan kepala kepada semua yang menatapnya.


"Lo bego banget sih, bisa-bisanya kalian punya temen kaya dia" omel Fani kepada semua, satu yang salah semuanya yang kena.


"Gue juga gak tau, dulu gue mungut Lo dimana sih?" Dengan santainya Fino meloloskan pertanyaan itu dari mulutnya. Reflek Farhan menjitak Fino dengan keras.


"Lo pikir gue barang main lo pungut aja" sungut Farhan kesal. Fino tergelak, padahal dia hanya bercanda saja, tak apa lah, mereka sudah terbiasa bercanda seperti ini.


"Canda bego" jelas Fino dengan kekehan kecilnya. Ya ya ya, Farhan tau Fino hanya bercanda.


"Emang bener ya Lo berdua, berantem terus sekali kali berteman kek" Zacky menggeleng-gelengkan kepalanya heran melihat tingkah kedua sahabatnya itu.


"Kaya Lo gak aja, pacaran terus putus kek sekali kali" Fino mencibirnya dengan menirukan nada Zacky.


"Mulut Lo gak disekolahin apa gimana?" Zacky menjitak Fino dengan keras. Total jitakan yang didapati Fino kini dua, kepalanya selalu menjadi target jitakan teman-teman nya itu.


"Dahlah dijitak mulu Gue, lama-lama gue jitak pala kalian pake cangkul" Ketus Fino yang terlanjur kesal, dia berpindah tempat duduk sehingga kini dia disamping Diksi.


"Eh emang Lo udah ada persiapan gitu buat nikah?" Tanya Fino kepada Diksi yang sedari tadi hanya menyimak obrolan mereka yang unfaedah. Tak hanya Diksi yang diam, tetapi juga Reynald yang setia dengan wajah datarnya.


"Persiapan apa, semua urusan pernikahan gue udah urus dari gaun sampe segala macemnya" jelas Diksi tanpa tahu maksud pertanyaan Fino.


"Ck, maksud gue emang Lo udah siap lahir batin? Pernikahan kan gak main-main, Lo siap menuhin semua kebutuhan calon istri Lo" Fino menjelaskan maksud pertanyaan nya itu dengan berdecak kesal, dia sedikit melirik Fani yang salah tingkah.


Diksi sedikit menghela nafas, dia sudah siap dengan pertanyaan seperti ini.


"Bokap udah nyerahin salah satu cabang perusahannya, dan nyuruh gue ngurus itu, otomatis gue udah dapat penghasilan, selebihnya nunggu kita wisuda" jelas Diksi panjang lebar. Yang lain ikut menyimak, dan mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti penjelasan Diksi.


"Gue jadi pengen nikah woy" Ujar Fino dengan wajah memelasnya, namun apalah dia yang bahkan sampai sekarang masih jomblo, padahal tampangnya tidak terlalu jelek menurutnya, atau mungkin sifatnya yang membuat semua perempuan ilfeel.


Memang wajah Fino bisa dibilang tampan, namun entah mengapa banyak perempuan yang menjauhinya, mungkin benar karena sifat Fino yang terkesan bar-bar.


"Halu Lo, Pacar aja gak ada" ejek Zacky dengan tawa kecilnya. Fino mendengus kesal mendengar ejekan dari sahabatnya itu.


"Mentang-mentang Lo udah ada pacar, gue doain putus mampus Lo asli" balas Fino dengan nada ketusnya. Kini berbalik menjadi Zacky yang kesal.


"Canda, serius banget hidup Lo" lanjut Fino yang melihat sahabatnya menahan kekesalan padanya. Zacky menghela nafasnya pasrah.


"Udahlah ribut terus mending pulang, ngapain lama-lama dikampus gabut banget kalian" ucap Fani yang mengajak mereka untuk pulang ke rumah masing-masing.


"Mulai besok Gue sama Fani ngambil cuti buat persiapan" jelas Diksi kepada kawan-kawannya.


"Azek enak banget tuh gak ngampus" ucap Fino bercanda.


"Udah-udah ayok pulang, ribut aja terus sampe Fino udah gak jomblo lagi" kini berganti Fani yang kesal.


"Iye iye galak bener yang mau jadi bini orang" seketika Fino mengubah logat bicaranya.


"Banyak omong terus gue sumpel mulut lo pake kaos kaki gue mau?" Ancam Zacky kepada Fino, seketika Fino langsung kicep mendengar ancaman Zacky.


"Nah gitu ayok pulang" mereka semua berdiri, hanya satu orang yang enggan berdiri. Mereka menatapnya dengan wajah bertanya.


"Duluan" Jelasnya singkat. Mereka mengangguk mengerti.


"Oke kalo gitu kita duluan Rey" pamit Farhan mewakili yang lainnya. Reynald mengangguk singkat.


Para sahabatnya kini sudah meninggalkan dia di dalam kelas sendirian. Reynald duduk sendirian termenung diam.


Disaat sahabatnya bercanda ria, dia hanya memikirkan satu nama. Kebersamaan itu, sayang sekali hanya sekejap, tak terlintas sedikit pun kebersamaanya akan pupus dan tergantikan jarak diantara keduanya.


Reynald hanya berharap satu hal saja, hal yang menjadi harapanya semenjak beberapa waktu terakhir.


Cepatlah pulang, dan kembali membuat cerita indah yang akan menjadi kenangan di masa depan. Setidaknya itu harapan Reynald untuk saat ini.


******


Disebrang sana ada juga perempuan yang mengharapkan hal yang sama, ia ingin segera pulang ke pemilik hatinya.


Perbedaan jarak yang ketara, bahkan antara siang dan malam, namun tetap saja mereka masih di bawah langit yang sama dan mengharapkan sesuatu yang sama.


******


Ketika tengah asik melamun, Reynald dikagetkan dengan dering ponsel yang terdengar keras. Reynald langsung mengangkat panggilan itu saat tahu bahwa Mama nya yang menelfon dia.


"Reynald" sapa Gina dari sana.


"Ya Ma, kenapa?" Reynald berharap ada kabar tentang 'dia'


"Mama mau pergi ke luar negeri selama seminggu, dan pulangnya waktu acara pernikahannya Fani sama Diksi" jelas Gina. Reynald mengembuskan nafas kecewa, ia kira ada kabar tentang Sasha.


"Iya Ma" setelah Reynald mengatakan itu, Gina langsung mematikan sambungan telfon , mungkin dia sedang terburu buru.


Reynald menyadari ini sudah hampir sore, dia harus pulang sekarang.


Reynald kembali menghela nafas dan melangkah menjauh, punggungnya yang kian menghilang tertutup kerumunan.


*******


Jadi gini, sebelumnya maaf karena kemarin ga Up, karena App Authornya error, makanya belum bisa up dari kemarin, nah berhubung App nya udah Author install ulang jadi akhirnya bisa up deh💓


Selamat membaca, maaf typo bertebaran💓


IG Author gegechan_12


Pendukung Author octstarple


Silahkan di follow💓